Yuk duduk sejenak di sini. Aku pengen berbagi sesuatu yang aku dapetin malem ini dari sebuah webinar. Mungkin aku dan di antara kalian masih susah buat ngejalanin self-compassion yang akan aku jelasin nanti, tapi di sini goal-nya nggak harus langsung bisa punya self-compassion, cukup sekarang kita menyadari bareng-bareng aja dan tahu apa yang harusnya kita lakukan ke depannya, itu sudah cukup :)
Sekarang, coba sebutkan 5 kepribadian dirimu yang bisa kamu banggakan? Penyabar, supel, tinggi empati, teliti, tenang, pendengar yang baik, atau yang lainnya? Selain kepribadian, bisa juga kok, keahlian yang bisa kamu banggakan!
Kalau kamu bisa sebutin dengan mudah 5 hal atau bahkan lebih. Alhamdulillah, kamu keren! Kalau belum, bisa jadi kamu harus tingkatin self-compassion kamu. Self-compassion itu mengenal diri sendiri kemudian be kind to yourself. Allah aja nggak bolehin kita buat sakitin diri sendiri, diksinya bukan karena agar kita dapet surga atau nanti masuk neraka, tapi karena Allah cinta kita. Adem banget ‘kan?
Self-compassion terdiri dari 3 komponen:
1. Self-kindness: bersikap baik ke diri sendiri seperti kita memperlakukan orang lain yang kita sayang, be supportive and understanding towards yourself during a hard time. Saat sedang di masa sulit, kita tidak mungkin sepenuhnya mengandalkan dukungan dan pengertian dari orang lain, yang pertama dan utama itu siapa lagi kalau bukan dirimu? Ini kebalikan dari self-judgement ya, kondisi dimana kita merendahkan dan mengkritik diri kita dan kegagalan yang dialami secara berlebihan. Kindly please don’t be hard to yourself!
Self-kindness juga berbeda dengan self-indulgence. Self-indulgence adalah tindakan pemuasan hanya untuk kesenangan diri sendiri dan seringnya tidak terkendali. Jadi, semoga bisa dibedakan ya!
2. Common humanity: sadar bahwa it’s high-key normal for a human to suffer, struggle, make mistakes, and have weaknesses. Kita cuma seorang manusia yang nggak akan bisa sempurna. Kesempurnaan hanya milik Pencipta kita. Don’t make yourself isolated ya. Jangan takut! Kamu nggak sendirian. Ada Allah yang tahu sesulit apa kamu berjuang walaupun berkali-kali ragu. Ada sesama manusia yang juga punya kelemahan dan kegagalan.
Acknowledge suffering is part of life. We all suffer, you are no longer alone in your pain, and share what is going on with someone and be comforted.
-Dr. Kristin Neff, Psychologist.
If you are in pain, tell me. It’s not fair if we laugh together, but you cry alone. I just wanna give you all the shoulders when you cry.
3. Mindfulness: menerima dan menghadapi perasaan yang dirasakan dengan apa adanya, tidak dikurangi dan tidak dilebihkan, observes thoughts and feelings as they are, without trying to suppress or deny them. Jangan khawatir dengan apa-apa yang sudah pasti; seperti datangnya rezeki, jodoh, kematian, masa depan, dan sebagainya. Kendalikan dan khawatirkan semua hal yang bisa kita kendalikan sekarang. Lakukan apa yang bisa kita usahakan sekarang. Selalu yakin apa-apa yang dikehendaki Allah adalah yang paling baik untuk kita karena pasti Sang Pencipta tau banget ciptaan-Nya so well. Just wait and see!
Ini rumus yang penting untuk dicatat:
Suffering = Pain x Resistance
Dengan welas asih terhadap diri sendiri (self-compassion), akan membuat kita tidak takut untuk terluka (pain) karena memahami bahwa suffering dan struggling adalah bagian dari hidup manusia, sehingga jadi lebih kuat (resistance) dan siap dengan semua konsekuensi dan kemungkinan yang akan terjadi.
— Untuk semua yang sedang menuju baik.
Good Part (when the quality is bad but I am) - LE SSERAFIM