Hai, aku kembali. Mari kita kembali bernostalgia dan merajut kata demi kata menjadi perpaduan yang indah. Mari kita memulai bercakap kembali, melaluo tulisan-tulisan ini.
Mike Driver
Show & Tell
Game of Thrones Daily
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

Product Placement
YOU ARE THE REASON
Cosmic Funnies
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Not today Justin

EXPECTATIONS
almost home
Keni
NASA

if i look back, i am lost
𓃗
Doug Jones
untitled

Kiana Khansmith
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

blake kathryn
seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from Algeria
seen from France
seen from Algeria
seen from Pakistan
seen from Pakistan
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@nonaasenja
Hai, aku kembali. Mari kita kembali bernostalgia dan merajut kata demi kata menjadi perpaduan yang indah. Mari kita memulai bercakap kembali, melaluo tulisan-tulisan ini.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Banyak pekerjaan yang tak pernah tuntas sejak setahun ini. Serba berantakaan, dirapikan namun rawan rapuh. Menyentuh saja hingga tak berani, melainkan dibiarkan saja senyamannya. Begitulah berantakan akhir-akhir ini.
Membiarkan menjadi prihatin, kesannya tak pernah diurus. Yaa benar, tak pernah diurus. Pekerjaan masuk dari bagian manapun. Hingga menutup mata melihatnyaa yang menguasai ruang dari seluruh ruang yang kosong. Hingga untuk mendapatkan ruang sendiri pun sudah tak ada lagi ruang.
Pada akhirnyaa, ruang untuk diri pun ikut pupus dimakan waktu.
Waktu yang tak dilakukan untuk menata, namun membiarkan berantakan. Diri yang sudah berantakaan, diri yang sudah tak memiliki ruang pribadi. Diri yang tak pernah mengurus diri. Diri yang sibuk menyilahkan pekerjaan masuk tanpa menyuruhnya keluar dari ruang yang semakin sempit.
Ruang yang tak memiliki lagi jalan, seakan buntu mencari jalan keluarnya. Kini, diri itu berusaha menyusun dan menata kembali ruang-ruang yang penuh itu. Agar dirinya mendapatkan ruang yang damai ketika menutup mata.
Ranah apalagi yang harus diperbaiki, ketika sudah terbesit pada ucapannya bahwa predikat durhaka sudah di embani. Sebagai anak durhaka maupun istri durhaka. Runtuh sudah pondasi yang dibangunnya, bersisakan puing-puing. Tumpuannya pun sudah tak sekuat dulu saat pertama dibangun. Kini pondasi itu berupa kayu, akan rapuh nantinya dimakan rayap. Melihat-lihat sekitar, pondasi-pondasi kokoh yang telah dibangun orang lain. Tampaknya begitu kuat dan berwarna. Seakan mengilustrasikan keadaan si empunya.
Kayu ini semoga kokoh, dan akan lama dimakan rayap.
Akan ada kesulitan, meski tak pernah menyetujui kesulitan untuk masuk dalam kehidupan kita.
Akan ada menyerah, meski kita tak pernah ingin menyerah itu menyapa diri.
Akan ada pasrah, meski kita mengatakan sanggup melewati lika-liku kehidupan.
Tentu akan ada ujian, meski kita memohon ujian 'te-ringan' mampir dalam kehidupan kita sekalipun.
Akan ada doa yang terus berdampingan agar hidup lebih selaras dari pada praduga praduga yang kita ciptakan sendiri.
Akan ada kita, selaku aktor utama menjalani kehidupan.
Pelajaran baru bagiku, bahwa; kita tidak boleh berharap apapun dari orang lain. Selain pada diri sendiri, berharap menjadi lebih baik misalnya.
Orang lain belum tentu akan sama dengan ekspektasi pengharapan kita. Bisa jadi sangat jauh dari keinginan kita atau bahkan melebihi ekspektasi kita sendiri.
Maka dari itu agar tidak menimbulkan 'kekecewaan' dan 'ketidak enakan', jauhkanlah untuk berharap pada siapapun selain pada diri sendiri saja.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Namanya pilihan tentu ada yang ditinggalkan. Sesuatu yang telah dipilih kadang menimbulkan tanya, "mengapa ini? Mengapa begitu?" Semua serba tanya yang tak bisa dijawab pasti.
Begitu pula ketika kita yakin memilih sesuatu, maka harusnya bersiap dengan segala resiko dan konsekuensinya. Berlapang dada dan lebih sabar menerima apa yang mulanya telah kita pilih sendiri.
Kadang diri kita suka lebih egois, ingin memenangkan hati atau pikiran. Hati menenangkan namun pikiran membuat gejolak-gejolak untuk menolak pada pilihan kita. Sebenarnya tidak ada yang salah, bukan kita salah dalam memilih, bukan pula pikiran dan hati yang terus bertengkar. Kita yang harus lebih leluasa terbiasa, ketika semua berperan dalam satu waktu bergejolaknya.
Biarlaah pikiraan mengotori otak dengan memutar dan menghadirkan memori lama maupun baru, dan biarlah hati terus meneduhkan ketika kepala mulai memanas. Sebuah perpaduan yang kadang-kadang membawa raga ini menjadi lelah.
Mungkin bukan pilihan yang menjadi biang masalah kita, melainkan diri kita yang terlalu lelah menghadapi pilihan itu sendiri.
Bukankah ketika pikiran dan hati bersatu dengan raga akan menghadirkan pilihan yang menyenangkan? Hingga kita tak terusik dengan kehadirannya?
Berdamailah dengan pilihanmu, karena Tuhan memiliki cara mewarnai pilihanmu lebih dari indahnya pelangi.
Aku bagaikan bunga layu yang tetap ingin bermekaran indah. Disambut meriah oleh banyak mata; inginku.
Aku tidak menginginkan ini.
Selain pada angin kusampaikan, yang mendengar dan menghiburku. Selain dari pasrah, karena untuk mengatakan tidak dan tidak mau pun aku tak memiliki kekuatan pendukung.
Ya, pasrah. Itu mampuku.
Pun ketika aku berbicara, bukan untuk pertimbangan melainkan untuk ditentang bahwa argumenku tidak tepat dan tidak benar. Balik-balik menyalahkan kembali.
Diam, pasrah! Itu mampuku.
Karena ucapanku, kata-kataku tiada berarti baginya.
:')
Kita tidak perlu berpikir bagaimana kita dapat dihargai banyak orang, karena akan menjadi sia-sia.
Namun, ketika kita ingin dihargai maka terlebih dahulu kita menghargai orang lain dengan baik.
Manusia dapat memilih.
Memilih karena manusia lain dan memilih dengan istikharah. Memilih karena manusia atau Allah sebagai penentu pilihan.
Bahwasanya Allah mengetahui apa yang baik dan apa yang buruk untuk kita, melebihi manusia sendiri.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tanganku seakan digerakkan untuk membuka benda itu, entah apa yang telah terbisikkan padaku. Hingga, pada akhirnya aku membukanya. Sebuah kabar mengejutkan bagiku. Hampir tak habis pikir, nyatanya dia menerapkan pilihannya dengan cara seperti itu. Memberikan namaku pada sekumpulan orang untuk dilihat, diamati dan dirasakan bagaimana akan kepribadiannya dan bagaimana kecocokannya. Masih ada ya? Hmm.
Pun, hatiku merasa perih ketika membaca beberapa pesan dimana itu 'merendahkanku' dan orang tersebut tidak berhak memberi argumen seperti itu dengan membawa-bawa institusi tempatku belajar master. Sekalipun itu hanya adik neneknya. Aku tak pernah menjual dan membawa-bawa almamater tempatku menuntut ilmu. Bahkan sekalipun aku belum kenal dengannya sebelum-sebelumnya pun teman-teman dekatku tak pun mereka sadari bahwa aku sedang lanjut belajar disalah satu universitas ternama di Indonesia. Begitu pula aku di kampung halaman, tak pernah aku menjual embel-embel tersebut. Kalau pun ada, bukan dari mulutku atau orangtuaku. Karena kami tidak ingin menjual itu dan memamerkan hal tersebut. Namun, mengapa nenek-nenek ini berpikir sebaliknya? Dimana menyatakan bahwa aku tidak pantas dan tidak seperti mahasiswa yang kuliah di sana. Mohon maaf ini, apa anda tau bagaimana mahasiswa yang kuliah di sana? Jika anda tidak pernah tau dan tidak pernah melihatnya langsung serta anda tidak pernah berada di kota dimana kampus itu berada, mendingan diam aja deh. Sama halnya anda memalukan diri anda sendiri, ingin merendahkan dan menjatuhkan orang lain, nyatanya mempermalukan diri sendiri.
Bagian lainnya yang aku kesalkan adalah "kamu (cucunya) tidak boleh didikte sama dia (aku)". Hmm, kamu mau menjadi pengatur dalam hidup orang? Lalu aku itu mau ngediktekan apa sih? Sungguh, benalu sekali anda!
Pantas saja, beberapa kali bertemu dengan nenek ini perasaanku juga mengatakan hal yang sama. Dia bermuka dua, dan dibelakangku dia telah mengumbar hal-hal yang tidak baik terkaitku. Dapat dilihat dari mimik wajahnya, dan perlakuannya. Tetapi di depan cucunya dia bersikap ramah padaku meski terlihat ada pemaksaan. Hmm, manusia jaman dulu yang hidup jaman kini, tampaknya manusia itu tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan dunia dan pola pikir yang sehat.
Tidak apa-apa, dia masih punya anak yang baru saja menikah. Kita lihat saja nanti, mungkin karma akan berlaku :)
____________
4 April 2022
Aku ingin sekali diromantisin. Mungkin itu hanya dalam mimpiku saja dan berangan-angan dalam ingin. Karena tak akan pernah kudapatkan seperti itu. Sesuatu yang sederhana saja tak kudapatkan, sekedar menikmati weekend bersamanya atau sendiri saja tak mampu.
Hingga di fase manapun, kita tetap harus belajar. Meski orang lain pernah diposisi yang kita lalui sekarang. Berbedanya adalah rasa, pengalaman dan siapa. Kita bisa belajar dari mereka namun cara untuk menyelesaikannya akan berbeda.
Seseorang berkata, bahwa senjataku adalah menangis. Dia mengangguknya. Tidak! Itu tidak tepat, menangis bukan kujadikan senjata atau disebut hobby ku. Tidak sama sekali.
Jika kamu keberatan dan risih ketika aku mengekspresikan dengan tangis, maka aku tidak akan pernah menunjukkan itu dihadapanmu lagi.
Biasanya aku menangis disaat aku lelah akan semuanya, ketika hatiku sudah tak sanggup lagi. Dan seringnya ekspresi rasa aku lakukan saat aku diruang private bersama orang private. Siapa? Ya diriku sendiri. Aku kira saat ini kamu bagian dari privasiku, sehingga ketika aku menangis aku memiliki orang baru. Ternyata, kamu tidak menerima hal itu. Baik, tidak apa-apa. Aku pun tidak suka mendengar bahwa ketika aku menangis aku sedang bermain drama. Seperti katamu tempo hari. Aku kecewa mendengar itu dari mulutmu langsung. Sudahlaah!
Masih pacaran sudah berani post dan share foto mesra bareng pasangannya. Masih pacaran sudah lancang berucap kata-kata manis nan gombal pada pasangan. Seolah-olah pacarnya merupakan calon istrinya. Sayang sekali, jika gombalan yang kau sebut cinta itu hanya berujung pada pacarmu dan tidak pada pasangan halalmu kelak.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Dia berbeda, sungguh berbeda dariku.
Dan juga dia terlalu sering membuat ulah jika pergi jauh bersamaku.
Dia orang yang tidak mau disalahkan, dan jika disalahkan maka akan menyalahkan orangtersebut juga. Katakanlah aku. Jika aku menyalahkannya, maka ia meminta maaf namun setelah maafnya akan ada kalimat berikutnya yang menyalahkanku.
Aku yang ingin menghabiskan waktu bersamanya, tetapi ia kadang suka membuat ulah atau berbicara yang menusuk hatiku atau bersikap yang tidak menyenangkan. Jika aku egois atau keras kepala maka dia akan lebih egois dan keras kepala lagi. Kadang aku disebut telah mengintervensinya, dan dia tidak mau diintervensi oleh siapapun. Enough.
Aku lelah. Aku lelah mengeluarkan airmata dengan diam-diam. Terlalu sakit rasanya, karena aku tak akan pernah mengatakan bahwa aku sedang menangis, pada siapapun, termasuk dia.
Ya, aku jika sedih, kesal, marah atau dikecewakan akan lebih memilih diam. Karena aku menghindar dari ucapan saat kondisi hati masih tidak stabil. Maka jangan memaksaku untuk berbicara menyelesaikan masalah tersebut dalam kondisi hati yang tak stabil.
Aku, seseorangmu.
Layaknya seperti penanti, menanti-nanti akan ada sesuatu yang istimewa ditujukan khusus untukku. Penantian itu kutunggu pada hari bertambahnya umurku, namun sayang tak terkabul harapanku itu yang tak pernah kusampaikan. Sekiranya tanpa harus disampaikan ia paham selayaknya pasangan lain merayakan dengan pasangannya.
Ah, tak ada yang istimewa.
Apalagi di hari biasa, tak akan kudapatkan itu. Pernah suatu ketika aku menyinggung prihal romantis. Setidaknya jika ia tak pernah melakukannya, cobalah mempraktekkan itu bersamaku. Meski kita sama-sama tak pernah melakukannya.
Mungkin salahku, yang menikmati wujud romantis dari hubungan orang lain. Sehingga aku merasa jauh dari kata romantis itu.