Tidak bisa dipungkiri, kerap kali aku merindukanmu, merindukan senyummu, merindukan nasehatmu, merindukan waktu-waktu kita bersama, dan banyak hal-hal yang sudah kita lalui . Aku masih saja mengharapkan pesan singkat dari mu, sekedar bertanya 'hey, lagi apa?' dan sejujurnya aku masih suka cari tau banyak hal tentang dirimu .
Dan ketika rasa rindu itu menerpa, tak ada yang bisa kulakukan selain mendoakan yang terbaik untukmu, orang-orang disekelilingmu, dan entah wanita mana, yang menjadi penggantiku kelak . Tidak berpengaruh banyak memang, tapi setidaknya itu sedikit membantu melepaskan kerinduanku .
Seringkali ku coba tuk menghindar, tapi hati tak dapat berdusta . sekeras apapun aku coba memungkirinya, tetap saja tidak bisa . semakin ku meyangkalnya, semakin ku dapati diriku merindukan hadirnya dirimu . Berusaha tegar, tampak ceria, terlihat baik-baik saja dan menerima keadaan seperti batu karang yang teguh . Ya, itulah diriku yang terlihat . tapi yang terlihat tidak seperti yang terlihat . aku tak pernah menunjukan pada dunia betapa aku merindukan mu, betapa rapuhnya aku setelah semua yg terjadi diantara kita .
Ah, percuma saja ku ceritakan panjang lebar, kau tak mungkin menyadarinya, karna aku yakin kau sudah sibuk dengan sejuta urusanmu, dan wanita-wanita cantik diluar sana yang kini sudah menjadi targetmu . Well, kalau boleh jujur sampai saat ini aku belum ingin mencari seseorang yang lain untuk menggantikan posisimu . biar saja dirimu dan bayang-bayang mu perlahan memudar seiring dengan berjalannya waktu . Ku akui tidak mudah memang, tapi aku sedang berusaha memudarkannya .
Belum lagi, 'reunian' mantan yang tak sengaja ku sadari . Mungkin hanya aku seorang yang menyadarinya . entah apa yang membuat kami tiba2 berkumpul disuatu acara dengan jobdesk kami masing-masing . Perasanku ? tak perlu ku jelaskan . kini kau jauh lebih mengerti dari apa yang aku bisa jelaskan .