Satu-satunya pemahaman laki-laki terhadap perempuan adalah bahwa "perempuan tidak bisa dipahami

blake kathryn
Jules of Nature
Monterey Bay Aquarium

PR's Tumblrdome

izzy's playlists!
tumblr dot com
Show & Tell
art blog(derogatory)
YOU ARE THE REASON
Not today Justin

oozey mess
One Nice Bug Per Day

Product Placement

shark vs the universe
Claire Keane
hello vonnie
almost home

pixel skylines
todays bird

seen from TΓΌrkiye

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Portugal
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from TΓΌrkiye

seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Canada
seen from Portugal

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Israel
seen from United States
@cerminganda
Satu-satunya pemahaman laki-laki terhadap perempuan adalah bahwa "perempuan tidak bisa dipahami

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Zero Waste, Bisakah?
Β Β Β Β Β Β Β Β Tinggal di rumah sendiri mengurusi segala sesuatunya sendiri membuat saya menyadari satu hal: sampah rumah tangga itu volumenya cukup besar! Padahal seperti pesan-pesan dalam iklan layanan masyarakat, saya sudah memisahkan sampah organik dan an-organik. Sampah organiknya pun sudah saya timbun agar bisa diurai mikroba, dari tanah menjadi tanah. Jadi hanya tersisa sampah an-organik yang sebagian besar adalah pembungkus makanan (sampah tertentu saya daur ulang atau gunakan kembali). Dalam sepekan saja terkumpul satu kantong plastik besar. Saya tidak tahu persis volumenya. Tapi itu banyak karena sampahnya sudah saya lipat-lipat sedemikian rupa. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana banyaknya seluruh sampah itu bila dikumpulkan segala rupa-rupa warnanya. Dari sisa potongan sayur, potongan ikan, potongan plastik, potongan harga, hingga potongan masa lalu. Eh.. Bisa-bisa rumah saya akan habis tertimbun sampah dalam enam bulan saja. Syukurnya ada tempat pembuangan sampah sementara yang jaraknya lumayan jauh. Tempat sampah ini lebih sering tak penuh, tapi di luar sampahnya terserak menggunung.
      Di Lombok Timur saja volume sampah mencapai lebih dari 172 ton.  Berdasarkan fakta itu saya mengacungi jempol program pemerintah Provinsi NTB, Zero Waste alias bebas sampah pada 2023 mendatang. Keren! Sampah memang harus dipikirkan dan diselesaikan urusannya. Iyalah, kalau digantung terus sama dong kaya urusan cintamu. Hahaha⦠Zero waste didorong melalui pemisahan jenis sampah dan pengurangan penggunaan plastik. Pembatasan penggunaan plastik ini termasuk penggunaan air minum dalam kemasan dan pembungkus makanan saat rapat. Tidak ketinggalan pula pembatasan penggunaan kertas alias paperless. Good job! Zero Waste tedengar begitu dekat.
Β Β Β Β Β Β Sayangnya program sekeren itu tak dapat cukup respon positif dari pemerintah kabupaten/kota. Hanya Lombok Timur yang antusias dengan mengalokasikan sekitar Rp. 2 Milyar untuk pembentukan Bank Sampah. Melalui Program Desa Swadaya Kebersihan (PADASUKA) dengan target bebas sampah, bebas kumuh, dan bebas gersang, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menargetkan setiap desa memiliki satu Bank Sampah. Bank Sampah ini dinilai efektif mengurangi volume sampah masyarakat sekaligus dapat membantu peningkatan ekonomi. Berdasarkan data BPS Lombok Timur tahun 2017 lalu, di daerah ini hanya ada 15 bank sampah, terbanyak ada di Selong, yaitu tujuh unit. Jadi PR untuk pembentukan bank sampah ini masih cukup banyak mengingat di Lombok Timur terdapat 254 desa/ Kelurahan.
Β Β Β Β Β Β Bank Sampah memang bisa menjadi solusi, selama bank sampah itu tetap aktif dan berjalan meski tanpa sokongan Pemerintah. Sebab tidak sedikit bank sampah yang hanya bertahan satu dua tahun. Ketika berubah pengelolanya, berubah pula kebijakannya, dan terbengkalai-lah semua. Belum lagi saat ini banyak masyarakat yang berteriak minta difasilitasi pengelolaan sampahnya. Saya tidak bilang itu pertanda buruk. Pemerintah memang harus hadir memenuhi kebutuhan masyarakat. Tapi ini menjadi pertanda pengelolaan sampah itu belum menjadi kebutuhan masyarakat. Masih sebatas kebutuhan Pemerintah. Kita-kita ini--iya, saya dan kamu--masih belum merasa lingkungan yang bersih dan sehat itu adalah kebutuhan. Go green itu hanya urusan orang pintar dan telah bebas dari memikirkan hari ini makan apa. Kita masih belum menyadari fungsi sebagai khalifah di muka bumi, tapi ribut mau menerapkan khilafah. Eh, gak nyambung, ya?
Β Β Β Β Β Β Tapi baiklah, dukungan dan dorongan Pemerintah itu adalah langkah awal. Setelah merasakan manfaatnya diharapkan masyarakat akan bergerak sendiri, memiliki inisitif sendiri karena toh hasilnya akan mereka nikmati sendiri. Lalu, pikiran masyarakat akan terbuka. Tapi eh tapi, merubah persepsi selalu dikeluhkan sebagai sesuatu yang berat. Percayalah itu tidak berat (rindumu saja yang berat) jika manfaatnya bisa langsung dirasakan.
Pemerintah dapat mengintegrasikan pengelolaan sampah ini dengan layanan kesehatan, sebagai pembayaran premi asuransi seperti dilakukan Provinsi Jawa Barat, misalnya. Dengan begitu Pemerintah tidak perlu mengalokasikan dana APBD untuk pembayaran premi BPJS Kesehatan seperti dilakukan saat ini. Atau membayar premi asuransi ternak, asuransi usaha tani padi, dan sebagainya, bahkan menjadi jaminan untuk akses permodalan bagi UMKM. Semua bisa diintegrasikan asal jelas alur dan pertanggungjawabannya.
Jadi, Zero Waste 2023? Bisa. Asalkan kita semua mau. Ayolah, mau, ya? Jangan sampai ini kaya cintamu yang selalu bertepuk sebelah tanganβ¦
βKautahu, hal apa yang paling menyedihkan dari kita? Kukira kau mencintaiku. Nyatanya tidak. Tak pernah.β
β
Begitulah...
Masak apa hari ini? Dari kebun sendiri sepertinya enak. Udah tanggal segini juga sihπ #myorganicvegiegarden #ramadhan13 #siangmenyiangi #organicbokchoy
Aroma tanah yang menguar oleh serbuan rinai hujan semalam seperti rindu yang menguap beranak pinak memenuhi udara ketika menemui jejakmu, bahkan meski itu serupa titik

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Love being lostπ #diantahberantah #monokrom #lostsleep #lostlife
Tariq Tak Pernah Membakar Kapalnya
@edgarhamas
Sering kan kita mendengar Tariq bin Ziyad?
Itu lho, pembebas Spanyol yang melegenda. Sejarawan Eropa kala dulu sampai kini mengabadikannya sebagai βpembakar kapal.β Memimpin 5-7 ribu prajurit, Thariq bin Ziyad bersama pasukannya berangkat dari Afrika Utara menyeberangi Selat Gibraltar menuju semenanjung Iberia. Kapal-kapal berlabuh indah nan gagah.
Yang terkenal dalam peristiwa hebat ini, katanya, adalah sesampainya pasukan muslimin di daratan Andalusia untuk pertamakali, Tariq bin Ziyad malah membakar kapal-kapalnya. Kemudian dengan lantang ia berkata, βwahai pasukanku! lautan ada di belakangmu, dan musuh ada di depanmu! Tak ada pilihan lain selain berjuang!β
Pernah dengar yang kaya di atas, kan?
Namun, pernahkah kamu mempertanyakan, mengapa untuk berjihad dan berjuang di jalan Allah, Tariq bin Ziyad harus membakar kapalnya?
Ternyata dan ternyata, riwayat sejarah tentang pembakaran kapal sama sekali tidak ada dalam literatur sejarawan muslim di masanya. Kisah itu malah diabadikan para sejarawan Eropa. Sesuatu yang ganjil, bukan? Iya.
Mengapa? Para sejarawan Eropa ini tentunya akan menulis sejarah dengan logika yang nyambung dengan sudut pandang mereka. Logika yang tak percaya dengan kekuatan iman dan pertolongan Allah.
Contohnya; dalam logika manusia yang tak beriman, yang lemah pasti kalah oleh yang kuat, yang sedikit pasti kalah oleh yang banyak, yang punya harta pasti lebih hebat dari yang sederhana saja.
Dan ketika Tariq bin Ziyad serta pasukannya sampai di Andalusia, kemudian dengan sangat mengejutkan bisa memenangkan pertempuran Guadalete (dalam bahasa Arab ΩΨ§Ψ―Ω Ψ¨Ψ±Ψ¨Ψ§Ψ·) antara 7000 muslimin melawan 50-100 ribu tentara katolik, para sejarawan dibuat bingung, βkok bisa?!β
Akhirnya, dibuatlah satu mitos sejarah bahwa βTariq menyengaja membakar kapalnya, agar ia bisa memaksa pasukannya berperang. Jadi, wajar saja pasukan itu menang, karena mereka tak punya pilihan lain, dan dipaksa oleh panglima mereka.β
Faktanya, Tariq bin Ziyad tak pernah menyuruh untuk membakar kapal pasukannya sendiri. Sebab pertama, itu mubazir. Kedua, Islam tidak pernah mengajarkan pemaksaan dalam berjuang. Penjelasan ini ada dalam Kitab βIhraq Tariq li As Sufun Wahm Am Haqiqahβ dan tulisan-tulisan Sejarawan Muslim kontemporer yang berhasil membedah mitos-mitos sejarah seperti Dr Raghib Sirjani dan Jihad Turbani.
Mitos pembakaran kapal dihembuskan oleh sejarawan Eropa masa lalu, untuk menutupi ketakjuban mereka, βbagaimana bisa sedikit pasukan menang?β Diciptakan sebuah pernyataan seakan-akan βwajar pasukan muslim menang, mereka dipaksa oleh Tariq dengan kejam tanpa boleh mundur selangkahpun.β
Wajar saja mereka bergeleng kepala.
Bayangkan, pertama, pasukan Muslim adalah pendatang di sana, kurang paham geografi dibanding bangsa Spanyol, bagaimana bisa menang? Kedua, dengan jumlah 5-7 ribu pasukan, βkokβ bisa menang melawan ratusan ribu pasukan kristen kala itu? βTidak wajarβ, kata sebagian sejarawan.
Oleh karena itulah mereka sengaja mencari-cari logika agar kekalahan mereka dapat diterima oleh akal pikiran. Dibuatlah kisah palsu itu. Mereka tak paham bahwa sejatinya pola pikir kaum Muslimin berbeda, βbetapa banyak pasukan kecil mengalahkan pasukan besar dengan izin Allah?β (buka QS Al Baqarah ayat 249)
Pada akhirnya, terbebaslah tanah Andalusia. Karir peradaban Islam bermula disana tahun 711 M hingga 1492 M, 800 tahun lamanya. Mari menyibak rahasia sejarah. Darinya kita akan menangkap permata hikmah tiada tara, gelora kebenaran yang menyala-nyala.
Wallahu a'lam.
Wallahu a'lam...
X: apa kamu tahu apa yang akan dilakukan oleh orang yang merasa sangat lelah terhadap sesuatu?
Y: apa?
X: berhenti peduli
Y: apa kamu juga akan berhenti peduli padaku suatu saat nanti?
X: aku sudah melakukannya, berhenti peduli padamu. Dan semua hal tentangmu
Berhenti peduli
βYou never learned to give up. I never learned to give in. And we both sat under the dark sky, at different roads, wondering if life was always this hard, with or without each other.β
β Lukas W. // Talk about ego
Same old dark sky...
SAUDADE
Dan setiap pukul dua dinihari aku masih terbangun, seperti dua atau tiga tahun lalu saat kau masih bersamaku. Bedanya, kini kau tak lagi ada untuk kuajak berbincang tentang apa saja hingga insomnia terbunuh, berganti nyenyak. Dan aku makin sadar, jiwaku hilang separuh.
Dan setiap pukul enam pagi aku masih menyesap udara yang beku atau anyir dari mimpi-mimpi yang mematikan diri sendiri pada malam sebelumnya, sama seperti waktu yang purba saat sapaanmu di pagi hari adalah penghilang kantuk paling mujarab. Bedanya, tak ada lagi suaramu yang serak dengan mata setengah terbangun berbicara padaku. Dan aku sadar sepenuhnya, warasku makin menipis
Dan setiap pukul duabelas siang aku masih merapal namamu dalam doa kepada Tuhan, sesering munajat yang kulangitkan dalam himpunan warsa saat bersamamu. Bedanya, tiada lagi pijar harap agar garis takdir kita disatukan. Cukup diberi keberanian dan kekuatan agar lepas dari jerat rasa kepadamu seutuhnya. Dan aku tahu, segala tentang kita telah usai.
Dan setiap pukul enam petang, aku masih membakar rindu-rindu bersama merah matahari yang terbenam, sama seperti dulu saat raga kita berjauhan. Waktu tetap terasa panjang dan menjemukan, Sayang. Bedanya, tiada lagi jarak yang perlu dipangkas. Karena kita tak sekadar ada di dua kota berbeda dengan kilometer sebagai satuan pengukurnya. Kita ada pada bentang jarak sejauh utara dan selatan, seabu-abu masa lalu dan kini. Dan aku makin tahu, sunyi ruang di rongga dada makin nyenyat, tanpa seorang pun mampu menggaduhkannya lagi dengan debar.
Dan setiap pukul sepuluh malam, mataku masih memandang langit-langit kamar; menerawang jauh wajahmu yang makin pudar, suaramu yang makin kulupa seperti apa saat berbicara, serta genggam tanganmu yang makin menyerupai debu-debu di udara; nyata tapi samar terlihat, nyata tapi perlahan hilang. Dan aku makin sadar, kegilaan ini harus segera diakhirkan. Sebanyak apapun alasan kuajukan, Tuhan hanya menakdirkanmu sebagai belahan jiwa yang telah hilang, bukan penggenap agama yang dituliskan di kitab ketentuan.
π₯π₯

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Aku yang menghilang tapi tidak melupakanmu. Seperti matahari yang tenggelam ke dalam lautan tapi tak pernah basah.
Untuk kesekian kali aku harus mengingatkan diri sendiri; genapmu adalah ganjilku. Namun, meminta agar Ia menggenapkanku bersamamu adalah doa yang tetap haram bukan?
Aku belum segila itu. (via krisanyuanita)
Tuhan lebih suka ganjil?
Kita adalah sepasang jiwa yang terluka, bertemu, lalu berusaha saling menyembuhkan. Betapa bodohnya harapan itu. Karena orang yang hanya tau rasanya luka tak mampu mengobati, hanya saling menyakiti.
Itulah kita pada akhirnya (via krisanyuanita)
Kita? Aku bermimpi...
Mereka bahkan bekerja di hari Minggu usai hujan.. #hardworkers #everydayisaweekday #dragonfruitflower #halamanrumah (at Selong Lombok timur NTB)
Tumbuh tak terurus tak harus membuatmu kehilangan pesona #jalanjalan #disekitarmu #jalanbarengdannish #bungaliar #beutyfullflower (at West Nusa Tenggara)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Wellcome to the club cutie...ππ #newbabygirl #goodgirl (at Selong Lombok timur NTB)
Cukup mawar yang dua warna, kamu jangan! π #twotonerosie #themirrorhastwofaces #halamanrumah #beutyfullflower #nature (at West Nusa Tenggara)