Inspirasi - Raditya Dika & Daniel Mananta
Video dengan durasi hampir 1 jam ini, menyajikan 2 orang yang menurut saya sangat menarik kalau mereka sampai berdiskusi dalam 1 podcast, dan dugaan saya ternyata benar, ada gaya dari Podcast Daniel Mananta yang banyak membahas mengenai kehidupan dan spiritualitas ikut terbawa ke podcast Raditya Dika yang jenaka, jadi menonton video ini memberikan pelajaran hidup dan juga hiburan karena pembawaannya yang tidak terlalu serius.
Ada hal yang saya coba tarik sebagai poin yang bisa dipelajari, salah satunya karena Daniel mengutip kata-kata dari EdoZhell yang sempat diundang ke Podcast Daniel Tetangga Kamu, yang membahas tentang Purpose in Life atau tujuan hidup, banyak orang meromantisasi istilah Find Your Purpose atau Find Your Call, padahal sebetulnya "Purpose" itu diberikan oleh sang Pencipta bukan kita yang mencari, seperti layaknya handphone atau contohnya adalah iPhone, kita perlu dapat penjelasan dari penciptanya, yaitu Steve Jobs, apakah iPhone itu seperti handphone biasa yang digunakan untuk telepon saja? atau lebih dari itu iPhone memiliki Purpose sebagai benda yang bisa menjadi sumber hiburan, namun yang bisa menjelaskannya tentu adalah si creator atau si pencipta produk tersebut. Nah cara untuk mendapatkan Purpose itu adalah dengan mendekatkan diri ke sang Pencipta kita, yaitu Tuhan melalui doa.
Poin lainnya yang menarik dari Video Podcast ini adalah mengenai persahabatan, dalam hal ini baik Daniel maupun Raditya Dika, sama-sama tidak memiliki teman, ini mungkin diakibatkan dengan trauma masa lalu mereka masing-masing, sehingga mereka melindungi diri dengan tembok, karena mungkin takut disakiti ataupun takut apabila dimanfaatkan oleh orang lain, hal inilah yang mengakibatkan hilangnya kesempatan bagi orang-orang yang sebetulnya memiliki niat baik untuk berteman dengan mereka. Tetapi sebetulnya setiap dari kita, tentu memiliki kerinduan untuk memiliki hubungan personal yang dekat tanpa sekat dengan orang lain, karena mungkin dengan hadirnya media sosial, sering interaksi kecil atau yang kita kenal dengan istilah basa-basi, saat ini mulai terlupakan, karena media sosial itu jadi menghilangkan kesempatan kita untuk sekedar menanyakan kabar atau kegiatan yang sedang dilakukan, obrolan ngalur ngidul yang bisa mendekatkan kita dengan orang lain.
Poin lainnya adalah mengenai Pensiun, untuk orang yang mengikuti beberapa video Raditya Dika, kita bisa mengetahui kalau seorang Raditya Dika adalah penganut FIRE (Financial Independence Retire Early), dimana biasanya orang-orang yang mengejar FIRE itu semasa mudanya bekerja habis-habisan untuk mengumpulkan sejumlah uang sehingga mereka bisa pensiun dengan nyaman. Namun permasalahannya muncul ketika ada orang yang menyadari kalau sebetulnya mencapai pensiun itu ternyata tidak semenyenangkan itu, karena banyak yang jadi luntang lantung, karena sebetulnya otak masih produktif, tapi sudah tidak memiliki kegiatan apapun, bahkan ada yang memberikan statement "Kita bekerja keras dengan mengorbankan waktu yang tidak bisa kembali, untuk uang yang tidak bakal kita gunakan", hal tersebut juga menjadi pengingat bagi kita yang mendengarkan podcast, bahwa sebetulnya semuanya itu sebaiknya dinikmati. Disinilah Daniel membawa kembali pandangannya berdasarkan Alkitab, bahwa di Alkitab kristen, tidak ada istilah pensiun atau retired, karena memang Tuhan tidak meminta ciptaannya untuk pensiun. Konsep pensiun sendiri baru ada di tahun 1800an oleh orang Jerman, yang artinya sampai akhir hayat, kita tetap perlu menjalankan "Purpose" kita. Konsep yang dikenal di dalam agama Abrahamic adalah istirahat atau ada yang menyebutnya sebagai Sabath, dimana kita bekerja selama 6 hari dan di hari ke 7 kita istirahat, dan istirahat disini bukan berarti malas-malasan, mungkin di hari ke 7 kita recover, dengan tidur siang atau versi Daniel adalah Simple Saturday, dimana dia disconnect dari semua gadget hanya untuk berkumpul dan menghabiskan waktu dengan keluarga, disana Ia merasa "Re-Charge" kembali, atau dari veri Raditya Dika, Life Razor, dimana kita memerlukan pisau yang bisa secara tegas memisahkan antara waktu bekerja dan waktu untuk beristirahat.
Kurang lebih tiga poin itulah yang saya bisa dapatkan dari Video Podcast ini, mengenai Purpose, Persahabatan dan Istirahat. Semoga tulisan saya bermanfaat dan jangan lupa untuk menonton video nya.