Bahagiaku Menjadi Bagian Darimu
Allaah melalui skenarioNya selalu membuat kita jatuh cinta, terkagum-kagum atas semua yang terjadi dikehidupan kita, entah bahagia atau sebaliknya. Allaah Sang sebaik-baiknya pemberi, dan kita penerimanya semoga selalu dilapangkan hatinya, memiliki hati yang sanantiasa ridho atas segala sesuatunya. Menjadikan rasa syukur masih yang utama.
Aku ingin berbagi dengn kisahku, terjadi pada diriku sendiri, semoga ada hikmah yang didapat dari sana.
Masih kuingat jelas bahkan tidak akan kulupa saat itu. Saat-saat dimana menentukan arah tujuan, (tentang dunia) kegetiran terus memenuhi isi kepala. Selepas esema bahkan udah semester 2 masih nyusun rencana pengen pindah kuliah ke salah satu PTK di Jawa Barat sana. Alasannya satu "pengen kuliah tanpa biaya dan nggak bikin repot rangtua".
Semua telah dipersiapkan sebelumnya dengan matang dan rasa pede yang sedikit berlebih, diri merasa mampu tembus menjadi salah satu nama diantara ratusan yang diterima. Dan benar yang terjadi, namaku nihil dan tidak tercantum dalam lembar pengumuman final.
Perasaan kala itu? Ahh sudah tidak perlu dipastikan lagi, tambah berantakan, nggak karuan, bahkan saat itu masa depresi terberat selepas esema.
Hingga akhirnya Allaah dengan rencana lain menghantarkan mimpi dan doa kala itu, seorang aku diterima disalah satu PTK Negeri Jogja, tidak bayar dan bebas biaya ukt semacamnya + uang makan dan asrama, sebenernya kalau otakku bisa diajak mikir jernih saat itu harusnya bersyukurnya udah lebihlebih. Karena kuliah sebelumnya ukt 6jt belum transport, belum wang jajan dkk 💔
Akhirnya aku putuskan pindah kuliah dari solo ke Jogja. Kuangkuti segala sesuatunya, mulai barang hingga kenangan. Awal masuk berfikir semua akan baik-baik saja, tapi ternyata diluar dugaan, baru juga kala itu nyampai asrama semua kekhawatiran dan overthinking dimulai kembali dalam wujud baru.
Bukan main rasanya, banyak sekali pikiran negatif yang muncul disana, ada perasaan menyesal, ada sedih, ada kecewa, dan teman-temannya. Komplit banget rasanya. Hingga pikiran pengen pindah kuliah itu muncul kembali. Aku tidak terlalu mengerti apa yang ada diotakku saat itu, yang hanya menginginkan pindah, pindah dan pindah. Sudah berkali-kali diingatkan keluarga, sahabat, bahkan teman. Tapi rasanya nihil. Aku cuma ingin pindah. Astaghfirullah dasar aku di masa lalu :((
Tak berhenti disana, kugerakkan berbagai upaya untuk keluar dari kampus itu, kudaftari kampus lain yang menawarkan beasiswa full bahkan pernah daftar seleksi CPNS menjadi seorang sipir dan langsung bekerja. Etah mengapa pikiranku kala itu terlalu dangkal, tidak memikirkan efek atau akibat setelahnya. Lagi-lagi Maha baiknya Allaah tidak mengijabah doa dan ikhtiarku kala itu, dan menghadirkan kebahagiaan saat inj aku rasakan.
Perasaanku kala itu dirundung resah, mampukah aku bertahan di tempat dimana bertolak belakang dengan prinsip diri ini, orang-orangnya, lingkungannya, bahkan hampir semuanya aku tidak suka. Bahkan hampir 1 tahun pertama disana, aku sudah hampir gila yang memaksakan bertahan dan terlihat baik-baik saja. Sulit banget damai dengan diri, selalu baikbaik saja dihadapan banyak orang, dann lainnya.
Sebwah hikmah "Pertolongan Allaah itu selalu hadir tepat disaat hambaNya udah bener-bener kehilangan arah, bahkan hampir putus asa. RahmatNya ga pernah putus emang huhu 😫😭"
Hingga akhirnya titik terang menyapa, sudah hampir setahun disana ada program kalo di UNS dulu namanya AAI kalau ditempatku namanya mentoring dan KIAI, disana Allah dengan baiknya mempertemukan orang-orang yang kuanggap sefrekuensi denganku. Namun kala itu mereka yang kuanggap lingkungaku sudah mahasiswa tingkat akhir,bentar lagi lulus dan akhirnya aku sendiri lagi. Disana timbul lagi perasaan sedihnya, takut kehilangannya dkk. Gituu terus pokoknya.
Alhamdulillah nya dari sana juga, ada salah satu manusya baik yang menyadarkanku kala itu yaitu kak mentorku sendiri, maasyaAllaah banget mbaknya setelah kucurhati utuh tentang diriku tentang masalah yamg kuhadapi, dengan sabarnya beliau ngejawab. Dan itupun nggak sekali duakali hingga diriku paham butuh berkali-kali bangett. Ga paham lagi sama mbaknya hatinyaa dibuat dari apa sampai sesabar itu.. Emang saat itu aku orangnya rewel bangetbgettt. Sampai sekarang kalau ketemu si mbaknya selalu malu. karena dulu aku pernah kekgitu pernah ngalamin masa downku. Mbakk makasih banyak atas kehadiran dan nasihatmu yang selalu kupegang dan kupertahankan hingga sekarang. InsyaAllaah lisa udah bisa menerima diri dan bismillah lanjut hingga lulus. Aamiin.
Tak berhenti disana sih sebenernya akutuh udah Allaah kode dengan dihadirkan salah satu sahabat yang ga cuma shalihah tapi hafidzah. Kurang apa coba? Tapi lisa kala itu nggak begitu menghiraukan pesan nasihatnya padahal dia lebih fasih dari aku yang nol putul ini. Ya Allaah mbak beb kalo aku inget kelakuanku kala itu. Huaaaa maaafkan aku ya mba, semoga Allaah membalas kebaikan-kebaikanmu itu. Terimakasih sudah hadir dan terus narik diri ini pas udah mau nyemplung ke kubangan lumpur yang sama. Aku sayang kamu karena Allaah mbak 😫😭😭😭
Huaaaa, sebenarnya ceritanyatuh panjanggggg banget tapi karena keterbatasan bahasa baik yang kupunya, kuputuskan mengakhiri cerita randomku saat itu. Intinyaaaa benerbener kalau bukan Allaah yang ngirim mereka ke kehidupan kita buat nguatin dan ngelurusin jalan biar ngga kesasar emang siapa lagi? Sekarang malah bersyukur banget pindah ke kampus yang sekarang, gimana ndaak? dulu boro-boro rutin ngaji sekarang semenjak bertemu dirinya alhamdulillah insyaAllah semogaa selalu istiqomah dan bisa nyusul dia menjadi hafidzah :""""") sadar banget kalau ini jalan yang Allaah pilihkan buat aku supaya lebihlebih shalihah dari sebelumnya yg naudzubillah banget..
Dari sini dan sampai sini paham kalau tujuan Allaah buat aku bertahan sampai sekarang itu baiikkkkk banget 😭😭😭 maasyaAllaah, ternyata Allaah udaaa kangen banget sama aku yang terlampau banyak ngelakuin dosa berulang-ulang. Melalui perantara mereka menjadikan Lisa semakin baik dari sebelumnya aamiin, Buat terus dekat dan semakin dekat denganNya, Dia hadirkan dulu rasa-rasa sebelumnya buat kita berfikir dan berkaca kalau selama ini ngga ada yg namanya rencana burukNya Allah, semua rencana Allaah itu baik dan terbaik buat hambanya 🌼
Terimakasih juga sahabat-sahabatku lain, yang turut membantu menyuarakan nasihat emasnya. Tanpa kalean aku nggak bakal ngerti arah dan tujuan. Satu doaku jazakumullah khayr untuk rangorang baik disekelilingkuh. Lisa sayang kalian karena Allah 🥰 Semoga kita semua dimampukan dalam menghadapi lautan cintaNya. Mendayung kebaikan bersama hingga sampai ke SurgaNya.
Aamiin Ya Robbal'alamiin.
Lisa bahagia, melalui syukur Lisa selalu bahagia. Alhamdulillah.