Kadang, Kehilangan Itu Perlu.
Biarlah lelaki itu berlaku sesuka hatinya, menghiraukanmu atau mendiamkanmu. Bukan kah sedari awal kau yang mengiyakan?
Agaknya, dia sedang lelah dengan dunianya dan keberadaanmu malah membuat rumit semuanya.
Tak apa.
Kamu hanya perlu mengambil jarak beberapa langkah. Rasanya seperti mati tiap pagi, ya?
Laki-laki itu di suatu malam begitu menggebu meminangmu, di hari yang lain, begitu tak acuh.
Sedikit mundurlah,
Tata lagi bahumu karena sepertinya jalan didepan akan penuh perdebatan.
Kadang, kamu ingin memberitahunya bukan?
Yang ia enggan jumpai adalah perempuan yang diam-diam telah banyak menolak keseriusan lelaki.
Tetangga desa, kawan lama, hingga pria yang menunggumu dalam tahunan yang kini mapan dan siap melamar, pun kamu balas dengan sebuah penolakan.
Terlanjur melabuhkan harapan,
Nyatanya semuanya tak seramah tawa sore dan candaan di meja makan.
Bertahanlah walau sesekali mundur dan sendirian, kamu tak apa kan?
Kediri, 16 Juni 2021













