Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
SETIAP HARI KITA BERIKRAR BAHWA ALLAH MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG
"Abi, hapenya jatuh." Anak saya yang paling kecil mengadu bahwa dia baru saja menjatuhkan hape saya.
Saat itu saya sedang berwudhu. Tentu saja aneh kenapa ia sampai harus terburu-buru lapor segala di tengah saya masih wudhu. Ternyata begitu saya pastikan apa yang terjadi, hape saya jatuhnya dari lantai dua!
Waduh, rusak dong kalau begini jadinya! Saya menahan diri sebisa mungkin untuk tidak marah. Dia kan baru lima tahun, lagipula pasti tidak sengaja menjatuhkannya.
Saya tiba-tiba teringat cerita seorang teman SMU, saat ia masih kecil pernah memecahkan vas bunga. Ibunya memarahi habis-habisan. Beberapa tahun kemudian ia baru tahu bahwa vas bunga itu hanya berharga murah.
Sampai dewasa peristiwa itu tidak bisa hilang dari ingatannya, bahwa hanya karena sebuah barang murah yang ia pecahkan, harus dimarahi hingga hatinya pecah berkeping-keping.
Jadi, saya hanya memberi nasihat saja pada si kecil, agar lebih hati-hati lagi kalau sedang main hape orang tuanya. Bagaimanapun, saya lebih menyayangi buah hati sendiri daripada sebuah hape.
Memaafkan adalah bukti rasa sayang tersebut. Dan tentu saja saya tidak ingin memecahkan hatinya berkeping-keping hanya karena hape saya juga pecah.
Cerita ini mengingatkan pada sebuah tulisan Syeh Al-Buthi, seorang ulama syahid dari Suriah. Beliau dengan panjang lebar menguraikan betapa Allah sayang kepada manusia sebagai mahlukNya.
Rasa sayang ini dapat kita temukan buktinya dalam berbagai ayat maupun hadist. Salah satunya seperti disebutkan dalam Surat Al-Isra ayat 70 bahwa manusia dianugerahi berbagai macam keistimewaan, karena Allah menyayangi mereka,
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
"Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan."
Oleh karena itu, kita harus yakin bahwa Allah akan senantiasa memaafkan kekhilafan yang kita lakukan. Kita harus berbaik sangka, bahwa Allah tidak akan menolak taubat hambaNya dan membiarkan hati kita hancur berkeping-keping.
Hanya saja kita yang tidak mau meminta maaf kepada Allah. Justru kita yang menunda-nunda taubat dan istighfar. Sejatinya kita lah yang tidak menyayangi diri sendiri.
Bulan Ramadhan adalah Syahrul Maghfiroh. Jangan tunda lagi untuk menyempurnakan taubat kita di hadapan Allah, dengan penuh keyakinan bahwa Dia Maha Memaafkan lagi Maha Penyayang.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!
https://t.me/semangatsubuh
Selamat menunaikan ibadah sholat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin