Perkara sholat subuh biar bisa berjamaah di masjid itu bukan perkara bangun jam berapa atau berapa alarm yang sudah kamu siapkan, tapi perkara tidurnya jam berapa.
Ustadz siapa gt lupa tadi namanya

Andulka
Xuebing Du

Product Placement

Janaina Medeiros

izzy's playlists!

@theartofmadeline

Kaledo Art

ellievsbear

★
NASA
cherry valley forever
d e v o n
sheepfilms
trying on a metaphor
YOU ARE THE REASON

JVL
Keni

❣ Chile in a Photography ❣
seen from Iraq

seen from Estonia
seen from Mauritania
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Canada
seen from Pakistan

seen from United Kingdom
seen from T1
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Israel
@gakpaketelor
Perkara sholat subuh biar bisa berjamaah di masjid itu bukan perkara bangun jam berapa atau berapa alarm yang sudah kamu siapkan, tapi perkara tidurnya jam berapa.
Ustadz siapa gt lupa tadi namanya

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Karena nggak harus nunggu galau buat nulis puisi menyayat hati dan nggak harus nunggu jatuh cinta buat nulis puisi indah, bisa saja itu temen kita yang lagi iseng lihat sosmed kamu yang nggak dilogout. 😢
Irul, yg kmren kena iseng temen sendiri di fb
Draft Senja (1)
Senja dan sendu. Aku dan kamu. Seperti rindu di penghujung malam minggu. Menantikan hari esok untuk kembali bertemu. Untuk kemudian dipisahkan (lagi) oleh senja dan sendu.
Keteduhan. Sederhananya dia, biasa tawarkan kenyamanan, janjikan ketenangan. Sahajanya dia, mampu benamkan terik kesedihan dengan santainya. Ketika berahi bersambut, hati pun kadang mulai terhanyut. Bahaya laten keteduhan, bagi siapa yang tak kuasa menolaknya. Payung misalnya. Dan bahu pastinya. Iyuuuhh. #bayarhutang #30haribercerita #30hbchari29 @30haribercerita (at Amaris Cirebon)
#30haribercerita #30hbchari27 #30hbcmenggambar Aku enggak bisa menggambar. Aku enggak bisa bercerita. Aku enggak bisa apa-apa. Aku enggak punya apa-apa. Aku hanya punya ini.... Apa? Cinta? Bukan itu, bukan... Aku hanya punya seperangkat sketchpad dan pulpen pilot :( Halah-halah. 😅

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
#30haribercerita #30hbchari26 @30haribercerita Aku segera mencari tempat duduk yang paling nyaman dan mulai kupasang earphone untuk memainkan daftar lagu yang sudah aku atur semalaman sebelum berangkat. Volume tak perlu keras, secukupnya saja. Kurasakan hembusan angin malam ini sesekali berubah agak liar ketika deru rombongan gerbong besi tua yang angkuh itu melintas di depanku. Lantunan nada legendaris yang berasal dari pengeras suara membangkitkan konsentrasi orang-orang untuk mulai menyimak suara tegas dari petugas yang muncul kemudian. Beberapa diantaranya mulai berjalan mendekati gerbong sambil melirik cepat ke arah kertas yang dibawanya. Saat tiupan peluit dari petugas mulai terdengar, kurasakan kecepatan langkah beberapa orang dari belakang meningkat tajam bersamaan dengan dentuman suara yang cukup keras dari lokomotif. Aku hanya tersenyum, teringat akan kebodohan setahun lalu ketika hampir saja ketinggalan kereta karena salah stasiun. Hahaha bodoh sekali. Aku suka kereta dan stasiun. Meskipun sudah sekitar satu jam aku duduk di ruang tunggu ini, tapi entah kenapa dari dulu aku selalu suka menunggu di stasiun. Bukan rindu akan kenangan atau yang lainnya. Entahlah, hanya suka saja, enggak ada alasan lain. Seperti aku suka kamu, hanya suka saja titik hbs. Halah-halah. (at Stasiun Gambir)
#30haribercerita #30hbchari25 @30haribercerita Hai. Aku senang loh akhirnya bisa main ke kotamu. Kota kecil yang mungkin hanya seluas Jakarta Selatan, tapi dengan suguhan ketenangan dan keramahan. Aku senang bisa melihatmu lagi malam itu. Meski langit mendung, tapi hatiku tidak. Kita makan bersama, bercanda bersama, hanya berdua saja sambil melihat bintang yang ternyata tidak ada. Kan mendung. Tapi aku tidak senang saat malam itu harus berakhir. Kita berpisah arah jalan. Aku harus pulang untuk muludan. Sedangkan kamu pulang untuk natalan. Bentengnya Marcell tinggi banget sih ya, susah diraihnya. Wassalam.
#30haribercerita #30hbchari24 @30haribercerita Pernah gak sih kamu senyum-senyum sendiri gitu, merasa bersyukur banget, merasa apa yang jadi keputusan hidupmu yang sekarang itu ternyata sebelumnya sudah dikasih tanda-tanda oleh Tuhan. Aku sering! Hahaha. Berikut salah satunya. Jadi dulu itu aku pernah ke Jakarta sendirian. 10 tahun yang lalu lah kira-kira. Waktu itu diundang untuk penyerahan hadiah lomba layout web gitu. Seumur-umur, waktu itu adalah kali kedua aku ke ibu kota, sebelumnya cuma study tour sewaktu smk. Nah, pengalaman sendirian ke ibu kota waktu itu ternyata jadi rutinitasku yang sekarang. Hidup di ibu kota dan bidang pekerjaan yang aku geluti juga sama seperti lomba waktu itu. Wohhh!. Padahal keputusan kerja di ibu kota dan bidang pekerjaan yang sekarang bukan tujuan awal. Dulu gak pernah terlintas sedikit pun kota Jakarta sebagai cita-cita awal, bahkan cenderung berpikir, ah terlalu muluk, yang biasa-biasa saja lah. Dulu pengennya kerja di Surabaya saja atau kalau pun merantau, cukup di Yogyakarta atau Malang, asik bin adem tempatnya. Bidang pekerjaan juga sempet kepingin yang macam-macam. Ala-ala labil gitu. Ingin jadi musisi lah, pemain bola lah, ahli jaringan lah, animator handal lah. Eh, ternyata ujung-ujungnya malah di bidang yang justru dulu adalah hal pertama kali yang saya pelajari dan suka. Laahh! Hhahaha. Tuhan itu maha keren pokoknya. Dia mengatur hingga secuil langkah kehidupan yang kita jalani. Dia itu selalu menunjukkan apa yang terbaik untuk kita. Kalian juga pernah merasa gitu gak? Bersyukur yuk. 😊 #masihhutangbanyakcerita #bisabisamolorsampekfebruariinimah
#30HariBercerita #30hbchari22 @30haribercerita Akhinya. Setelah sekian lama hanya menjadi isu remeh, akhirnya masalah kantong plastik sudah menjadi perhatian banyak pihak, buktinya beritanya pun masuk halaman utama salah satu surat kabar terkemuka hari ini. Kita dalam hal apapun pasti pakai plastik. Beli di swalayan dikantongin pakai plastik, beli kuah baso juga dimasukin plastik (klo ini mah ngeri), beli kang nasgor dapet kantong plastik, beli plastik pun masih dikasih plastik. Padahal, plastik yang kita dapetin itu fungsinya hanya sekali pakai, langsung dibuang, jadi sampah. Dan sampah plastik adalah salah satu sampah paling berbahaya buat alam. (fyi ya, plastik "ramah lingkungan" yang katanya mudah teruai itu pun juga masih berbahaya loh ya.) Gue sendiri sebenernya masih belum bisa stop pakai kantong plastik sama sekali, tapi minimal sudah mulai dikurangi. Dimulai dari kalau ke toko maret-maret itu, udah bawa kantong kain sendiri. Tapi kadang masih sebel tuh sama mbak-mbak penjaganya, (meskipun sempet seneng sih pas gue masuk toko, diucapin selamat pagi *eee) udah dibilangin enggak usah kantong plastik, masih saja dikasih. "Gak usah kantong mbak!" "Loh, jangan mas, jangan dicampur, teh kotak sama odol jangan jadi satu!" Eaa. Galakan mbaknya malah. Ya sudah pokoknya gitu lah ya, yang penting gue setuju banget kantong plastik sekarang harus berbayar, jangan gratis. Malah yang mahal sekalian bila perlu, biar kita jadi segan untuk membelinya, dan akhirnya kita bisa membiasakan diri membawa kantong reusable kita sendiri. Eh iya colek @earthhoursurabaya ahh. 😂 #Pay4Plastic #masihhutangbanyakcerita #nyicil #hariankompas #kompas
#30HariBercerita #30hbchari19 #30hbcmengarang @30haribercerita Budi bermimpi, ia dan ibunya pergi ke pabrik untuk menjemput ayahnya yang siang itu sengaja pulang lebih cepat. Mereka pergi ke pantai untuk sejenak melepas penat. Budi bersama ayahnya asik berenang, sedangkan ibunya yang duduk-duduk, sesekali tersenyum saat Budi dan ayahnya dari kejauhan melambai ke arahnya. Sedang asyik berenang, tiba-tiba ombak besar tanpa aba-aba menyeret ayah Budi untuk menelannya mentah-mentah, kejadiannya sangat cepat. Budi tak tahu apa-apa, yang ia tahu, ayahnya hilang ditelan ombak. Seketika Budi langsung tersadar dari mimpinya. Ia lantas mengambil telepon genggam untuk segera menelepon ibunya tapi tak bisa karena kehabisan pulsa. Di pagi harinya Budi bergegas pulang. Akibat mimpi semalam, hari itu Budi kalut sejadi-jadinya. Budi takut sesuatu terjadi pada ayahnya. Ayah Budi memang sudah lama sakit stroke, sedangkan ia tak bisa menjaga ayahnya karena harus bekerja di kota seberang. Budi menghampiri pangkalan ojek dekat kontrakannya. "Bang, bisa ngebut dikit gak? Buru-buru nih!" "Kenapa emang dek?" "Genting dah bang pokoknya!" Budi tak punya waktu untuk menjelaskan. Bendera kuning berkibar di rumahnya. Budi langsung disambut pelukan oleh ibunya, tentu saja sambil berlinang air mata dan suara terbata-bata. Ayahnya terbaring kaku, dilihatnya wajah pucat ayahnya, senyumnya masih sama seperti yang ia lihat sewaktu berenang bersama di pantai. Tin tin!! Bunyi klakson motor dari belakang seketika membuyarkan lamunan Budi. Dilihatnya lampu lalu lintas sudah berubah menjadi hijau. Dalam hatinya ia berdoa, "Ya Allah, semoga ayah baik-baik saja." Sesampainya di rumah, Budi melihat bendera kuning berkibar. Pikirannya langsung teringat tentang mimpinya semalam dan lamunannya tadi. Tapi ia heran, tak seorangpun yang menyambutnya, ibunya hanya tertunduk di ruang tengah. Di samping ibunya ada ayahnya yang terbaring, tapi tak telihat pucat, hanya seperti ada bekas tangisan. Budi pun melihat ada sesosok yang mirip dengannya, terbaring dengan wajah pucat mati. Dan di luar rumah terdengar bincang-bincang tentang kecelakaan tadi pagi yang merenggut nyawa tukang ojek dan penumpangnya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
#30haribercerita #30hbchari17 @30haribercerita Kalut. Tentang pikiran yang bergelayutan. Lenyapnya ketenangan hadirkan kekhawatiran. Memupuk kegeraman hingga ujung kesabaran. Kalut. Dari sapaan yang terlewatkan. Menjadi kesempatan yang tersia-siakan. Hadirkan kemunafikan ucapan penyesalan. Dan akhirnya waktu kembali merajut kerinduan. Demi kalut yang ingin kusingkirkan. Dendam penebusan sudah tersematkan. Menunggu peluang yang mungkin sewindu baru menjelang. Atau mungkin akan kembali terlewatkan. #tuhkan #benerkan #yakan #apaguebilang 😪
#30haribercerita #30hbchari16 @30haribercerita Kami adalah sekelompok geng alay ala anak kuliahan yang kami namakan #Libsink. Eaa. Nama yang sedikit aneh untuk sebuah nama geng bukan? Berawal dari liburan bersama pada semester awal yang hanya sehari ke Malang, entah kenapa waktu itu mulut langsung terucap nama #Libsink, yang berarti liburan singkat. Jadi karena biaya liburan ala mahasiswa pastinya terbatas, kami mengakalinya dengan liburan sehari atau paling lama dua hari, yang penting bisa guyub bareng, bisa liburan bareng. Hahaha. Kami adalah geng multiguna, mulai dari geng nongkrong (sambil makan), geng liburan bareng (wisata kuliner), hingga bisa saja menjadi klub futsal dan badminton (yang pulangnya pasti makan-makan). Banyak kenangan yang sudah kami lalui dan sayangnya karakter caption instagram enggak akan cukup untuk menceritakan semuanya. Misalnya kenangan remeh yang satu ini. Tugas kelompok yang seharusnya dikerjakan bersama, tapi kenyataannya hanya satu atau dua orang yang mengerjakan, sedangkan yang lainnya kompetisi PES. Kemudian lama-kelamaan tersisa nol orang yang mengerjakan tugas karena semua ikut kompetisi PES, dan akhirnya tugas pun mengandalkan contekan geng tetangga. Heaa hahaha. Hingga sekarang gak terasa sudah berjalan di tahun ke-8 dan akan terus guyub meskipun dua dari kami sudah tidak tinggal di kota yang sama (long distance friendship ceritanya). Mulai tanggal 16 Januari 2016 (besok) salah satu dari kami sudah mulai menikah, Maret ada lagi satu, dan April menyusul lagi satu. Semoga saja meskipun sudah berkeluarga dan punya anak nanti, kami masih akan terus guyub sampai kapanpun. Amiinn. Oh iya, slot bulan Februari masih kosong, ada yang mau jadi patnerku buat ngisi slot yang kosong? Eaa baper Wkwkkk. #libsink #libsinkfc #libsinktourtravel #libsinkmakanmakan #libsinkngapainajabisa (at Carls Jr. Raya Darmo Surabaya)
#30hbchari13 #30haribercerita @30haribercerita Kereta malam melaju dengan angkuhnya meninggalkan ibu kota yang sedang bersedih. Kereta malam hanya melaju pada malam hari, kecuali kereta gaya baru malam selatan yang namanya kereta malam tapi kenyataannya berangkat siang hari. Kereta malam tak menyediakan suara riuh renyah orang-orang yang bercengkerama, semua tertidur lelap karena sejatinya malam ya memang enak untuk istirahat. Kereta malam tak menyediakan pemandangan indah di balik jendela, karena bangku dekat jendela yang sengaja kupesan sebelumnya itu sudah diduduki seorang ibu terlebih dahulu. 😔 Ya sudah lah ya. Kereta malam kali ini hanya menyediakan pemutar musik yang mengalunkan senandung dari grup musik payung teduh yang konon katanya pas sekali jika didengarkan selama perjalanan di kereta yang kira-kira liriknya, jug ijak ijuk ijag ijuk. Kereta berangkat. Hatiku gembira. 😔 Lah gimana sih. Ya sudah lah ya. #bayarhutang #kurangsatulagi #ceritaapalagiyak #argoanggrekmalam
#30haribercerita #30hbchari14 #prayforjakarta @30haribercerita Semua bergejolak, tiba-tiba handphone yang biasanya sunyi sepi mendadak ramai menanyakan kabar. Ea. Semua bergejolak, ramai-ramai berasumsi siapa dalang di balik ini semua. Ada yang menuduh bahwa ini semua adalah aksi kelompok militan dunia -yang katanya mengatasnamakan suatu agama- yang terkenal itu. Tak sedikit yang berasumsi bahwa ini semua adalah sekedar pengalihan isu dari urusan tambang asing di negeri timur yang katanya hari ini adalah tanggal penting dalam kaitannya dengan perpanjangan kontrak. Semua bergejolak, media sosial ramai-ramai berontak. Saling menguatkan melawan rasa takut akan teror kejahatan. Reaksi keras atau lembut, positif atau negatif, baik atau buruk, semua bereaksi sesuai dengan kuasanya dan semua itu membentuk sesuatu yang kita namakan kehidupan. Ya, kehidupan akan terus begini, selalu dan selamanya. photo : #jakartabiennale
#30haribercerita #30hbchari11 #30hbcteruntuk Teruntuk, admin tiga puluh hari bercerita @30haribercerita Dari hari pertama. Bertemu dengan banyak sajak prosa. Perjalanan hidup yang dikisahkan dalam bahtera. Berjuta cerita cinta menggema. Tak sedikit pula yang jenaka. Hingga suatu hari syarat tema berbicara. Aku pun jadi sibuk mencari cerita. Dari cerita fiksi hingga kisah nyata. Tak juga aku berhasil membuatnya. Jam sebelas malam pun hampir tiba. Tapi naskah belum juga mengudara. Teruntuk admin (cewek) yang cantiknya seperti puteri raja. Atau admin (cowok) yang gagahnya melebihi sang putra mahkota. Maafkan karena tulisanku bisanya cuma ini saja. Semoga lain waktu kita bisa berdendang bersama. Dengan tema yang berbeda pula. Salam, olahraga! 😐

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Suatu Kala... (1)
Widiihhh! Berat amat itu judul, hahaha..
****
Once upon a time…. it’s about one month ago.
“Akhirnya.. Gambir!”
Masih sambil mengatur napas antara senang dan lelah, dengan botol air mineral yang sudah habis ditangan. Aku masih bersemangat melangkah, setelah menempuh perjalanan yang ternyata lumayan terasa panjang dari Stasiun Tanah Abang dengan berjalan kaki. Iya! Berjalan kaki! Entahlah, mungkin bodoh dan lugu itu bertetangga kali ya, hahaha. Pikirku tadi keluar kantor sudah pukul 17.30 wib. Jika harus naik KRL sampai Stasiun Juanda sebagai stasiun terdekat dengan Gambir, mungkin aku akan ketinggalan kereta. Untuk menghemat waktu, akhirnya aku turun di Stasiun Tanah Abang, kemudian berjalan kaki sampai ke Gambir. Ternyata lumayan jauh, dan untung saja masih cukup waktu. :|
“Oh. Ini toh Gambir?”
Ah iya, ini baru pertama kalinya aku menginjakkan kaki di stasiun Gambir. Pertama kali pula aku naik kereta eksekutif. Meskipun dalam setengah tahun ini aku sudah sering melakukan perjalanan Jakarta-Surabaya naik kereta api, baru kali ini aku naik kereta api eksekutif, karena sebelumnya pasti naik kereta ekonomi.
“Asyik! Pulang ke Surabaya! Beneran ini?”, tanyaku pada diriku sendiri. Hehehe. Entahlah aku masih merasa aneh. Bukan karena sudah lama enggak pulang ke kampung halaman, tapi ada hal lain yang masih bisa diperdebatkan antara aku dan ‘dia’. “Seistimewa apa sih perjalananku kali ini hingga rela pulang hanya untuk satu hari di sana? Memang seberapa pantas sih?”
***
GAKPAKETELOR turned 1 today! -,-