Dari Balik Pintu Kamar Mandi
Aku melihatnya malam itu,
Dalam remang lampu kamar mandi
ia jongkok, memegang sikat kecil
Seolah hanya itu cara untuk tetap waras
Aku melihatnya malam itu,
Tangannya sibuk menggosok lantai,
Pada tiap centi ubin, pada tiap centi celah
Dengan tenaga seperti sedang menghukum sesuatu
Sesuatu yang tak pernah benar-benar ada disana
Aku melihatnya malam itu,
Tapi aku tahu ada ribut dalam kepalanya.
namun gerak tubuhnya penuh tekad,
seolah noda-noda itu menyimpan jawab atas resahnya.
Aku melihatnya malam itu,
Air sabun yang terus ia alirkan,
bercampur dengan sisa-sisa keringat dan mungkin,
kesedihan yang tak bisa dia ungkapkan padaku
Aku melihatnya malam itu,
Seolah ubin itu melawan dirinya,
mengingatkannya pada sesuatu yang ingin ia lupakan.
Aku ingin menepuk bahunya,
âistirahatlah, tak semua noda pada ubin itu bisa bersih.â
Tertahan pada rasa takut menyentuh luka yang belum sembuh.
Memandang dari ambang pintu,
ia akan selesai sebelum dirinya sendiri ikut terkelupas
seperti sabun di lantai yang tak kunjung ia biarkan kering.