Sending warm wishes for a blessed and peaceful Ramadhan. 🌙
As we observe this holy month, may our prayers and fasting bring us closer together and fill our hearts with kindness. 🤲✨
seen from Türkiye

seen from Germany

seen from Brazil

seen from Türkiye
seen from China
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from Germany

seen from Yemen
seen from Germany

seen from United States
seen from Russia
seen from Saudi Arabia
Sending warm wishes for a blessed and peaceful Ramadhan. 🌙
As we observe this holy month, may our prayers and fasting bring us closer together and fill our hearts with kindness. 🤲✨

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ramadhan Kareem to all my Muslim friends 🌙✨ May this month bring peace, gratitude, and deep reflection. Let’s lean into kindness, patience, and community — small acts matter. Wishing you accepted prayers, blessed fasts, and a heart full of light. 💫🤲
Ramadan moves back by about 10 to 11 days each year, shifting through the seasons in a 33-year lunar cycle before returning to roughly the same time on the calendar.
The graphic tracks that full rotation, including 2030, when Ramadan is expected to be observed twice in one calendar year.
Ramadan Mubarak 🌙
Back To Masjid
"Mengheningkan Cinta"
Yuk hadir dan mengheningkan cinta bersama:
🎙 Ustadz Bayu Vedha
(Co-Founder Klinik Nikah Indonesia)
🗓 Sabtu, 21 Februari 2026
⏰ 18.00 WIB – Selesai
📍 Masjid Anak Muda (Masjid Husnul Khotimah), Kediri
https://maps.app.goo.gl/jjT2g3oHCTqs4ghz6
🤲 Free untuk umum
✨ Siapkan infak terbaik
🕌 Hadir lebih awal untuk sholat Magrib berjamaah
Daftar sekarang melalui link di bio atau scan QR di poster ya!
ngajikita.com/backtomasjid
#BackToMasjid #MengheningkanCinta #NgajiKita #KajianKediri #MasjidAnakMuda RamadhanKareem
Ramadhan 30
Pukul 02.00 saya menuju selayat dengan kakak. Sepanjang jalan saya hanya istirahat dikunri belakang, semua persiapan makanan, cemilan air dan buah sy letakkan tidak jauh dr tempat duduk.
Setelah sampai di Pelabuhan Bira, kami menyebrang selama dua jam dan sampai. Di rumah semua sudah berasa tanda2 besok idul fitri. Tahun ini saya hanya bisa istirahat dan makan, pkus minum obat. Aneh dan gemmes saya sendiri.
Semoga tak sakit lagi.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Menemukan kembali makna Ramadhan
"I'm leaving soon, take care of your iman" –Ramadhan
Ramadhan sudah bertemu di penghujungnya, rasanya mengharubiru akan bertemu hari raya, tapi juga belum rela kehilangan bulan yang penuh kehangatan dan keberkahan ini. Ramadhan ibarat tamu yang dinanti-nanti setiap tahun, ia hadir untuk menjadi pengingat, sejauh mana kedekatan kita pada Allah, dan sekuat apa kita berperang dengan nafsu dan diri sendiri. Setiap tahun ia datang dengan milyaran kebaikan, keberkahan dan ketenangan yang memenuhi sudut hati orang-orang yang Dia kehendaki.
Dan tibalah saatnya aku bertemu di akhir halaman. But i'm just wondering, apakah aku sudah berbuat cukup? Apakah aku telah memuliakan bulan ini sebagaimana Allah telah memberi banyak sekali nikmat yang bahkan aku sendiri tidak sanggup menghitungnya? Sebagaimana jiwaku yang selalu membutuhkanNya, sebagaimana pintaku yang tidak ada habisnya. Dan akhirnya, lagi-lagi aku hanya bisa berdoa semoga sekecil apapun usahaku—doaku, dzikirku, ibadahku, sujudku—semuanya diterima oleh Allah SWT. And that's all enough for me.
Malam ini, seolah-olah ia berbisik; "Take care of your iman" , "Jaga imanmu".
Sekarang aku sadar, bulan ini bukan hanya sekedar tentang puasa, terawih, atau buka bersama—tapi tentang menjaga sesuatu dalam diriku yang seharusnya tetap ada, bahkan setelah Ramadhan sendiri itu pergi. Dan aku akan berusaha mengingat,
Bahwa hanya karena Ramadhan pergi, bukan berarti hubunganku dengan Allah harus ikut pergi.
Abi pernah berpesan; Ramadhan adalah momen mentarbiyah diri, seharusnya ramadhan menjadi tolak ukur kualitas ibadah, amal, dan kedekatan kita dengan Allah.
Ya Allah, biarkan cahaya dan keberkahan ramadhan ini tetap ada dalam diriku, membimbing dan menemaniku bahkan setelah hari-hari ini berlalu. Biarkan hatiku selalu terpaut dan merindukan-Mu sebagaimana aku merindukan-Mu di malam-malam mulia ini. Aamiin
30 Ramadhan 1446 | 30 Maret 2025
Melepas Ramadhan
2025.
Sekitar tiga tahun terakhir, aku baru merasakan ramadhan dengan ritme hidup yang berbeda. Menjadi manusia pekerja kala ramadhan, yang aktivitas hariannya tidak ada bedanya dengan hari-hari biasa, menjadi tantangan tersendiri buatku untuk menyadari sepenuhnya jika hari-hari itu adalah istimewa. Supaya bekerja di kala ramadhan tidak hanya punya perbedaan di; sedang berpuasa dan tidaknya saja, pulang lebih cepat untuk bisa berburu takjil, atau kesempatan mendapat THR di akhir bulan.
Kalau dibandingkan dengan ritme ramadhan di tahun-tahun sebelumnya, rasanya banyak yang lebih spesial. 6 tahun sekolah di asrama, bulan ramadhan punya jadwal khusus yang berbeda dari hari biasanya. Tidak ada pelajaran, libur sejak 10 hari terakhir ramadhan supaya bisa i'tikaf di rumah, safari tarawih ke masjid sekitar asrama, target khataman bersama, selalu mendengar lantunan Al-Qur'an dari teman-teman hampir setiap saat di kelas ataupun di asrama. Bahkan dua tahun aku mendapat kesempatan untuk mengabdi ke desa-desa, mengajar anak-anak TPA dan warga desa di sana, berlatih kultum, serta mengadakan acara untuk menyemarakkan ramadhan.
6 tahun di SD, sekolah juga lebih santai karena anak-anak berpuasa. Sore harinya rutin datang ke masjid untuk buka puasa bersama, lalu malamnya berangkat tarawih bersama teman-teman satu permainan. Meskipun di masjid juga belum tentu kami khusyuk melaksanakan sholat. Kadang lebih banyak tertawa dan lari-lariannya.
Setelah menjadi manusia pekerja, menjalani ramadhan ternyata cukup ada tantangannya. Tapi sebenarnya, semua ada di dalam diri kita; bagaimana memaknai dan memandang hari-hari saat ramadhan. Memastikan supaya sepanjang hari bukan hanya perkara menahan haus dan lapar saja, karena ritme hidup yang hampir sama persis seperti hari-hari biasa.
Kuusahakan setiap aktivitas adalah bentuk penghambaan dan sarana mendulang pahala. Kubiasakan untuk membaca doa sebelum bekerja, mengisi waktu kosong di atas motor dengan zikir, berusaha untuk bisa tarawih tepat waktu setelah isya, termasuk mengusahakan ke teman-teman yang mengajak buka bersama supaya tetap bisa tarawih bersama juga. Kuusahakan untuk bisa bangun sahur tepat waktu dan membantu ibu di dapur, memulai segala aktivitas dengan basmalah, mengganti playlist saat bekerja dengan musik religi atau murotal, dan niat membelanjakan harta untuk sedekah, dengan berbelanja ke penjual yang tampak benar-benar membutuhkan pemasukan.
Hari ini adalah malam ramadhan terakhir. Dan aku merasa sungguh kurang maksimal dalam memanfaatkan waktu sebulan terakhir.
Semoga ramadhan tahun depan masih menjadi rezeki untukku dan keluargaku. Inshaallah
Ramadhan 29
Semalam sy setelah sendu melepas jumat terakhir di ramadhan ini, saya merapal banyakbsyukur, setelah melihat langit sembari dapay bertasbij dan terlentang. Saya semalam melaksanakan sholat tarwih dan witir dengan kondisi demikian. Allah sayanh pada saya batinku. Semua view ini atas izinnya, semua keadaan ini atas kehendaknya.
Hari ini pulang ke rumah, sekalian siap2 untuk ke selayar. Semoga dimudahkan dalam perjalanan.
2