âAku mau nanya deh, serius nih. Jarang jarang kan serius hahahaâ selorohnya siang itu.
Dia merubah posisi duduknya, menghadap ke arahku sambil tertawa, geli sendiri dengan ucapannya barusan.
âKadang aku suka ketawa sendiri kalo inget ini. Bisa deket sama kamu, bisa sampe kayak sekarang gini. Tsaeeelaah hahahaâ
âBecanda terus deh kamu mah haha, katanya mau nanya seriusâ Aku tertawa melihat tingkahnya seperti itu.
âIya iya serius nih, akhirnya apa yang bikin kamu mau sama aku? Aku ganteng, nggak. Tajir, nggak. Terus karena apa gitu? Pasti ada sesuatu kan.â
Kali ini giliran aku yang tertawa. âKenapa ya? Haha kalau ditanya kenapa ya aku juga nggak tahu kenapaâ.
Tapi kalau kamu mau aku jabarkan, gampangnya gini : untuk masalah ganteng atau cantik itu kan relatif, selama aku masih bisa terima kamu dengan dirimu yang begini, ya itu bukan masalah lagi kan?
Terus untuk masalah tajir atau nggak tajir, yang aku lihat kamu itu orang yang bertanggung jawab sama dirimu sendiri, sama keluargamu. Dan kamu orang yang mau berusaha, nggak gampang putus asa. Jadi aku percaya kelak kamu juga nggak akan membiarkan istri dan anak anakmu kesusahan đ.