“Banyak orang-orang baik yang tidak menjajakan kebaikannya. Padanya kita temukan ketenangan.”
— Semoga ikut ketularan kebaikkannya.

Origami Around

oozey mess

titsay
I'd rather be in outer space 🛸

JBB: An Artblog!
Sweet Seals For You, Always

Discoholic 🪩

pixel skylines

tannertan36
Monterey Bay Aquarium
styofa doing anything

Kaledo Art
Lint Roller? I Barely Know Her

shark vs the universe

❣ Chile in a Photography ❣
RMH

2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

seen from Netherlands
seen from Côte d’Ivoire

seen from United States
seen from South Africa
seen from TĂĽrkiye
seen from TĂĽrkiye

seen from South Korea
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Congo - Brazzaville

seen from TĂĽrkiye
@piarnis
“Banyak orang-orang baik yang tidak menjajakan kebaikannya. Padanya kita temukan ketenangan.”
— Semoga ikut ketularan kebaikkannya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku merasa cukup mampu hidup sendirian,
hingga kau hadir,
Aku lupa aku pernah mandiri.
—Piarnis
Kosong
Sesuatu terlintas dalam pikiranku, lalu aku menatap matanya dan bertanya, “Apa kau pernah membayangkan bagaimana rasanya bila kau menjalani hari-harimu tanpaku?”. Ia berfikir cukup lama, berusaha mencari jawaban yang tepat.
“Aku akan terus menjalani aktivitas seperti biasa...” hening sesaat, “namun dengan perasaan yang hampa. Kau tahu? Kurasa semua terasa kosong. Apa kau ingat ketika kita dipisahkan jarak dalam kurun waktu yang cukup lama? Aku menjalani hariku, namun semua terasa kosong. Ada sebuah rutinitas yang absen begitu saja, yaitu menatapmu,” lanjutnya tuntas.
Aku tersenyum kecil, sebuah jawaban yang cukup realistis.
Kita tetap akan bisa menjalani rutinitas seperti biasa, namun bila sehari-harinya kita melakukan sesuatu bersama seseorang secara terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, ketika saatnya tidak lagi melakukan hal itu bersama-sama, ada perasaan hampa yang menyelimuti.
Kita sudah hidup cukup lama dan baik-baik saja sebelum seseorang datang dan mengisi hari-hari. Lalu ketika kita tidak lagi bersama orang tersebut, kita tetap akan baik-baik saja dan mampu menjalani hidup, meskipun aku yakin kita akan tertatih dan berlatih untuk bisa memperbaiki semua hal itu dan melanjutkan hidup dengan perasaan yang kosong.
Suatu saat, kita semua akan baik-baik saja.
Nadora
Ada yang lebih pahit dari perpisahan; menyadari bahwa semesta tidak pernah menyetujui pertemuan itu sedari awal. Pada akhirnya, kita hanya mampu tersenyum getir, menghibur diri sendiri dengan mengatakan takdir menginginkan kita tak bersama. Kita berusaha menghapus air mata yang mengalir hingga kita tak mampu lagi melakukan itu semua. Air mata hanya akan mengering, meskipun tepat di dasar hati, sayatan-sayatan itu masih sangat tajam, menyakitkan, dan terasa nyata. Kita hanya tidak dapat melakukan apapun, membiarkan waktu terus berjalan dan diri terus menua.Â
Mungkin suatu saat kita akan dapat melupakan kisah pilu ini, bangkit dari keterpurukan dan berjalan ke depan menuju ruang-ruang yang lebih segar dan penuh harapan. Mungkin kita akan tetap berjalan pelan ke depan, tanpa melupakan satu sama lain. Mungkin saja kita terdiam dan tergugu, menunggu seseorang muncul dan memperbaiki lubang besar di bagian hati kita. Atau mungkin... waktulah yang menyembuhkan segalanya. Entahlah, semua hanyalah kemungkinan.
Lalu, setelah kita mengakhiri cerita kita satu sama lain, apa yang harus kita lakukan? Berimajinasi tentang “seandainya”? Berharap perihal “seharusnya”? Menangisi mengenai “segalanya”? Kita berpikir keras, apa yang dapat kita ubah? Tidak ada. Semua kehendak Tuhan.Â
Kita tertawa.Â
Menertawai betapa tragisnya kisah kita. Hanya satu hal yang tidak mampu kita ikhlaskan, kurasa; melihat satu sama lain sudah bersama seseorang, mengisi posisi dimana dulunya kita isi satu sama lain. Namun bila orang-orang bertanya, bagaimana kita melihat satu sama lain, kita akan menjawab; Ialah nadora yang pernah kumiliki.
Piarnis
Januari 2019.
Semua terasa lebih manis dari yang mampu kubayangkan; kau dan aku, kita satu.
Piarnis

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Andai
Ia mendekat kepadaku, lalu setengah berbisik,Â
"Andai, waktu dapat diulang, aku akan memilihmu."Â
Aku hanya tersenyum, lalu membalas,Â
"Andai, waktu dapat diulang, aku tidak ingin mengenalmu."
- Piarnis
We, used to be, all, equal.
Piarnis
Ada yang lebih pahit dari perpisahan; Menyadari semesta tak pernah mendukung pertemuan itu sedari awal.
Piarnis
Saya suka senja. Senja memberikan saya pemahaman bahwa; kepergian tak selamanya buruk, dan kepergian akan digantikan dengan sebuah kedatangan yang lebih indah.
Piarnis
Jangan terlalu dalam merasakan luka. Ia dapat sembuh, dan kau dapat kembali tertawa hanya bila kau menikmatinya.
Piarnis

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kita bagai candramawa, dengan manis dan pahit sebagai perasa, dengan tawa dan tangis sebagai cerita.
Piarnis
Lalu, pada akhirnya, bila semesta tidak menakdirkan kita untuk bersama; kita bisa apa?
Piarnis
Sempurna
Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tidak pernah ada yang sempurna karena kesempurnaan sebuah hal yang mutlak, dan yang mutlak hanyalah milik Tuhan. Hanya Tuhan yang sempurna, bukan yang lain. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, bahkan puisimu tentang indahnya seseorang yang kau puja pun tak cukup sempurna. Mereka hanya "nyaris" sempurna bagimu. Hanya bagimu, pun hanya sebuah "nyaris". Tidak ada yang sempurna di dunia ini, akan ada setiap celah, yang sekecil apapun itu, dapat retak dan meruntuhkan seluruh kesempurnaan yang "nyaris" itu. Kau tahu itu, tapi kenapa kau tetap mencari kesempurnaan pada setiap orang? Kau tahu tidak ada yang sempurna di dunia ini, namun kau tetap berusaha menemukannya. Bahkan kau tak segan-segan menciptakan kesempurnaan dan menuntut setiap orang untuk menjadi sempurna di matamu. Kau tahu? Bahkan dirimu pun jauh dari kata sempurna yang kau sendiri ciptakan. Berhentilah menuntut kesempurnaan dari orang lain. Kita tidak hidup untuk mencari kesempurnaan, kan? Kita hidup untuk mencari tahu arti hidup yang sebenarnya. Dan hidup bukan perihal kesempurnaan. -Piarnis
Perbedaan
Setiap orang memiliki standar hidupnya masing-masing. Ada yang merasa bahwa tujuan hidupnya adalah untuk memiliki keluarga yang baik, ada pula yang merasa bahwa tujuan hidupnya adalah untuk membahagiakan diri sendiri. Semua tujuan yang kita miliki tidaklah salah, karena kita memiliki prinsip hidup yang berbeda. Yang salah adalah apabila kita mengomentari tujuan hidup orang lain hanya karena tujuan hidup mereka berbeda dengan yang kita punya. Kita dilahirkan dengan latar belakang yang berbeda. Kita tumbuh dengan pemahaman lingkungan yang berbeda. Apa yang salah dengan itu semua? Ketika tumbuh besar, kita cenderung memahami sesuatu sebagai benar-salah. Ketika sesuatu berbeda dari apa yang kita yakini sebagai sebuah kebenaran, maka itu adalah sebuah kesalahan. Kita tidak tumbuh menjadi pribadi yang toleran terhadap perbedaan. Akibatnya, timbul perasaan "akulah yang paling benar" dibandingkan perasaan "aku harus menghargai orang lain". Sesungguhnya aku cukup kecewa karena hal ini justru terjadi di sebuah negara dengan beragam perbedaan. Rendahnya penghargaan bukan hanya datang dari perbedaan suku, ras, dan agama, tapi juga dari perbedaan prinsip dan tujuan hidup. Akhirnya, lahir generasi-generasi pengkritik yang tidak kritis. Miris, ya?
Aku mencintaimu dengan segenap rasa tulus di hati, tanpa takut bila suatu saat nantinya kita tak bersama. Karena yang kuyakini, apa yang satu akan tetap disatukan, dan apa yang terpisah akan tetap dipisahkan olehNya.
Piarnis

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kita memang sekadar kemunafikan. Aku senang mendengarkan kamu yang sedang meyakinkan aku dengan dusta-dustamu, sedangkan kamu senang melihat aku yang bertingkah lugu pada kekosongan kata-katamu. Lalu, kita saling menertawakan; kita berpikir, kita sudah sangat pintar dan terampil untuk membodohi satu sama lain.
(via elsasyefira)
Kamu sibuk (:
Aku harus paham (via naskahsenja)