Cerpen : Gak Sengaja
Kita memiliki banyak sekali pertanyaan yang mirip soal hidup. Apakah karena itu hati kita bertaut? Nada detak jantung kita menjadi harmoni yang selaras karena sefrekuensi. Cara pandang kita terhadap hidup ini pun mirip-mirip. Meski latar belakang hidup kita berbeda jauh, asal kita tidak sama, umur kita juga berjarak jauh. Tapi mengapa semua hal yang kamu ungkapkan sama dengan apa yang aku pikirkan.
Setelah mengetahui semua itu dari tulisan-tulisanmu yang kubaca. Dari pertemuan kita yang tak terencana dan menghasilkan rasa nyaman untuk bertukar pikiran. Apakah kamu tidak pernah berpikir untuk kita menikah saja? Tapi ternyata memang cinta itu tidak bisa dilogika dan tidak masuk akal sama sekali. Kamu malah mengejar sesuatu yang tak mirip denganmu, ia yang bertentangan karena menurutmu menantang untuk ditaklukkan. Dan alasan bahwa yang kamu kejar itu adalah orang lama di hidupmu yang ingin sekali kamu ubah. Sementara aku di depanmu, telah menjadi semua hal yang ingin kamu ubah didirinya. Kecuali satu, aku bukan dirinya.
Karena aku tak bisa mencernanya. Apa ku tanya saja ya? "Kalau ada yang suka denganmu dan telah menjadi apapun yang kamu pikirkan akan berubah didirinya, apa kamu akan berubah pikiran?" "Enggak tahu, belum nemu," ujarmu. "Aku rasa emang cinta bikin buta dan gila. Orang yang memiliki pemikiran sepertimu aja bisa bertekuk lutut otaknya." kataku. Kamu terdiam. Aku menghela nafas. "Kamu mau gak nikah sama aku aja?" OMAYGATT TTTTT APA YANG BARU KUKATAKAN, HEHHHH AKU BILANG APAAAA!!!! KOK BISAAA!!!! BEGO BEGO BEGOOO!!!! AH DASARRR CINTAAA!!!! KOK GA DIPIKIR DULUUU.... AAAAAKUUUU MALUUUUU!!!!! (ujarku dalam hati sembari bingung mau ditaruh mana ini muka) (c)kurniawangunadi











