Sekolah atau kuliah itu perihal mencari ilmu dan banyakin pengalaman. Bukan soal kurus atau gendutnya badan.
Beberapa dari kita mungkin pernah mengalami hal semacam itu. Merasa insecure dari hal-hal yang terkadang bisa kita ga apa-apain. Ketika baru saja lulus sekolah dan menjelang kuliah, di situlah letak dimana serangan netizen lebih ganas. Yang disebut netizen di sini adalah teman, tetangga, orang terdekat atau jauh sekalipun, juga sanak saudara.
“ Udah lulus dek? mau kuliah dimana ? “
“ Serius mau kuliah? Kurusin dulu tuh badan! Ih, gendut tau. “
“ Serius mau kuliah? Ko masih kurus sih dek. “
“ Udah lulus? Kapan nikah? “
Pertanyaan di atas adalah salah satu hal yang mewakili sebagian dari kita yang pernah ngerasa gak pede ketika dilontarkan tanya semacam itu. Kenapa sih orang-orang sibuk banget ngurusin kehidupan kita? Padahal ngurusin diri sendiri udah ribetnya minta ampun. Zaman milenial seperti sekarang ini lagi trend dengan hal-hal berbau body shaming. Dimana yang terlihat di mata netizen ketika melihat raga seseorang tuh rasanya selalu pengen komentar. Padahal secara tidak sengaja mereka seperti menancapkan duri di perasaan orang yang dikomentari tersebut. Terlepas dari sifat seseorang tersebut ( korban body shaming ) yang sabar, cuek, dan lain-lain. Tetapi tetap saja itu bisa membuat hati seseorang patah. Ya, meskipun tidak berdarah.
Kehidupan itu gak melulu soal kecantikan, kesempurnaan tubuh, harta, dan tahta. Semua itu cuma titipan. So, masih banyak hal positif yang bisa kita pikirkan untuk menunjang masa depan dan eksistensi diri. Sukses itu gak harus bertubuh ramping seperti model. Tenar itu gak harus berisi atau gendut yang bisa bikin orang ketawa kaya komika. Seru itu gak harus pake acara ikut-ikut ngomentarin orang yang lagi dibully atau lagi dibicarain di sosial media. Hidup itu gak melulu tentang itu, guys.
Kita bisa cari hal-hal positif seperti berkarya, mengikuti seminar, menuntut ilmu, travelling buat nambah pengalaman, dan kegiatan lain yang lebih bermakna dari hal-hal di atas. Teruntuk netizen, coba deh kalian ada di posisi orang yang dikomentarin. Bakalan tau deh gimana rasanya dapet serangan yang gak enak kayak gitu. Mungkin dari sebagian dari kita juga pernah berpikir bahwa udah lah, gak usah dibawa hati, lagian itu bisa jadi pemacu semangat untuk kita introspeksi diri dan menjadi pribadi yang lebih baik. Pikiran semacam itu juga bisa bener, guys, Untuk menghilangkan negatif thinking dari amigdala kita. So, semua itu bisa kita gak apa-apain kok. Selama kita masih bisa menjadi pribadi yang sabar, tangguh, dan menanggapi hal-hal yang bisa bikin insecure dengan pikiran yang positif.
Semangat ya untuk teman-teman yang pernah mengalami hal semacam itu, Jangan patah semangat. Kalian berhak punya mimpi kok.