Hari ini, 9 tahun yang lalu saya mengenal mereka. Melalui kejadian yang tidak terduga, saya mencoba bergabung di ekskul Paskibra di detik-detik terakhir penutupan pendaftaran. Hal ini bisa dibilang sebagai perwujudan dari seringnya saya terpesona dengan derap langkah para Paskibraka bila sedang menonton TV saat peringatan 17 Agustus. Pada saat itu saya tidak melihat kekurangan di diri saya ataupun tanggapan negatif orang lain terhadap diri saya. Dan Alhamdulillah Allah meridhoi jalan saya.
Melalui proses pelantikan yang bisa dibilang nekat, karena saya tidak pernah mengenal push up, sit up, jalan jongkok, guling-guling, PBB dasar dsb. Secara pribadi kadang hal ini sering membuat hati sebal. Tapi saya berusaha yakin bahwa hal ini pasti akan bermanfaat untuk bekal saya di masa depan. Dan saya juga tidak sendirian kok, ada mereka yang merasakan hal ini bersama-sama.
Mereka ialah satu, angkatan XXIV.
Paskibra SMAN 1 Jakarta Angkatan XXIV.
8 pria dan 9 perempuan. Bersama mereka saya mengenal arti persahabatan. Saya benar-benar berproses bersama mereka, entah apa jadinya lika liku masa âputih abu-abuâ saya tidak bersama mereka. Bagaimana saya sekarang, pola pikir, tingkah laku, tak lepas dari cara mereka memerlakukan saya dan saya juga berusaha memposisikan diri di tengah mereka.
Persahabatan kami jauh dari kata manis. Lebih sering sedihnya. Rasakan bagaimana kami berbaris pada jam istirahat siang untuk latihan lomba, satu sahabat kami ada yang tinggal kelas yang bikin kita semua menangis, berjuang dengan kehausan ekstra dalam 'cinta satu jigongâ. Tapi sekali lagi saya ingat kalau saya tidak sendiri, ada mereka yang juga mengalami hal tersebut, yang saling mendukung, saling bekerja sama, saling peduli satu sama lain.
Memang kita perlu merasakan di bawah bersama-sama, bukan semata-mata saya dalam duka dan kamu pun juga, tapi untuk kita mengerti bahwa tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berjuang bersama-sama. Inilah gambaran saya bersama mereka, sahabat saya yang kucinta. Kalian lah pelipur lara bagi saya dalam menjalani masa puber, pelindung agar saya merasa aman dan dan teduh yang membuat saya nyaman bersama kalian.
Terima kasih untukmu, sahabat susah senang saya yang paling manis. Yang mengingatkan saya untuk kuat dengan segala tantangan dan yang memberikan nilai kebersamaan dalam kesendirian. Saya bersyukur bisa bersama mereka mengarungi masa-masa SMA yang indah. Dan semoga kita terus bergandeng tangan menuju kesuksesan.
Menuju satu dasawarsa hari jadi kita.
Satu tahun menuju Quarter Life Champion.
Stasiun Tanah Abang, 22 November 2018.