Cinta adalah apa² yang membawamu menuju Allah. Membuatmu semakin tunduk, menambah kedekatan, kekaguman dan cintamu padaNya, dan meneguhkanmu dalam perjuangan meraih ridhoNya.
-Eff
Malang, 22 Syawal 1443 H
Today's Document

Discoholic 🪩
art blog(derogatory)

if i look back, i am lost
I'd rather be in outer space 🛸
hello vonnie

Love Begins

Jar Jar Binks Fan Club
YOU ARE THE REASON
The Bowery Presents
Not today Justin

titsay
taylor price
The Stonewall Inn
noise dept.
Doug Jones
macklin celebrini has autism
EXPECTATIONS

roma★

seen from United States
seen from Colombia
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Colombia
seen from Latvia
seen from Bangladesh
seen from United States

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from China
seen from Dominican Republic
seen from United States
seen from United States
seen from Slovenia
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Bosnia & Herzegovina
@efalusi15
Cinta adalah apa² yang membawamu menuju Allah. Membuatmu semakin tunduk, menambah kedekatan, kekaguman dan cintamu padaNya, dan meneguhkanmu dalam perjuangan meraih ridhoNya.
-Eff
Malang, 22 Syawal 1443 H

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
🍀kalimat yang cukup untuk hari ini.
kamu tidak harus menjadi sempurna agar pantas dicintai. kamu hanya perlu menjadi manusia, yang kadang kuat, kadang rapuh; yang kadang tahu arah, kadang tidak tahu jalan; yang kadang penuh keyakinan, lalu kembali takut pada hari berikutnya.
dan lebih dari seluruh cinta yang diberikan manusia, Allah lebih menyayangimu daripada kamu menyayangi dirimu sendiri.
Dia mengetahui air mata yang tidak sempat jatuh, doa-doa yang tidak mampu kamu susun menjadi kata, serta lelah yang kamu sembunyikan. tidak ada satu pun darimu yang luput dari pengetahuan-Nya.
maka ketika dunia terasa terlalu sunyi, kembalilah kepada-Nya. ketika kamu merasa tidak cukup, ingatlah bahwa kamu adalah hamba yang selalu memiliki tempat untuk pulang. ketika hidupmu terasa berantakan, percayalah bahwa Allah masih mampu menumbuhkan sesuatu yang indah dari bagian-bagian dirimu yang pernah patah.
tetaplah hidup.
tetaplah bertumbuh, meski perlahan.
tetaplah menjadi lembut.
kamu layak.
kamu berharga.
kamu dicintai.
dan kamu tidak benar-benar sendirian.
وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِن بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ
And if all the trees on the earth were pens and the sea (were ink wherewith to write), with seven seas behind it to add to its (supply), yet the Words of Allah would not be exhausted
31:27
Berpasangan
Sendiri adalah ruang paling lapang yang kau miliki. Kau bisa tidur melintang di ranjang, menyeduh kopi di tengah malam tanpa perlu mengecilkan suara denting sendok, dan pergi ke mana pun tanpa harus memberi kabar ke satu orang pun.
Sendiri itu praktis. Kau hanya perlu mengurus satu kepala, satu isi hati, dan satu set masalah hidupmu sendiri. Tidak ada drama kompromi tentang mau makan apa malam ini, atau perdebatan panjang hanya karena nada bicaramu terdengar sedikit ketus di telepon.
Dunia ini juga terlalu berisik menawarkan pilihan. Di luar sana, orang-orang yang lebih menarik selalu dipajang rapi di etalase media sosial dan sudut-sudut kafe. Yang lebih lucu bicaranya, yang lebih mapan dompetnya, yang lebih nyambung seleranya—semuanya ada dan tak akan pernah habis. Kalau hidup ini adalah perburuan barang terbaik, kau akan lelah seumur hidup karena selalu ada versi yang lebih baru setiap minggunya.
Lalu tibalah suatu hari ketika langkah kakimu terasa berat karena lelah terus-menerus memilih.
Di titik itu, berpasangan menemukan artinya. Sebuah keputusan sadar untuk menancapkan jangkar. Tapi itu bukan karena kapalmu rusak dan tak bisa lagi berlayar. Justru karena kau sadar lautan lepas tidak pernah benar-benar punya ujung untuk ditaklukkan.
Kau duduk di seberang seseorang yang sedang menyeruput tehnya sambil mengeluh tentang harinya yang buruk. Kau menatapnya dan tahu betul, dia bukan manusia paling sempurna di bumi. Dia punya kebiasaan-kebiasaan kecil yang kadang menyebalkan, dan percakapan kalian tak lagi selalu meledak-ledak seperti kembang api tahun baru. Tapi dengannya, rasa damai akan selalu rebah di dadamu.
Kau berhenti menoleh ke pintu keluar, karena di dalam ruangan itu kau sudah merasa hangat.
Kau memilih mencukupkan diri, karena kau akhirnya paham bedanya rasa haus yang wajar dengan keserakahan yang sia-sia.
Berpasangan itu bukan tentang mencari seseorang yang bisa melengkapi semua kepingan hidupmu yang hilang layaknya puzzle surga. Berpasangan itu tentang memilih satu orang yang paling bisa kau ajak berjalan berdampingan tanpa saling menyikut. Seseorang yang tahu kapan harus membiarkanmu hanyut dalam kesibukanmu sendiri, dan tahu kapan harus menarik ujung lengan bajumu saat kau mulai bertingkah konyol dan melampaui batas.
Pada akhirnya, berpasangan adalah tentang memiliki tempat meredakan bising. Saat dunia luar memeras seluruh tenagamu untuk terus mengejar hal-hal yang tak berujung. Dia ada di sana—menyediakanmu kursi yang nyaman di sisinya, menatapmu teduh, tak menuntut apa-apa selain kehadiranmu.
“Yang Berubah”
Barangkali bukan siapa yang berubah. Hanya cara memandang yang tak lagi sama.
Yang dahulu dimaklumi, kini dipersoalkan. Yang dahulu dianggap baik, kini terasa mengganggu. Yang satu semakin diberi ruang, yang lain semakin pandai memahami batas.
Tidak ada yang benar² perlu disalahkan.
Sebab ketika hati sudah tak berkenan, kebenaran pun kadang kehilangan tempat untuk berdiri.
Maka biarlah.
Tidak semua yang retak harus diperbaiki. Tidak semua yang menjauh harus dipanggil kembali.
Ada yang cukup diterima sebagai kenyataan—pahit, sunyi, dan tetap harus dijalani. Cukup mengevaluasi diri, sebab itu yang ada dalam kontrol diri bukan?
Barangkali begitulah hidup: beberapa hal tidak selesai dengan penjelasan, hanya dengan belajar berkata, “ya sudah,” lalu tetap berjalan meski hati belum sepenuhnya ikhlas. Sebab tentang Ikhlas pun kita masih sangat amatiran.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kumpulan Hari
Berdamai dengan sesuatu yang tidak selalu sesuai kehendak adalah bagian dari seni dalam menjalani hidup. Betapa kehidupan itu menaruh sejuta misteri, direncanakan sedemikian rupa, namun pada akhirnya, takdir-Nya selalu meminta lebih untuk diselami hikmah di baliknya.
Maka, tidak ada pilihan lain selain menikmati setiap momen yang dihadirkan. Toh kata Imam Hasan Al Bashri, kita ini hanyalah kumpulan hari. Amanah yang berulang, tanggungjawab satu ke tanggungjawab baru, kabar baik dan buruk bergantian, penolakan dan penerimaan, dan sebagainya. Semuanya dihadirkan berpasangan dan hadir saling bergantian. Barangkali hikmahnya agar kita tidak gampang terlena pada hal yang kita anggap baik saja.
Kadang kalau kita bisa menilik suatu peristiwa dari kacamata yang tepat, memang betul-betul indah skenario-Nya dituliskan pads tiap-tiap makhluk ciptaan-Nya. Tidak ada yang perlu kecewa jika memang betul semua ini dijalani untuk-Nya—bahkan pada takdir yang tidak mengenakkan sekalipun.
Jadi, mari untuk terus percaya. Terus bertahan. Terus berusaha. Bahwa, Allah selalu membersamai kita. Mencoba menikmati hidup dengan lebih santai. Lagipula kita ini hidup di dunia hanya sementara, kan? ^^
Ditengah riuhnya dunia yg bising ini, yang kita butuhkan adalah sering seringnya menarik diri untuk mendekat pada Allah, meski seringkali dunia membuat kita terombang-ambing, tak tentu arah, sampai² lupa hakikat kita hanya untuk meraih keridhoan-Nya.
Kita kadang lupa, bahwa hidup ini hanya sebatas jarak antara dzikir pagi - dan dzikir petang, begitupun sebaliknya. Singkat dan fana.
Mau kemanapun langkah kita pergi, yg menggenggam kita hanyalah Allah, maka bertawakkal-lah untuk segala urusan yg belum usai itu. Kita perlu sering-sering me-refresh kembali apa yang menjadi niat, aturan hidup, dan tujuan akhir kita, semoga tidak tersesat dan bisa berpulang dg selamat (ke syurga Nya) bersama orang² terkasih dalam hidup kita✨
Sudut kamar | Malay, 27 Muharam 1448 H
pasang surut
di usiaku sekarang, aku makin belajar bahwa dalam setiap hubungan pasti punya pasang surutnya masing-masing.
termasuk dalam hubungan pertemanan.
dulu, saat masih sekolah, kita mungkin masih punya waktu dan energi yang begitu besar untuk terus bersama teman kita. bercerita apa saja. berbagi apa saja. merencanakan apa saja. bahkan terkadang, teman kita terasa lebih dekat ketimbang keluarga sendiri.
kemudian semuanya perlahan berubah saat usia kita bertambah dan peran kita masing-masing berubah.
ada banyak momen di mana kita kepengen sekali mengutarakan banyak hal, tetapi mereka sedang sibuk atau kondisinya sedang tidak tepat. alhasil, banyak cerita terkubur begitu saja tidak sempat kita bagi ke teman dekat kita. ada waktu di mana kita sedang terlalu lelah dengan dunia masing-masing, hingga mengesampingkan banyak hal untuk bisa fokus dengan apa yang harus kita selamatkan, yaitu diri kita sendiri. ada masa di mana kita membuat begitu banyak asumsi atas satu sama lain, kata-kata yang tak kita niatkan namun menyakiti, dan juga pesan-pesan yang kita diamkan hingga mendingin.
di saat-saat seperti ini, dunia kita pun semakin berjarak.
terlalu lelah bila harus meminta penjelasan, apalagi mengonfrontasi. kita memilih diam. berharap semuanya akan baik-baik saja nantinya.
pemahaman yang bertambah seiring usia kita yang menua barangkali menjadi sekian penyebab kita tak lagi cenderung mempermasalahkan banyak hal. atau bisa juga karena rasa sayang dan tak mau kehilangan kita yang begitu besar membuat kita memberi banyak pemaafan dalam diam. memilih mengerti tanpa penjelasan. dan mengutamakan prasangka baik di atas berbagai asumsi buruk. mengubur apa yang sudah terlewat.
kita akhirnya kembali bertukar sapa. kembali berbalas pesan. kembali menceritakan hidup masing-masing walaupun hanya sepenggal-sepenggal. bertukar ngakak dan senyum dengan lebih ringan.
tak ada hubungan yang 100% stabil setiap waktu. begitu pun dalam hubungan pertemanan. ada masa kita akan begitu melekat, ada juga masa di mana kita akan begitu berjauhan bergantung dengan pergeseran prioritas kita masing-masing.
seperti hal yang kerap dibilang orang bijak, bahwa semua teman ada masanya dan semua masa ada temannya.
jadi, dinikmati saja.
orang-orang datang dan pergi dalam hidup.
peran-peran akan tergantikan.
tak usah terlalu diambil pusing.
karena semua ini hanya tentang penyeleksian alam dan bagaimana dunia bekerja.
Sebab tak semua yang kita sebut “luka” itu benar-benar menyakiti, terkadang ia hanya cara Allah menggeser hati kita dari yang semula bergantung… menjadi kembali.
Ada perasaan yang tak selesai dengan kata-kata, ada rindu yang tak bisa dipeluk dengan pertemuan, dan ada harap yang harus kita simpan rapi, bukan karena hilang, tapi karena sedang dijaga.
Di situ, kita belajar diam yang berbeda. Bukan diam karena tak punya suara, tapi diam karena sedang percaya… bahwa Allah sedang mengatur sesuatu yang belum kita pahami. Mungkin kita tidak selalu kuat, kadang mengeluh, kadang lelah, kadang bertanya “kenapa harus begini?”
Dan dari semua yang tak biasa ini, Allah sedang mengajarkan satu hal yang jarang kita sadari, bahwa mencintai tak selalu tentang memiliki, dan kehilangan tak selalu berarti ditinggalkan.
Bisa jadi, yang sedang kita jalani hari ini… adalah cara Allah membersihkan hati, agar saat bahagia itu datang nanti, ia tak lagi berisik, tak lagi berlebihan, tapi cukup… dan menenangkan.
Maka jika terasa berat, istirahatlah sejenak, usap air mata itu, lalu lanjutkan lagi…
Karena yang sedang kita kamu ini, bukan tanpa makna, ia sedang membawamu pulang, dengan cara yang hanya Allah yang tahu bagaimana indah akhirnya nanti.
Manusia itu hidup dalam tiga waktu; masa lalu, masa depan dan masa kini.
Pertanyaannya, bagaimana harus bersikap akan tiga waktu tersebut? Sebab salah dalam bersikap, menentukan kadar kualitas hidup manusia.
Misalnya, mereka yang terlalu setia tinggal di masa lalu, akan menghadapi hidup tanpa gairah, karena setiap waktu yang berlalu hanya akan dipenuhi rasa penyesalan—"Kenapa dulu tidak ini? Kenapa aku memilih itu?" Atau juga, mereka yang terlalu 'bergairah' untuk hidup di masa depan, akan terbuai oleh angan yang kadang justru memicu ketakutan yang tak berkesudahan—"Nanti kalau ini gimana? Bisa nggak ya aku nanti?"
Itulah kenapa penting bagi kita dalam berlaku adil dalam menyikapi segala sesuatu. Adil itu mudahnya adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Bagaimana kita menaruh porsi yang menurut kita tepat, berdasarkan pertimbangan matang sebagai bentuk ikhtiar terbaik dalam mensyukuri kehidupan.
Jika diibaratkan, tiga masa itu layaknya kita berkendara dalam mobil. Masa lalu adalah spionnya, masa depan adalah jalan yang kita kihat di depan, dan masa kini adalah tangan kita di atas kemudi. Kita sesekali melihat spion, tapi tidak untuk terus menatapnya. Karena jika terlalu lama menoleh ke belakang, kita kehilangan arah di depan.
Kita juga perlu melihat jauh ke depan, membaca jalan untuk memetakan potensi dan peluang, serta mengantisipasi tikungan. Namun jika terlalu sibuk membayangkan apa yang belum terjadi, kita justru kehilangan kendali atas kendaraan yang sedang kita jalankan.
Maka kuncinya bukan memilih salah satu, tapi menempatkan semuanya secara proporsional. Melihat ke belakang seckupnya, menatap ke depan seperlunya, dan memastikan tangan tetap teguh mengendalikan arah di saat ini. Sebab pada akhirnya, bukan masa lalu yang bisa kita ubah, dan bukan pula masa depan yang bisa kita pastikan, melainkan bagaimana kita mengemudi hari ini, yang akan menentukan kita sampai di mana.
Nikmati setiap peristiwa yang dihadapkan, hargai sebuah pertemuan, dengan sesekali kita bermuhasabah atas apa yang telah kita bekalkan. Semoga Allah meridhoi setiap hajat yang sedsng kita ikhtiarkan. Aamiin ya Robbal 'alamin :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kamu tidak akan pernah menyesal selagi yang kau minta adalah benar menuju taat kepadaNya
Kamu tidak akan menyesal, setelah semuanya engkau bermuara pasrah kepadaNya
Kamu tidak akan menyesal karna yang kau pinta ialah petunjuk jalan dariNya
Kamu tidak akan menyesal sedari awal niat itu sudah kau sandarkan kepadaNya
Dan semoga apapun itu benarlah jawaban atas doa doa yang selama ini kau panjatkan
Tutup Pintu
Kalau "ingin dilihat" itu awal mula cinta, aku tidak ingin dilihat kamu. Kalau "ingin melihat" itu awal dari rindu, aku tidak sekalipun ingin melihat kamu. Cinta dan rindu itu hanya milik Yang Layak. Kamu siapa?
Kalau "ingin dipahami" itu awal mula kesepian, maka aku cuma ingin ditemani oleh Allah sebab hanya Dia yang paling paham aku. Kalau "ingin memahami" itu awal dari pengenalan yang baik, maka aku ingin memahami-Nya sebagaimana Dia memperkenalkan diri. Dialah Tuanku, satu-satunya yang layak dilayani.
Kalau "ingin didengar" itu ungkapan dari rasa butuh maka aku hanya butuh Dia. Kalau "ingin mendengar" itu berarti penurunan ego, maka di hadapan Yang Maha Tinggi egoku tak punya arti. Sebab dialah hakimku, satu-satunya yang layak didengar dan dimuliakan.
Sekarang aku cuma ingin dilihat Allah dan melihat-lihat kekuasaan-Nya dalam setiap naik turunnya perjalananku. Sekarang aku cuma ingin namanya menjalar di daun telingaku. Supaya kebijaksanaan-Nya terpahat di batang otakku, kebaikan-Nya hinggap di cabang daya ingatku, dan kasihnya menjadi buah di bibirku.
Supaya terkesan Dia padaku.
Membaca ayat-ayat-Nya adalah sebaik-baik kita melihat. Maka tak ada lagi tempat bagi siapapun yang hendak menghalangi pemandangan itu. Jadi beberapa pintu memang harus ditutup agar kita tidak melihat, tidak dilihat, tidak mendengar, dan tidak didengar oleh orang yang tak perlu tahu kita tetap baik-baik saja tanpanya sebab Allah will take care of us. Karena, seperti yang Nabi Ibrahim katakan pada Azar, "sungguh Tuhanku Baik sekali padaku," sementara tak ada yang baik dari manusia kecuali Allah yang menurunkan baginya kebaikan.
Tersadar makna "iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin" bahwa sebelum bilang:
"Ya Allah, lihat aku sekarang, hehe!"
"Ya Allah, dengerin ya aku mau cerita."
"Ya Allah, Engkau ngerti kan isi hatiku?"
Pastiin udah bilang:
"Oh, ini ya maksud Engkau? Kalau gitu, mau-Mu aku gimana? Aku ikut mau-Mu sekarang, perasaanku belakangan."
"Maaf ya sempet salah paham sama Engkau. Janji bakal terus memperbarui pemahaman tentang Engkau."
"Ya Allah, aku sok-sokan banget ya menggurui Engkau harusnya begini begitu. Aku pasti bodoh banget di mata-Mu."
"Pengaturanmu menyelamatkanku, terima kasih Ya Allah."
"Aku melihat langit dan aku temukan kerendahan hati."
"Aku senang deh jadi milik-Mu. Kalau boleh ngulang hidup sekali lagi, aku mau jadi hamba-Mu lagi!"
"Sebuah kehormatan dipilih Engkau menjadi khalifah di bumi."
"Engkau senang dan ridha kah dengan ini? Kalau iya, aku bakal mengulanginya lagi besok dan seterusnya sampai ruhku tiba di sisi-Mu."
"Beneran cuma Engkau yang paling layak atas semua jerih payah ini. Maaf pernah salah menuju. Akan kulakukan yang lebih baik dan memuaskan daripada kepada yang salah tuju kemarin!"
Kini hidup jadi serangkaian kompetisi tentang siapa yang paling mengesankan-Nya. Maka menghambalah dengan versi terbaik diri kita. Untuk mengetahui versi terbaik itu, membaca ayat-ayat Allah dalam diri menjadi wajib (re: mengenali potensi). Pahami bahwa Allah menitipkan sesuatu dalam diri yang cuma kita yang bisa mengolahnya. Pahami keinginan Allah atas diri kita serta sadari Dia memperlakukan kita jauh lebih baik dari siapapun.
Yang Maha Melihat takkan diam saja lihat kita berjerih payah. Barangkali Dia memang sudah siapkan tempat di sisi-Nya atas nama kita, oleh sebab kita cuma ingin dilihat oleh-Nya. Barangkali Dia juga cuma ingin tempat itu diisi oleh kita. Jadi jangan disia-siakan ya, kesempatan itu?
— Giza. Kamu siapa, memangnya?
Menulislah.
Karena tidak semua orang punya tempat untuk pulang, dan tidak semua luka punya suara.
Ada yang berjalan jauh sendirian, membawa banyak hal yang tidak pernah sempat diceritakan.
Maka tulislah. Karena melalui kata-kata, seseorang bisa menemukan apa yang selama ini sulit ia jelaskan.
Kata-kata mungkin tidak menyembuhkan, tapi setidaknya bisa menjadi tempat singgah. bagi hati yang terlalu lelah untuk terus kuat.
Dan kalau pun tidak ada yang membaca, setidaknya tulisan itu pernah ada, sebagai bukti bahwa pernah ada perasaan yang ingin didengarkan.
Menulislah.
Karena mungkin, di luar sana, ada seseorang yang sedang tersesat…
dan diam-diam menemukan jalan pulangnya dari kata-kata yang kau tinggalkan.
caranya Allah
ada yang Allah sayang dengan ujian. Allah mengizinkannya melalui berbagai ujian kehidupan. karena ujian itu, dia sadar bahwa hanya Allah pemilik segalanya. karena ujian itu, dia kembali kepada ketaatan.
ada yang Allah sayang dengan dosa. Allah membiarkannya berbuat dosa begitu banyak, begitu jauh. hingga suatu hari dia terbentur, terjatuh, dan tersungkur. dia menyadari betapa banyak dosanya selama ini. lalu dia bersegera untuk bertaubat.
ada yang Allah sayang dengan penundaan. Allah membiarkannya terus berdoa, memohon, dan meminta. selain karena Allah mengetahui yang terbaik, doa itu menjadi benang yang menghubungkan dia dengan Dia.
ada yang Allah sayang dengan nikmat, rezeki yang berlimpah. karena nikmat itu, dia terus bersyukur. dia berbagi dan menolong banyak orang. dia menjadi orang yang bertakwa.
ada yang Allah sayang dengan ilmu. ilmu itu menjadikannya seseorang yang mulia, seseorang yang bisa berkarya untuk sesama. umurnya panjang. dia berupaya menjadi orang yang bermanfaat.
ada yang Allah sayang dengan saudara. semua orang sangat menyayanginya karena kebaikan hatinya. di mana-mana dia memiliki tempat. karena persaudaraan itu, dia senantiasa mendoakan orang lain.
mungkin ada juga, orang-orang yang kelihatannya disayang oleh Allah. Allah membiarkannya beribadah siang malam. berpuasa, berzakat, berinfak. tapi rupanya, di hatinya ada perasaan "baik". merasa lebih baik dari orang lain. merasa sempurna. dan dengan begitulah gugur pahala dari amalnya.
yakinlah bahwa Allah menjadikan segala hal duniawi sebagai caranya menyayangi kita, memanggil kita. dan janganlah sekali-kali kita merasa lebih baik dari orang lain. apalagi menjadi pengumpat dan pencela. sebab bagi mereka adalah neraka yang apinya membakar sampai ke hati. na'udzubillah. (Al Humazah)
Ditengah dunia yang semakin tidak menentu, rasanya semakin sadar. Bahwa kita hanya punya 2 teman didunia ini: Allah dan teman yang mengingatkanmu pada Allah.
Allah, Dialah yang tak pernah sedetikpun meninggalkan kita, dikala kita sakit, sedih, mengalami silih bergantinya suasana hati dan abstraknya hidup yang semakin hari tiada yg bisa menjamin.
Semakin dewasa, rasanya semakin sederhana pula keinginan² yang ingin dicapai. Keluarga yang bervisi misi syurga, ketenangan hati, kesehatan yg 'afiah, keturunan yg sholih/ah, dan mati yg husnul khatimah.
Akhir² ini banyak Allah perlihatkan hamba yg dia meninggal dalam keadaan terbaiknya ketika Ramadhan, di masjid, after sholat jumat, ada juga yang meninggal ketika melaksanakan sholat teraweh, ada juga yg ketika sujud dan sholat di masjid. MasyaAllah, rasanya hati ini iri sekali 🥺
Lalu terbesit, "sederhana saja yg Allah, aku ingin kembali kepada Engkau dalam keadaan sebaik²nya, dan sebenar²nya iman, dan dalam kondisi sedang mencintaiMu sedalam²nya". 🥺
Rasanya itu hal berharga yang tidak boleh alpha dari liat doa² keseharian kita :')
Tiada yang lebih beruntung daripada dicintai Allah seperti orang² sholih dan hamba² pilihanNya itu. Allahumma inni asaluka husnul khatimah 🤲🥺
Malay | Jum'at, 1 Syawal 1447 H

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Rabbighfirli – My Lord, forgive me
Warhamni – Have mercy on me
Wajburni – Cover my shame
Warfa'ni – Raise my rank
Warzuqni – Give me sustenance
Wahdini – Give me guidance
Wa'afini – Make me healthy
Wa'fu'anni – Pardon me
Tiada sesuatupun yang luput dari perencanaan-Nya, semua diukur, ditakar, dan diberikan sesuai porsi yang dibutuhkan hamba-Nya. Semua diberikan ketika hamba-Nya dalam keadaan siap dan tentu dalam keadaan mampu.
Tiada yang tahu pasti hikmah utama yang dimaksudkan-Nya pada tiap peristiwa yang manusia jumpai, namun yang pasti hikmah selalu ada dibalik suatu peristiwa. Syaratnya hanya satu, keyakinan utuh dalam upaya menyingkap tabir hikmah yang seringkali sukar untuk dijumpai.
Tetap menjadi 'yang terindah' pada tiap perjumpaan dan perpisahan atas semua insan, rekan kerja, teman seperjuangan, maupun mereka yang senantiasa hadir dalam keadaan kita baik dan buruknya kita.
Ramadan ke 14. Semoga kita tetap istiqomah hingga akhir perjalanan.