Fase-fase Rumah Tangga
Beberapa waktu lalu sempat mengikuti sebuah webinar tentang menjadi istri produktif dan berdaya. Walaupun belum menjadi istri nyatanya mengikuti webinar-webinar seperti ini menyenangkan. Anggap saja belajar sebagai langkah konkrit mempersiapkan.
Ternyata, dalam pernikahan itu terdapat fase-fase rumah tangga (RT) yang banyak tidak diketahui orang lain. Dan fase itu pasti akan dialami siapa saja yang sudah memiliki pasangan
1. Romance: Yang pertama, fase romance atau kita sering bilang lagi anget-angetnya pengantin baru. Yang mana isi nya pasti bahagia semua. Kita juga dengan mudah memaklumi pasangan. Tapi ternyata pada fase ini adalah fase yang dipengaruhi oleh hormon yang mana tidak akan bertahan lama. Proses terjadinya sekitar 6 bulan sampai 2 tahun tergantung pasangan.
2. Power Struggle: Fase perjuangan. Diamana tiap pasangan akan mulai menghadapi konflik-konflik dalam rumah tangga nya. Merasa ingin menang, ego yang tinggi, dan gak ada yang mau mengalah. Bukan karena kita salah memilih pasangan atau pasangan kita yang kurang baik, namun di fase ini kita memang dituntut untuk belajar menerima, berproses, dan bertumbuh bersama.
3. Cooperation: Pada fase ini kita harus menyadari bahwa bahagia nya kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Jadi penting banget untuk saling mengkomunikasikan apa yang dimau, yang disuka, dan apa yang tidak disukai. Saling bekerjasama untuk saling terbuka tanpa kode-kodean. Karena sesungguhny mengkomunikasikan semua nya adalah hal baik yang meminimalisir kesalahpahaman.
4. Mutuality: Dimana sudah terjadi hubungan saling ketergantungan karena sudah memahami satu sama lain. Sehingga timbul perasaan aku tidak bisa hidup tanpamu. Hal tersebut adalah buah dari kesabaran dan juga kesabaran sehingga terbentuk saling ketergantungan.
5. Cocreativity: Ini adalah fase terakhir, yaitu fase menunggu kematian, menunggu waktu hingga tiba saatnya setiap pasangan akan berpisah. Saling melengkapi dan menua bersama. Sehingga aktivitas yang dilakukan tinggal aktivitas positif yang dilakukan berdua bersama pasangan. Fase memilihkan jodoh terbaik untuk anak, fase akhir dimana tanggung pjawab sebagai orangtua telah selesai. Begitulah kira-kira 5 fase yang pasti akan dilalui setiap pasangan. Kalau kita kira menikah itu hanya bahagia nya saja. Ya itu kan karena anjuran bagi masing-masing kita menjadi “Pakaian” bagi pasangannya. Sehingga cerita-cerita mengarungi lautan yang ganas pasti tidak mereka bagikan. Dari sini sebagai seorang yang bahkan belum ada di tahap satu. Pembelajaran ini benar-benar membuatku terbuka bahwa kesiapan dan ilmu itu penting. Karena pasangan kita tidak bersama sebulan dua bulan. Tapi seumur hidup.


















