It's February, and I think I got this under control. Sekarang, tiap liat IG story lamaran, nikahan, atau pasangan semacam itu, gue dengan santai bisa merespon, "Awww that's cute, good for you." instead of, "me when" wkwkwk kayak yaudah gitu. Beberapa hari yang lalu juga disuruh nyari cowok sama tante dari pihak Ayah (dan itu pertama kalinya keluarga Ayah gue nyenggol gue tentang nikah-nikahan), tapi alhamdulillah bisa gue tanggapi dengan santai dan senyum.
Tapi ada sesuatu yang agak lucu. I did something out of the blue and out of character a few weeks ago.
Jadi, temennya temen gue bikin side hustle berupa platform matchmaking kecil-kecilan yang konsepnya kayak ta'aruf tapi cara promosi dan konsepnya Gen Z banget lah, ga yang terlalu agamis. Si temen gue iseng nyuruh gue daftar, trus gue juga iseng mikir, "Should I do it for the plot? Nothing to lose anyway."
And I did register myself WKWKWK
Ini bener-bener pertama kalinya gue ikut beginian, karena ketemu orang baru selalu jadi hal yang meresahkan di benak gue, apalagi lawan jenis. Tapi gue daftar bukan dengan intensi cari jodoh sih, lebih ke arah pengen meng-expose diri gue ke situasi semacam ini. Ada rasa penasaran dan pengen rasain pengalamannya langsung.
Bohong kalo gue bilang ga takut. Tapi gue meluruskan mindset dan berpegangan pada prinsip bahwa gue ikut ini bukan nyari jodoh, tapi nyari temen. Gue percaya nikah itu ikatan jadi teman seumur hidup. Kalo jadi temen biasa aja ga cocok, apalagi nikah. Dan kalo akhirnya ga ada laki-laki yang approach gue setelah event matchmaking ini, ya bukan berarti gue kurang. Mereka ga ngerasa cocok aja sama gue, and that's completely fine and unrelated to my worth as a person. I don't feel like I'm compatible with everyone, anyway.
Selain iseng, gue juga join ini biar ada jawaban kalo ditanya Ibu lagi soal nikah, sebagai bukti bahwa gue mulai membuka diri dan berusaha gitu wkwkwk
Tpi setelah deg-degan menunggu hari H, ternyata event-nya dibatalkan karena ga ada applicant laki-lakinya wkwkwk gue sih ga ngerasa gimana-gimana banget, tapi ada pikiran kayak, "Ya Allah, ini ikhtiar isengku langsung buntu gini berarti emang harus fokus ke diri sendiri dulu, ya. Okeshyap."
Sepertinya kalo mereka buka lagi event-nya, bisa jadi gue akan daftar lagi. Again, just for the plot. But let's see 🤷♀️