tiba-tiba tiba juga sampai bahas ini
Baru kemarin ngobrol sama Ust Cahyadi Takariawan, bahas visi misi pernikahan. Akhirnya kepikiran ini juga . . . yuk lah
Tiba-tiba mikirin nikah, tiba-tiba juga kepikiran, sebenernya mau nyari apa sih?
suami sekaligus partner hidup?
atau mau nyari, suami, partner hidup, sekaligus imam dalam rumah tangga?
ans: ya beda kalu menurut aku sih,
banyak noh yang cuma jadi suami, asal bisa nafkahin lahir batin, ngasih cinta dan kasih sayang, punya duit ajak jalan-jalan, blanjain ini itu, yang penting menyenangkan istri, nah itu suami,
bucin: terus kalo yang sekaligus partner hidup?
ans: ya seenggaknya kita dilibatkan dalam banyak hal, termasuk mengambil keputusan. namanya rumah tangga kan berdua, ya kali apa-apa si misua mutusin sendiri, kalo kamunya ga nyaman? mau makan hati seumur hidup?
bucin: ya engga lah, enak aja. terus-terus?
aku: terus-terus dah kek tukang parkir aja.
ya gini ya, namanya partner itu kan saling, berarti kita sering di ajak berdiskusi, kalau apa-apa mutusin sendiri itu sih bukan partner, kamunya cuma jadi follower wkwkwk.
itu baru apa-apa mutusin sendiri, makin ga enak kalau apa-apa si doi bilang “terserah kamu aja sayang” hayoooloh ya enak sih bisa berbuat sesuai keinginan, tapi coba pikirin, pas kamu lagi jalan berdua ceritanya biar makin deket gitu sama misua, terus kamu tanya “kita mau pergi kemana?” “terserah kamu aja.” “kita mau makan apa?” “terserah kamu aja” kamu pengen baju yang mana?” “terserah kamu aja” “kamu hari ini mau makan apa?” terserah kamu aja” “rumahnya mau beli yang mana, interiornya apa, mau lantai berapa?” terus sampailah pada “kita mau makan pake apa? beli beras pake apa? beli susu anak pake apa?” semua jawabannya bisa-bisa “terserah kamu aja” wkwkwk. apa ga mumet jadi perempuan?
paling ga enak ketemu laki yang begini adalah ga bisa ambil keputusan. sebagai partner, diskusi itu penting dilakukan. ada banyak hal yang berbeda dari dua kepala, diskusi ini lah yang menyatukan. sharing tentang kerjaan, sharing tentang seharian ngapain aja, apa aja yang terjadi hari ini di rumah atau di kantor, gimana anak-anak, pengen jalan kemana akhir pekan, kalau ada persoalan bisa saling berbagi solusi? ini partner.
bucin: lah begono ya, terus kalau mencari imam keluarga juga gimana tuh?
ans: ya dia yang bisa membimbing kamu, mengarahkan kamu. dalam hal berdiskusi sebagai partner kan pasti ada satu dua hal yang menjadi persoalan. dari sini lah peran suami sebagai imam hadir, dia yang mengarahkan kita bagaimana seharusnya menghadapi persoalan ini dan itu. makanya, yang mencari imam pasti nyarinya laki-laki yang berwawasan, paham beragama, juga paham bersosial. membimbing sesuai tuntunan dalam agama mengarahkan bagaimana bersikap dalam menghadapi persoalan. ini kalau ga punya wawasan mau gimana mbimbingnya? gimana ngarahinnya?
kalau kita berbuat salah, nasihatnya hadir dengan cara yang baik. ada saran yang tepat dan tidak menghakimi. ga semua orang bisa jadi imam, kebanyakan berhenti sebagai partner. bisa memberi solusi dan mengarahkan, tapi tidak bisa membimbing kita dalam kebaikan.
bucin: ya bener sih, nah terus gimana bisa tau mau nyari yang mana? kayaknya sama aja orang mah nikah nikah aja biasanya engga mikir ke sono ceng aceng.
ans: lah, orang nikah kan punya tujuan, ya sesuaiin sama tujuan elu lah cin. ntar jadi tau dah butuhnya pasangan sebagai apa dalam pernikahan.
tapi ya itu cin, ini kan menurut aku. kalau benar ya Alhamdulillah, kalaupun ada salah ya mohon dikoreksi kan gitu. wong aku ya belum pengalaman menikah wkwkwk cuma aku belajar memahami pernikahan biar ga salah langkah apalagi salah pilih. ya kan?
- dari aku yang sok tau, semoga saja membantu.