Suka iri sama orang yang dominan otaknya ga ambil pusing kalau ada masalah atau lagi slek sama orang lain. Selalu berpikir dari sisi positif, walaupun efeknya dia kelihatan seperti gak peka (dari sudut pandang kita), padahal sebetulnya (dari sudut pandang dia) dia sedang ber-husnudzon kepada kita. Tapi karna kitanya keburu overthinking, jadinya malah pusing sendiri.
Efeknya, orang yang terbiasa berpikir positif kaya gini nih, hidup nya lebih tenang aja gitu, tidur pun bisa nyenyak dalam kondisi apapun, karena respon tubuhnya hanya mikir "ini waktunya tidur, boskueh"
Makanya ada sebuah kutipan:
"Selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian yang ada pada hidupmu"
Hikmah ini maksudnya hal-hal baik yaa. Dan gak semua orang bisa mengambil hikmah ini, akibatnya gak semua orang kuat menjalani ujian hidup.
Contohnya, aku yang ditinggal suami dinas 2 minggu, pikiran keburu kalut "2 minggu tuh lama banget", jadi panas dingin tiap sendiri dirumah, mimpi buruk dan ga bisa tidur, kerjaan jadi gak fokus, belajar jadi ga ada gairah.
Contoh lainnya, kalau melihat ada hal jelek di jalan, respon pertama yang ada di otakku biasanya hal-hal negatif. Beda banget sama suami, pas aku tanya, pernah ga kamu mikirin misal ada tunawisma di jalan kamu liatin terus mikir "itu orang kenapa bisa jadi tunawisma ya? Apa orang tua nya udah gak ada? Dan bla bla bla"
Suami jawab, "gak pernah", dia hanya fokus ke apa yang berlangsung saat itu dan menikmati apa yang sedang dia lakukan saat itu, yaitu fokus mengendarai sepeda motor dan menikmati jalanan.
Mungkin ini gak ada hubungannya, tapi perbedaan aku dan suami adalah, suami suka banget baca;
Baca buku, baca berita, baca cerita, jadi mungkin... orang yang suka membaca itu punya perspektif lebih luas sehingga tidak "sumbu pendek" dan otomatis lebih cenderung berpikiran positif.
Gimana nih menurut kalian?














