Semoga kita tetap punya alasan mengapa kita perlu meneladani pilihan-pilihan untuk tetap hidup
Sebab meski kita tak luput berhadapan oleh pengalaman demi pengalaman terbilang runyam, agaknya kita masih mampu melihat sekaligus menerka kemungkinan berbeda melalui setiap celah tersisa. Entah sekadar kita mendengarkan papan tuts pada layar gawai sedang kita perguna mencatat, atau bahkan sederhananya pergi ke luar, membeli satu buah porsi mie ayam seperti umumnya.
Juga jangan lupa tentang cara cara kecil yang sungguh mampu melipur kegelisahan dalam dirimu. Menumpahkan pikiran sudah berwarna keruh, kemudian membaca sudut pandang berbeda, mengambil sepetik kata dari buku kamu punya. Dunia berbeda. Dunia yang berbekal cerita karangan penulis hebat kegemaranmu. Porsi sisi dunia barangkali ia sanggup, tentu mahir membuatmu menunda kesempatan meluap bara di jeru dadamu.
Dunia tanpa seorang pun melihatmu tampil begitu jujur, dunia membuatmu terperangah setiap kamu lanjut membuka lembaran berikutnya. Dunia yang membuatmu kembali mengingat,
Rupanya... aku masih punya alasan logis, mengapa aku masih perlu bertahan hingga –nanti.











