Tahukah kamu bahwa saat ini diri kita sedang membentuk apa yang khalayak sebut, jodoh. kita sedang membangun diri pasangan hidup kita, ayah/ibu dari anak-anak kita kelak. bagaimana tingkah laku dia, bagaimana sifat dan sikap dia, kitalah yang membentuk hal itu. jodoh itu cerminan diri. bagaimana diri kita, begitulah jodoh kita.
Allah tidak pernah menjanjikan wanita bercadar akan mendapatkan lelaki berjanggut atau berpeci.
Allah tidak pernah berjanji wanita cantik akan mendapatkan lelaki tampan.
Allah juga tidak pernah berjanji lelaki cerdas akan mendapatkan wanita cerdas.
Allah cuma janji satu hal pasti:
”wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…“ Q.S An Nur : 26.
dari firman Allah di atas jelas sekali janji Allah tersebut, bukan? lalu sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dengan seorang lelaki soleh yang beristrikan seorang wanita yang tidak baik?
pertanyaan tersebut langsung kita sangkut pautkan dengan kisah nabi Nuh, Nabi Luth,dan juga Asiyah.
Allah membuat istri nabi Nuh as dan istri Nabi Luth as sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. keduanya berada di bawah ikatan pernikahan dengan dua orang hamba yang soleh, keduanya adalah belahan jiwa yang saling melengkapi, saling menemani dan mendampingi hingga dikaruniai anak. namun kedua istri itu berkhianat kepada kedua suami mereka, maka kedua suami mereka itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari siksa Allah dan dikatakan kepada keduanya: ‘masuklah kalian berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk neraka’.
lalu, selanjutnya kita temukan perumpamaan lain tentang suami yang tidak baik yg memiliki istri solehah salah satunya adalah asiyah binti mazahim, istri fir’aun. walau berada dalam kekuasaan fir’aun, asiyah mampu menjaga akidah dan harga dirinya sebagai seorang muslimah. asiyah lebih memilih istana di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan fir’aun.
bagi kita mungkin Firaun merupakan pria yang jahat, namun kisah Asiyah ini diabadikan dalam Quran. Allah menjadikan Firaun merupakan pribadi yang “baik” bahkan sangat “baik” bagi Asiyah karena secara logis membuat Asiyah menjadi wanita yang ditinggikan derajatnya oleh Allah. Ia tetap dapat menjaga akidahnya dari fitnah besar suaminya. mashAllah.
tugas kita hanyalah sebatas berdoa kepada Allah, merengeklah agar Allah menganugerahkan kepada kita jodoh yg baik dunia akhirat, dan jadikanlah diri kita seperti bagaimana sosok jodoh yang kita inginkan. kalau kita menginginkan jodoh yg rajin solatnya, mulailah dari diri sendiri, kalau ingin jodoh yang santun, lembut, penyayang, maka jadikanlah dirimu seperti itu. apa yang kamu tanam, itulah yg akan kamu tuai.
“..boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi kamu. Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” Q.S. Al-Baqarah : 216
“dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang di janjikan kepadamu.” Q.S. Adz-Dzariyat : 22
pilihlah bakal jodoh yang bertaqwa karena jika dia suka kepadamu, dia mendoakan kebaikan untukmu. jika dia tidak menyenangimu, dia tidak akan berlaku zalim terhadapmu.
tergesa-gesa itu nafsu, cinta menjaga.
mari kita sama-sama membentuk pasangan kita dengan hati-hati, jadikan diri kita sebagaimana kita mengharapkan seperti apa nantinya dirinya, jadilah "tipe” dambaan kita itu, be the best version of you as you want the best version of your beloved.