Saat Sepi Tak Lagi Menakutkan Baginya..
Mencoba mencintai seseorang yang sudah terlalu lama berteman dengan sepi itu memang gak mudah, butuh kesungguhan ekstra. Kamu tidak bisa datang setengah hati, apalagi hanya menawarkan kesenangan semu dan kepastian yang pasang surut.
Sebab, di balik tenangnya, saat kecewa dialah orang yang paling siap melangkah pergi.
Ia telah menempa dirinya untuk terbiasa berjalan sendiri: menyelesaikan rumitnya masalah tanpa merepotkan siapa-siapa, dan mengambil keputusan besar hanya berdiskusi dengan dirinya sendiri. Ketenangan dan kedamaian hidup yang ia miliki hari ini dibangun bertahun-tahun lewat proses yang tidak mudah. Wajar jika ia sangat menjaga ruang itu dari kehadiran yang hanya menambah beban.
Jangan pernah mengira ia akan menggantungkan bahagia padamu dan mau bertahan ketika diperlakukan semena-mena.
Begitu kamu mulai tidak konsisten, memberi ketidakpastian, atau membuatnya lelah secara emosional, ia tidak akan ragu untuk berbalik arah.
Bukan karena ia dingin atau tak punya rasa, melainkan karena ia sudah membuktikan pada dirinya sendiri: kesendirian ternyata tidak pernah semenakutkan itu.
Jadi, jika kamu berniat hadir di dunianya, pastikan hadirmu memberi rasa hangat yang melebihi kedamaian yang sudah ia racik sendiri. Ia tidak sedang mencari sosok tempat bersandar, melainkan seorang teman perjalanan yang membuat hidupnya terasa jauh lebih indah dan menenangkan.
Orang yang sudah berdamai dengan sepi tak akan takut kehilanganmu, justru kamulah yang harusnya takut kehilangan sosok seperti dia.














