"Aku gak layak dicintai"
Adalah salah satu perasaan paling menyebalkan yg mgkn sebagian perempuan rasakan di usia 20-30an.
Hal-hal yg membuat kita mempertanyakan diri kita sendiri.
Hal-hal yg membuat kita sulit untuk percaya lagi.
Tp lagi-lagi, cara Allah ingin memberitahuku "kamu sangat layak dicintai, hambaKu"
Bukan gak mau, tp apa yg udah kita lalui sampai hari ini bikin kita sangat hati² dan susah untuk percaya lagi.
Jangan paksa, percayalah.. kita jg berusaha.
Kalo kata Nadin, "selalu tau akan ditinggalkan. Namun, demi Tuhan, aku berusaha."
Jangan tanya apa yg sudah dilalui, km mgkn tidak percaya kita benar² melaluinya.
Lalu, tiba² suatu hari. Di hari yg sangat random.
Hadirlah 1 sosok yg pernah berada di sekitarku dlm salah satu fase kehidupanku.
Belum pernah ternotice, bukan legenda.
Belum pernah ada cerita.
Tp terasa berbeda, dia datang dengan keberanian sederhana.
Dia datang untuk sekedar mengatakan,
"Makasih, sudah lahir di dunia ini."
Makasih sdh mengatakannya.
Pesan panjang yg salah satu intinya adalah rasa syukur karna mengenalku.
Meskipun km datang di saat aku sedang banyak takutnya.
Di saat aku merasa "jika aku memang tdk layak dicintai, akan ku cintai diriku sendiri dgn layak".
Dan aku gak akan biarin 1 orang pun bikin aku ngerasa gak layak untuk dapat hal² baik.
Rasa yg km bawa seperti udara sejuk yg dgn sederhana dan tenangnya km bawa kpd perempuan yg sulit percaya lagi ini.
Maaf karna sempat menghadapkanmu pd bentengku yg sangat tinggi di awal.
Percayalah, bukan km saja. Jd bukan karna km, tp karna diriku sendiri.
Tapi, kamu berani.
Makasih ya karna memilih berani memanjat benteng itu, alih-alih pergi.
Dear Allah, tolong permudah langkahnya











