Saat sebuah lemari terasa sempit, sesak, dan penuh, yang harus dilakukan bukanlah menambah lemari baru. Melainkan mengosongkan lebih banyak ruang dari hal-hal yang tidak lagi penting di dalamnya.
tapi ini tak hanya tentang lemari.

pixel skylines
Today's Document
tumblr dot com
Misplaced Lens Cap
Noah Kahan
taylor price

tannertan36
untitled
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
I'd rather be in outer space 🛸
ojovivo

if i look back, i am lost
Cosmic Funnies

🩵 avery cochrane 🩵
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Discoholic 🪩
The Stonewall Inn
Game of Thrones Daily
seen from Tunisia
seen from Brazil
seen from Philippines

seen from United Kingdom
seen from Iraq

seen from Argentina
seen from Japan
seen from France
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Vietnam
seen from United States
seen from Australia
seen from Venezuela
seen from Tunisia
seen from United States
seen from United States

seen from Uzbekistan
seen from United States
seen from Syria
@perjalanandalamkata
Saat sebuah lemari terasa sempit, sesak, dan penuh, yang harus dilakukan bukanlah menambah lemari baru. Melainkan mengosongkan lebih banyak ruang dari hal-hal yang tidak lagi penting di dalamnya.
tapi ini tak hanya tentang lemari.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jika kamu meminta bunga kepada Allah, jangan khawatir dan takut jika la mengirimkan hujan terlebih dahulu kepadamu. Bahagia itu ada harganya, yang seringkali dibeli dengan kesabaran, penantian yang panjang, dan doa yang tiada bosan.
@jndmmsyhd
Bu, Kalau Waktu Bisa diputar, Jadilah Perempuan yang Bahagia
Aku sangat menyayangi ibuku, lebih dari apapun. Perempuan tersayang itu meninggal lima tahun yang lalu, karena sakit yang dideritanya. Sungguh, aku merindukannya sampai saat ini. Di perjalanan hidupnya, dia menempuh langkah berat. Kakinya seperti diikat oleh rantai dengan karung karung berisi batu bata. Sangat berat kehidupan yang dijalaninya.
Perempuan terkasih, sampai saat ini aku menangisi kepergianmu, menangisi seluruh jalan hidupmu. Aku ingat sore itu, ibu dan aku dipulangkan oleh ayahku. Dipulangkan ke rumah nenek kakek di desa. Ibuku terus mengatakan kepadaku "Tidak apa apa, di desa banyak ayam dan bebek yang akan menemani keseharianmu." Bibirnya tersenyum, tapi matanya penuh air yang akan tumpah ke pipinya.
Umurku waktu itu masih 10 tahun, yang kutangisi saat itu, aku akan berpisah dengan ayahku dan teman temanku di kota. Dewasa ini aku sadar, yang layak kutangisi adalah ibuku. Perempuan yang berusaha menahan air matanya agar tidak dilihat oleh anaknya. Ibu, kau harus tahu aku sangat menyayangimu sampai detik ini.
Sampai saat ini aku tidak bisa ikhlas jika seseorang membicarakan gadis pirang yang membuat ibuku menderita. Dua tahun diselingkuhi ayahku, dan ibuku bisa berakting di depanku seperti tidak terjadi apa apa. Setelah perceraian itu, beberapa tahun kemudian ibu dipanggil Tuhan. Meninggalkanku sendiri menjadi seseorang yang rapuh di dunia ini.
Bu, di umur 21 tahun ini aku selalu memanjatkan doa untukmu. Kepergianmu adalah hal paling memukul raga dan jiwaku. Kalau bisa kembali ke masa lalu, kuharap kau bisa menikah dengan orang lain. Meskipun aku tidak akan pernah hadir di dunia ini, aku akan selalu bahagia jika engkau bahagia juga. Atau jika dikehidupan selanjutnya, di alam barzah atau di surga, kuharap kau tenang dan menemukan kebahagiaanmu disana.
"Maaf ya aku belum bisa jadi istri yang baik, aku belum sholehah ngajiku belum baik"
Dan dia jawab sambil nangis,
"Istri sholehah itu bukan yang ngajinya baik. Istri sholehah itu yang nurut sama suami, bertaqwa kepada Allah. Kamu itu terbaik, paling baik, takdir terbaik. Aku nggak bisa ngomong tapi kamu itu terbaik"
Sebelum tidur biasanya kita bercanda ngakak, njawab kuis, merangkai cerita, bahas random, ngomongin bisnis. Dan paling gong semalem yang aku nangis dia nangis sampai jam 1 malem pula🥹
Ketidakmungkinan dalam Kisah Nabi Musa dan Pengaturan Allah dalam Kisah Nabi Yusuf
Hari ini gue baca surat Thaha dan sampai pada doa Nabi Musa:
"Ya Rabb lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku atas segala urusanku"
Lalu gue jadi bertafakkur pada kisah dua Nabi. Nabi Musa AS dan Nabi Yusuf AS. Kehidupan keduanya terabadikan dengan sangat indah dalam Al Qur'an dan tentu ada banyak hal yang bisa kita pelajari.
Salah satunya adalah bahwa kehidupan Nabi Musa AS itu dipenuhi banyak "ketidakmungkinan". Bahkan mukjizat yang diberikan oleh Allah ke beliau pun bertentangan dengan sunnatullah yang dipahami manusia. Laut terbelah, tongkat tiba-tiba jadi ular, makanan turun dari langit, dan banyak lagi.
Di antara segala ketidakmungkinan itu juga masih ada "ketidakmungkinan" lain. Beliau adalah bayi yang seharusnya dibunuh tapi akhirnya malah dirawat oleh Fir'aun. Beliau juga tidak mampu berbicara dengan fasih tapi lawannya Fir'aun yang sudah seperti tuhan bagi kaumnya. Menurut hitungan manusia, Nabi Musa AS tidak mungkin menang.
Maka dalam segala ketidakmungkinan itu, Allah juga memberi jalan dari arah yang tidak disangka-sangka. Maka kita melihat jejak-jejak doa nabi Musa AS adalah doa yang sangat pasrah dalam segala usaha beliau. Dan sesuai janji-Nya, Allah tidak pernah meninggalkan Nabi Musa AS.
Di sisi lain kita melihat Nabi Yusuf AS. Sepanjang hidup beliau diuji dengan kesulitan, kebencian sesama manusia, dan fitnah. Dibuang ke sumur, dijual sebagai budak, dipenjara, dan dilupakan.
Namun justru melalui semua itu, jiwa beliau ditempa. Hingga pada akhirnya beliau mampu menjalankan amanah dengan sangat baik sebagai petinggi kerajaan yang membantu Mesir melewati masa paceklik.
Maka ucapan beliau setelah melewati semua badai itu adalah:
"Sesungguhnya Rabbku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki."
Ada banyak jalan dari Allah untuk membentuk manusia dan membantu manusia menyelesaikan masalah. Kadang Allah menempa manusia seperti Dia menempa Nabi Yusuf AS dan Nabi Musa AS. Kadang Allah menyelesaikan masalah lewat arah yang tidak pernah kita sangka. Atau kadang Allah membantu kita dengan hidayah melalui logika sehingga kita bisa membuat keputusan-keputusan yang baik di saat-saat genting.
Cara Allah menyapa hidup kita bisa lewat sesuatu yang tampak luar biasa. Bisa juga melalui sunnatullah yang sudah sangat kita kenali. Bahkan kadang lewat kelapangan dada untuk terus melangkah satu hari lagi.
Maka di saat-saat sempit, ketika hati kita masih terasa lapang, syukurilah. Karena itu salah satu bentuk pertolongan Allah.
Lalu bermohonlah pertolongan-pertolongan yang lain. Jangan pernah berputus asa.
Karena Rabb yang mengurus kita adalah Rabb yang mengurus Nabi Musa AS dan Nabi Yusuf AS. Dia menemani hamba-Nya yang sedang berusaha. Dia juga tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang tetap bertawakkal dalam segala keluh kesahnya

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
(tidak) seperti biasanya
malam hari, kamu berangkat tidur seperti biasanya. kamu merebahkan diri di sebelah suamimu, seperti biasanya. seperti biasanya juga, dia melingkarkan tangan dan kakinya ke atasmu seakan kamu guling masa bayinya. karena berat tubuhnya, biasanya pinggangmu akan pegal-pegal pada keesokan hari. begitu pula tangannya yang pasti kram-kram karena menopang lehermu. tapi kamu tidak masalah. malam hari adalah dan hanyalah saat-saat dalam satu hari di mana dia bisa menjadi anak kecil lagi.
sejurusan dengkurannya mulai terdengar. dia sudah berangkat. tersisa kamu—yang tidak seperti biasanya—tidak mudah memejamkan mata. alih-alih, pandanganmu menelusuri setiap milimeter wajahnya. lalu seketika kamu sadar: ada gurat-gurat halus yang sepuluh tahun lalu tidak ada.
dipikir-pikir, sepuluh tahun itu baru seumur jagung. tetapi, dengan segala ujian pernikahan yang pernah menghampiri kalian, satu dekade pernah terasa satu abad. ada malam-malam yang tidak seperti biasanya, terasa sangat sangat panjang, seperti malam ini. lalu, seperti biasanya jika malam-malam seperti ini datang, air matamu menganak sungai tanpa suara.
suamimu itu, entah seberapa besar dan banyak yang tidak diceritakannya. mungkin ada cita-cita dan harapan yang terasa seperti beban. mungkin ada kekecewaan yang membuatnya bingung mengambil keputusan. mungkin ada luka-luka yang susah payah dia rawat seorang diri.
suamimu itu, jika dia mau, dia tidak perlu berupaya sekeras ini setiap hari. mendidik dirinya sendiri, mengganti versi dirinya yang tidak Allah ridhoi. dia tidak perlu memberimu segalanya, bertanggung jawab sebegitunya, atau menyayangimu sedemikian dalamnya.
suamimu itu, jika dia mau, mudah saja baginya untuk lari dari semua. mudah saja baginya untuk meninggalkanmu. dengan segala yang melekat pada dirinya, mudah saja dia menemukan orang lain yang lebih baik dari dirimu, keluarga yang lebih menyayanginya, yang menerimanya dengan lebih apa adanya.
tetapi dia tetap melakukannya dan tetap tidak melakukannya. dia tetap memperjuangkanmu dengan segenap dayanya. dia memberimu nafkah lahir batin terbaik, mendukung semua mimpimu, selalu menemanimu, mendengarkanmu, menjadi bahu dan telingamu.
dia memilih menikahimu setiap hari. dia memilih kamu dan anak-anak kalian sebagai bagian dari dirinya sendiri. dia menjadikan urusanmu urusannya. dia memilih memenuhi semua keperluan dan kebutuhanmu, menanggung semua harapan dan mimpimu sebagaimana semua kekecewaan dan luka-lukamu. sederhana: air matamu adalah air matanya; bahagiamu adalah bahagianya.
pada malam yang tidak seperti biasanya ini, kamu berpikir. suamimu ini, ada bagian-bagian dirinya yang mungkin membuatnya tidak cukup layak mendapatkanmu, menerima ketaatanmu dan kasih sayangmu. tetapi, mungkin juga kamu yang lebih tidak layak menerima semua yang dia upayakan, perjuangkan, berikan, bahkan korbankan. kamu bukan siapa-siapa, tetapi dia menjadikanmu bagian dari dirinya. bahkan, dia mengutamakanmu lebih dari dirinya.
pada malam yang (tidak) seperti biasanya ini, kamu berdoa amat panjang di dalam hati. “ya Allah, jika Engkau ridho, mampukanlah aku menjadi istri yang taat, yang menghiasi suamiku seperti pakaian nan indah. ya Allah, cenderungkanlah hatinya kepada kebaikan. jika aku adalah bagian dari kebaikan itu, cenderungkanlah hatinya kepadaku selalu.”
Ya Allah, jika keterlambatanku disebabkan oleh mata jahat, iri hati, kecemburuan, atau hanya penghalang yang tak terlihat, mohon hapuskanlah dengan lembut.
Engkau Al-Fattah, pembuka segala pintu dan Engkau tidak pernah menunda do'a-do'a kami tanpa alasan, pun Engkau tidak menolak tanpa menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.
~ repost instagram iinsafrina
Semoga kamu memaafkan luka yang mungkin datang dari aku.
Jika bisa memilih, aku ingin menjalani hidup tanpa meninggalkan luka di hati siapa pun. Ingin setiap langkahku diterima utuh, setiap keputusanku dipahami tanpa kecewa. Namun, semakin dewasa aku mengerti bahwa hidup tidak selalu memberi kita pilihan untuk membuat semua orang tetap bahagia dalam waktu yang sama.
Ada keputusan yang harus diambil meski ada hati yang kecewa. Ada jarak yang harus diciptakan meski tidak ada yang ingin. Ada hal-hal yang harus dilepaskan meski perlu membuat kita berlinang.
Dan ternyata, menjadi baik tidak selalu berarti mampu menyenangkan semua orang. Dewasa ini menuntut kita memilih, lalu menerima bahwa tidak semua manusia akan ridho pada akhirnya.
Aku hanya seorang hamba yang belajar untuk menjaga niat, menjaga cara, menjaga agar tidak sengaja menambah luka. Tetapi hasil akhirnya tetap berada di luar genggaman. Sebab hati manusia terlalu luas untuk bisa sepenuhnya kita kendalikan, beberapa perasaan terlalu rumit untuk selalu kita selamatkan.
Maka pada hal-hal yang tidak mampu aku jangkau, aku menyerahkan kepada Allah. Pada hati yang mungkin terluka karena keputusan-keputusanku, semoga Allah sendiri yang menenangkannya. Semoga Allah menggantikan kecewa itu dengan sesuatu yang lebih baik, lebih indah.
Sebab aku percaya, ada luka yang memang tidak dititipkan untuk diselesaikan manusia. Ada sedih yang hanya akan sembuh ketika dipeluk oleh takdir terbaik-Nya, yang mungkin besok, mungkin lusa.
Dan jika suatu hari aku dikenang sebagai seseorang yang pernah mengecewakan, semoga di saat yang sama Allah menjadi saksi bahwa aku tidak berniat menyakiti siapa pun. Aku juga perempuan penuh cela yang sedang berjalan, seperti manusia lainnya, mencoba memilih cara hidup sebaik mungkin di antara banyak hal yang sama-sama sulit.
Lagi mensyukuri masa-masa nikmatnya makan apapun. Tanpa mual. Tanpa ada rasa enggan untuk menikmati semua yang tersaji. Walaupun jika nanti diberi rasa-rasa itu untuk menjemput takdir yang baru, aku akan berusaha menysukurinya pula.
Lagi mensyukuri masa-masa punya banyak waktu berdua. Tanpa distraksi. Tanpa ada kerepotan di sana sini. Walaupun kelak akan diberi kerepotan karena mengurus sholih/hah-ku, aku akan berusaha menikmati dengan mensyukurinya.
Lagi mensyukuri badan yang sehat. Kemana saja masih bisa sendiri. Belum banyak pantangan dan batasan. Mau apapun boleh asal jangan berlebihan. Walaupun nanti jika sudah berbuntut satu, dua tiga dan seterusnya hidupku akan terbatas, aku pun akan berusaha menysukurinya.
Alhamdulillah bini’mati tatimush shalihaat❤️
Sungguh, terkadang rasa ingin kita terhadap sesuatu yang belum Allah beri membuat kita lupa pada banyak nikmat-Nya yang ada di depan mata.
Kita terkadang dibutakan dengan keinginan kita terhadap sesuatu yang belum tentu baik untuk kita saat ini. Padahal Allah lebih tau.
Yaa Allah.. atur saja kapan baiknya🤍 Kami ridho dengan segala ketetapan-Mu. Hari ini kami bersykur atas nikmat yang setiap harinya Engkau berikan. Semoga tak lama lagi kami juga bisa menyukuri nikmatmu yang saat ini hanya bisa kami rapal dalam doa.
Di sudut kamar selepas berbincang dengan-Mu || Palembang, 19 Juli 2024 || 09.41
Sejauh ini, ini tulisan paling ngena di hati🥺🥺
Mudah Menangis
Akhir-akhir ini, saat tekanan hidup lagi banyak. Yang dirasakan, bukan stres. Tapi bisa tetap tenang. Sesuatu yang tidak kumiliki 2 tahun yang lalu. Ternyata, cara berpikirku udah berubah.
Tapi untuk bisa mencapai perubahan seperti ini, besar sekali rasanya hal yang harus dihadapi dalam kapasitasku sekarang. Sering setiap malam berpikir, dimana jalan keluarnya. Ternyata, Allah mencabut banyak hal dalam hidupku. Tapi setelah hal itu tidak ada, aku tahu yang sebenarnya ia cabut bukanlah itu, tapi benih-benih kesombongan, perasaan merasa bisa mengendalikan hidup, bergantung pada diri sendiri, dan semua hal yang membuatku justru semakin jauh dariNya.
Lalu, ketika aku merasa tidak berdaya dan tidak memiliki apa-apa. Ia hadiahkan untukku sebuah penghiburan yang membuatku menangis berhari-hari setiap memikirkannya.
Kini, rasanya aku lebih mudah menangis. Setiap kali memikirkan semua perubahan hidupku dalam dua tahun terakhir. Rasanya, "berhala-berhala" dalam hidupku dihancurkan, digantikan dengan perasaan bergantung yang sangat kuat kepada-Nya.
Tidak lagi terikat dengan harta. Melihat dunia dengan pandangan yang lebih tepat. Melihat masalah dengan lebih positif. Punya keyakinan tentang masa depan. Serta tujuan yang lebih jelas.
Satu per satu, inshaAllah nanti kita tata lagi. Kita perbaiki. Akhirnya, aku merasa tenang karena bisa menerima ketetapannya dengan hati yang lapang.
KG

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
di momen kita berusaha untuk dicintai oleh seseorang, di momen itulah seharusnya kita tahu bahwa itu bukan bentuk cinta yang sehat dan layak buat kita perjuangkan.
karena dengan orang yang tepat, cinta tak seharusnya menyulitkan.
Titik Pasrah
Pernah terpikir tidak, tentang titik paling sunyi dari seseorang yang sedang patah?
Ia ada pada momen ketika segala amarah mendadak bungkam, menyisakan jemari yang gemetar saat mengeja: "La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin". Sebuah pengakuan sunyi bahwa hati telah terlampau jauh tersesat dalam harapnya sendiri, sampai akhirnya ia tertidur lelap dalam pasrah yang paling dalam.
Lalu saat pagi kembali, dan ia mendapati sisa perih itu ternyata belum juga beranjak, bibirnya hanya mampu berbisik lirih: "Robbi inni massaniyadh dhurru wa anta arahmur rahimin". Ia tak lagi mencari siapa yang salah, ia hanya sedang menunjukkan serpihan dirinya pada Sang Pemilik Kesembuhan.
Pada saat itulah, urusannya dengan dunia telah benar-benar usai. Ia sudah menitipkan lukanya pada tangan yang paling berkuasa. Dan tanpa perlu diminta, di titik itulah penyesalan bagi yang pernah mematahkannya akan mulai merayap perlahan, tanpa suara, namun jauh lebih menyakitkan dari sekadar sebuah kehilangan.
--
memaafkan adalah perjalanan paling sunyi yang pernah ditempuh manusia. di dalamnya hanya ada percakapan jujur antara luka dan doa yang tak terucap. biarlah langit yang menjaga bagian-bagian yang tak sanggup kita genggam sendiri. sebab terkadang, cara terbaik untuk pulih adalah dengan benar-benar berserah.
aku pernah mendapat nasehat yang indah,
"kalau kita sudah diberi hal yang baik di hidup ini (misal pekerjaan yang baik, pasangan yang baik, anak dan kualitas hidup yang baik). maka cukup untuk perbanyak syukurnya. jangan sombong, jangan suka meremehkan orang lain, dan jangan disibukkan dengan urusan yang bukan urusan kita. tunaikan sepenuh hati amanah yang telah Allaah berikan berupa apapun itu. jika tidak, yang ada nanti kita bisa kehilangan banyak hal, berujung penyesalan.."
اللَّهُمَّ البَشَارَاتِ الَّتِي نُحِبَ، وَالأيام الَّتِي تَسرّ، وَالرَّحمَاتِ الَّتِي تَتَوَالَى وَالعَافِيَاتِ الَّتِي تَدُوم، والخَيْرِ الَّذِي لا ينقطع.
"Ya Allaah, berikanlah kabar baik yang kami cintai, hari-hari yang menyenangkan, kasih sayang yang selalu menyertai kami, kesehatan yang langgeng, serta kebaikan yang tidak ada hentinya."
sejatinya tak ada yang bisa kita sombongkan di dunia ini meski itu berupa pasangan yang baik, anak-anak, ilmu, rupa bahkan harta kekayaan sekalipun. saat Allaah memberikan kehidupan yang baik untuk kita hari ini, kita jadi bermudah-mudahan merendahkan orang lain. jangan pernah menertawakan badai oranglain hanya karena kehidupanmu saat ini sedang tenang. sejatinya semua itu dari Allaah, akan kembali kepada Allaah dengan segala hisabnya. justru seharusnya menjadikan kita banyak memohon ampun dan pertolongan agar dimudahkan dalam semuanya.
Tuhan, kuatkan aku untuk segala hal yang tidak bisa aku ceritakan pada orang-orang.
Wanita adalah tiang. Tiang tidak harus cantik, tetapi harus kuat.
Jog, 22 April 2026

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ternyata, mencintai sendirian adalah matematika yang paling rumit; aku yang menjumlahkan rindu, kau yang membaginya dengan orang lain sampai habis tak bersisa.
—arsualas
Doa apa yang bisa membuatmu menangis?
Bukan doa yang paling panjang, bukan pula yang paling indah susunan katanya. Tapi doa yang keluar dari hati yang benar-benar merasa butuh…
Saat seseorang berhenti berpura-pura kuat, dan akhirnya berkata dengan jujur di hadapan Rabb-nya: “Ya Allah… aku lelah. Tolong aku.”
Di situlah air mata jatuh, bukan karena kata-kata, tapi karena hati yang akhirnya pulang, hati yang butuh sandaran dan butuh bantuan.
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk meminta hal besar, hingga lupa menangis untuk hal yang paling sederhana: ampunan, kecukupan, ketenangan, dan dekat dengan-Nya. Apalagi jika untuk keluarga.
Lalu, doa seperti apa yang jika kamu ucapkan hari ini… akan membuat hatimu bergetar dan matamu basah?
@jndmmsyhd