Tadi nemu kata kata yang ngena banget
"Kecewalah dengan elegan, Pergilah dengan senyap, Biarkanlah dia mendengar kabar perubahanmu dari orang lain."
Terimakasih, ini cukup untuk membuatku bangkit!
$LAYYYTER
Three Goblin Art
todays bird
almost home

titsay

izzy's playlists!
Mike Driver

Andulka

tannertan36
Sade Olutola

Product Placement

Kiana Khansmith

Kaledo Art
Claire Keane

❣ Chile in a Photography ❣
DEAR READER
Cosimo Galluzzi

Discoholic 🪩

seen from South Korea

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Israel
seen from United States

seen from Russia
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from United States
seen from Indonesia

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Bosnia & Herzegovina
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Argentina
@nazilaaa04
Tadi nemu kata kata yang ngena banget
"Kecewalah dengan elegan, Pergilah dengan senyap, Biarkanlah dia mendengar kabar perubahanmu dari orang lain."
Terimakasih, ini cukup untuk membuatku bangkit!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jurang
Hi semua. Tulisan ini mungkin cukup sensitif dan membutuhkan empati untuk membacanya dengan hati-hati, karena akan menggunakan sudut pandang perbanding-bandingan. Sesuatu yang mungkin tidak nyaman untuk dibaca bagi sebagian orang.
Dalam proses mengamati sekaligus menjalani kehidupan selama 34 tahun ini, terasa sekali bahwa fase yang sedang dijalani saat ini itu benar-benar jelas sekali garis batas kehidupan satu sama lain, antara diri kita dengan orang lain itu kelihatan sekali.
Dulu sewaktu kecil, sewaktu seru-serunya menjadi anak-anak, tidak memandang dunia dari sisi materi, tidak bingung bangun tidur harus bekerja, bahkan ini mungkin terjadi hingga kita SMA. Antara kita dengan teman kita itu sama, sama-sama di fase berjuang. Lagi di fase belajar untuk mewujudkan mimpi masing-masing. Ngerasain kelas yang panas tanpa AC bareng-bareng, naik motor iring-iringan, dan semua aktivitas yang membuat kita terasa tidak ada bedanya satu sama lain. Coba deh perhatikan, teman-teman kita semasa TK, SD, SMP, ataupun SMA dulu. Inget nggak serunya bermain bersama, paling satu-satunya hal yang membuat kita berkompetisi saat itu adalah rangking kelas. Itu pun kadang sadar diri kalau udah ada yang langganan juara kelas berturut-turut, kitanya juga nggak berkecil hati karena tidak juara kelas, enjoy aja, dan ya berjalan sebagaimana biasanya.
Tapi coba lihat semuanya sekarang. Perbedaan antara kita dan teman-teman bisa kayak bumi dan langit dari sisi kehidupan. Di umur yang sama, ada yang masing single, ada yang sudah punya anak mau masuk SD. Ada yang sudah punya rumah, ada yang masih ngontrak. Ada yang kerja dengan gaji puluhan bahkan ratusan juta per bulan, ada yang berjuang biar bisa UMR aja alhamdulillah. Ada yang lagi jalan-jalan ke berbagai kota atau negara, ada yang lagi langganan ke psikolog/psikiater. Ada yang berubah jadi kriminal, ada yang menjadi seorang alim. Ada yang lagi kesulitan finansial, ada yang lagi lapang banget sampai bisa bersedekah tanpa berpikir panjang. Ada yang pernikahannya bahagia, ada yang sudah menjadi duda dan janda.
Perbedaan itu terpampang secara nyata. Dan itu dialami oleh diri kita sendiri dan juga orang-orang yang dulu sekali, tidak begitu lama, mungkin 15 atau 20 tahun yang lalu adalah orang-orang yang bareng sama kita. Yang dulu sama-sama memikirkan tugas sekolah, les bareng-bareng, kalau libur sekolah bikin agenda kelas, kalau ramadan bikin acara bukber kelas. Kalau lebaran, rame-rame keliling antar rumah-rumah.
Tapi perbedaan nasib, garis takdirnya bisa sejauh itu. Kadang, diri sendiri pun merasa begitu asing dengan segala jurang yang ada, begitu tinggi perbedaan yang dimiliki. Kadang, diri juga mengukur-ukur diri sendiri, bertanya-tanya mengapa ada yang bisa sejauh itu sementara kita terasa jalan di tempat, gitu-gitu aja.
Tanpa sadar, bahwa "gitu-gitu aja"nya diri ini juga ternyata jadi sesuatu yang amat berharga bagi teman kita yang lain. Hidup yang saling melihat ini, rasanya semakin membelalakkan mata di umur sekarang. Umur-umur yang menurut kita harusnya sudah bisa mencapai hal-hal tertentu dalam hidup, tapi kita baru mencapai sebagian kecil atau bahkan belum sama sekali.
Kemarin waktu baca threads, ada sebuah utas yang kurang lebih bilang begini : "Umur 42, belum punya rumah sendiri, masih ngontrak pindah-pindah, kendaraan cuma motor ada 1, anak ada dua udah sekolah semua, tiap bulan gaji ngepres buat semuanya. Nggak apa-apa kan?" Dan jawaban orang lain yang membalas, begitu "nyesss" pada baik-baik.
Kadang mulai mikir juga, apa selama ini kita terlalu lama hidup dalam bubble. Hidup dalam perspektif bahwa keberhasilan-keberhasilan itu harus mencapai ini dan itu. Ditakut-takuti jika kita tidak begini dan begitu, nanti hidup kita akan menderita. Hidup kita akan gagal. Gagal menurut orang yang menebar ketakutan tersebut.
Dan kita lupa dan tidak pernah diajari untuk bagaimana caranya bisa bahagia dengan alasan-alasan yang amat sederhana. Kebahagiaan kita penuh dengan syarat, syarat yang kita buat sendiri, tapi sekaligus syarat yang amat sulit untuk kita sendiri penuhi. (c)kurniawangunadi
Ada seseorang yang tidak bisa aku sebut sebagai milik, dan ajaibnya Tuhan menjadikannya sebagai perantara untuk aku lebih banyak belajar. Kehadirannya menjadi dinding yang harus ku lewati agar aku semakin bertumbuh setiap harinya.
Terkadang aku ingin meminta kepada Tuhan agar bisa memilikinya, tapi aku sadar bahwa aku belum cukup untuk mencapai dirinya.
Akhirnya, aku terus meminta kepada Tuhan, agar manusia baik itu selalu dikelilingi hal-hal baik. Dan, puncaknya, aku hanya ingin dia terus bercahaya disana, meski bukan untuk menjadi kita.
Jangan pernah kehilangan.
Jangan pernah kehilangan hal baik yang pernah kita genggam erat. Yang dengannya kita merasa damai, apa adanya, dan punya perasaan tenang terhadap orang lain.
Jangan pernah kehilangan keteguhan ketika sedang mempertahankan prinsip yang baik. Kadangkala, beberapa prinsip yang berbeda akan menghampiri, namun jika kita mengikuti semua yang baru kita temui, maka yang mana kah jati diri kita?
Karena menjadi orang yang jujur terhadap diri sendiri, yang selalu mempertahankan nilai baik yang dianut, selalu butuh kekuatan besar. Sebagaimana sebutir permata yang berada di dasar lautan yang dalam, sederas apapun tekanan air menerjang, ia tak pernah kehilangan kilaunya.
Meski sulit, berat, dan terasa asing, tapi ketahuilah, kehilangan jati diri yang baik setelah sekian lama digenggam akan lebih menyakitkan.
Mempertahankan selalu lebih sulit dari memulai. Jadi, ketika yang dipertahankan adalah sesuatu yang lebih baik dari yang ingin dimulai, mengapa perlu memulai sesuatu yang lebih buruk?
Bertahanlah, ini hanya dunia. Yang kadang tak tentu arahnya, tapi selalu memiliki makna di setiap detiknya.
Kamu, akan selalu menjadi kamu. Jangan pernah meninggalkan kebaikan yang kau yakini, hanya untuk menjadi atau mengesankan orang lain.
@faramuthiaa
Cranfield, 27 Juni 2024 || 00.11 BST
“Kau menyiapkan perpisahan, sedang aku baru saja jatuh dalam kenyamanan.”

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku selalu suka langit
Entah bagaimanapun cuacanya
Panas, mendung, hujan, bahkan kala badainya
Semua terasa megah dengan segala keluasannya
Seakan memberi ruang penuh untuk memeluk raga-raga yang tak dapat mengeluarkan tangisnya
Memberi makna pada diri yang sedang mencari jatinya
Serta,
Membawa pulang jiwa-jiwa yang kehilangan jalannya
“We all live under the same sky, but we don’t all have the same horizon.”
— Konrad Adenauer
“I would like to be known as an intelligent woman, a courageous woman, a loving woman, a woman who teaches by being.”
— Maya Angelou
"Dan pada akhirnya, yang tetap tinggal hanyalah diri sendiri."
Aku menempuh ratusan derita, untuk mengerti bagaimana rasa sejati dari cinta.
Dan, menurutku itu sepadan. Terimakasih atas lukanya, mas.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mas, tau ngga? Kenapa aku setega itu memutuskanmu?
Ya, karena aku menyadari, bahwa aku benar-benar ingin dicintai, dan aku tidak mendapatkannya darimu,
Aku tau persis bahwa aku hanya alat untuk mencapai ambisimu, menikah. Makanya, aku memutuskan untuk tidak melanjutkannya.
Kata² manis yang kau ucapkan menjadi hambar perlahan, karena memang jiwamu tidak hadir di dalamnya.
Karena itu, selamat, atas perempuan barumu. Semoga kali ini kau benar-benar tulus mencintainya.
Kamu selalu Gapapa,
Buat aku yang banyak kurangnya.
Dari sekian banyak langkah untuk maju,
Mengapa harus ragu?
Dari sekian banyak langkah untuk pergi,
Mengapa memilih kembali?
Dan, dari sekian banyak derita untuk terluka,
Mengapa tetap percaya?
Karena kepedulianmu semakin mahal, maka prioritasku atasmu pun semakin dangkal
~Selamat, untuk aliansi yang tak utuh lagi
Terlalu terbiasa dengan luka,
Sampai sakit tak lagi berasa,
Sudah rela, atau mati rasa?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Maaf, Aku pamit ya.
Sepertinya aku cuma bisa bertahan sampai sini saja. Aku ingin sembuh, rasanya aku sudah lelah banget sama hari-hari labil ini.
Hari ini aku tersenyum, sedetik kemudian ngerasa sedih, ketawa, nangis, senyum lagi, sedih lagi. Ini semua gara-gara aku yang selalu mikirin kamu tanpa henti.
Jadi udah ya, kamu disana aja. Semoga kamu bahagia sama pilihan kamu.
Dari aku yang benar-benar ingin bahagia bukan karenamu
Selamat, atas segala apa yang menjadi bahagiamu. Terutama bersamanya. Aku? Ah, biarkan saja. Dengan berjalannya waktu. Lupa adalah ringkasan ceritanya. Selamat malam, titip salam untuk dia yang sedang manja disampingmu.