video cute cat generated by aitemplate capcut by β¦Rimaβ¦π [FN]https://www.capcut.com/profile/OF7apcZvuTSU_y3pi4mnCygfd9zTVA4YuXjhwTihpII
kucing lucu anime ai edit capcut
Cosmic Funnies

if i look back, i am lost
ojovivo
Claire Keane
Sade Olutola
I'd rather be in outer space πΈ

oozey mess
Show & Tell
Jules of Nature
Cookie Run:Kingdom Official!

PR's Tumblrdome
Xuebing Du

tannertan36
$LAYYYTER
official daine visual archive
hello vonnie
KIROKAZE
Cosimo Galluzzi

Andulka
π©΅ avery cochrane π©΅
seen from Mexico

seen from Malaysia
seen from United Arab Emirates
seen from Canada

seen from Malaysia
seen from Bangladesh
seen from Canada

seen from Australia
seen from United States
seen from United States

seen from France

seen from France
seen from Kazakhstan

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from Mexico
seen from United States

seen from China
seen from France
seen from Mexico
@xylaria
video cute cat generated by aitemplate capcut by β¦Rimaβ¦π [FN]https://www.capcut.com/profile/OF7apcZvuTSU_y3pi4mnCygfd9zTVA4YuXjhwTihpII
kucing lucu anime ai edit capcut

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
xylaria turned 3 today!
Hey, Tidak Ada Ayam di Laut! (2)
Atas dasar luasnya yang sangat dominan, bagiku laut adalah keagungan. Tapi sayang, tidak cukup memberiku kekaguman. Atas dasar asal mula kehidupan, bagiku laut adalah lambang kehidupan. Tapi bukan itu juga yang membuatku terkesan. Dan atas dasar hal yang akan kuceritakan, bagiku laut adalah angka tujuh. Dan itulah, huh, yang membuatku mengistimewakannya selalu.
Ya, angka tujuh adalah angka yang cukup baik. Apalagi untukku yang tidak jago menggambar. Dan anehnya, aku hanya bisa mendapat nilai segitu kalau mengambar lautan. Kalau gambar yang lain, paling-paling hanya 5 atau 6. Kecil banget kan? Memang kejam guru menggambarku.
Sejak gambar lautan pertamaku, pada minggu-minggu seterusnya, aku selalu menggambar laut. Demi mengejar nilai tertinggi yang bisa kuraih; tujuh.
Aku sebenarnya bukan anak pencari nilai. Tidak, aku menolak disebut seperti itu. Tapi tentu saja, ketika kita mendapat nilai yang buruk, tentu saja menyiksa di hati. Tak enak juga dipandang. Kita semua pasti ingin kan dipuji orang, diberi nilai yang bagus, karya kita dihargai. Ya itu yang aku lakukan. Hanya begitu saja alasanku terus-terusan menghambar laut. Sekarang, buku gambarku penuh dengan laut. Mungkin, aku akan terus menggambarnya sampai tak ada lagi pelajaran seni yang memberi tugas menggambar.
Jika ada orang yang melihat buku gambarku, mungkin orang itu akan mengira aku mencintai laut, menggemari laut. Mungkin dia akan mengira juga bahwa aku akan senang saat pergi ke laut. Padahal, aku belum pernah ke laut. Dan bahkan tidak tertarik. Ntahlah, apakah ada orang yang salah paham. Ya, kalau ada sih, itu wajar.
Aku sebenarnya tidak tahu di laut itu ada apa. Aku tidak tahu indahnya laut itu dimana. Aku tidak pula menyukai laut. Aku juga tidak menginginkan pergi kesana. Gambaranku akan pemandangan laut pun menurutku tidak bagus-bagus amat, hanya sekedar tidak jelek-jelek amat. Aku sering menggambar laut, hanya karena itu membuatku tidak mendapat nilai yang buruk. Laut, sebetulnya sih, tidak istimewa-istimewa amat, kecuali karena memberiku nilai yang cukup.
Ngomong-ngomong soal istimewa, besok adalah hari istimewa bagiku. Aku besok ulang tahun yang ke sepuluh tahun. Ibuku bilang besok akan memasak ayam goreng istimewa kesukaanku sebagai lauk makan siang dan malam karena besok adalah hari yang istimewa untukku. Memikirkan bahwa besok adalah hari istimewa, dan aku akan memakan lauk istimewa, aku jadi ingin mengisi hariku dengan hal yang istimewa buatku; membuat lukisan laut yang istimewa. Dan malam itu semoga menjadi malam istimewa karena aku dan ibuku akan mengobrol panjang dan tertawa berdua saja. Obrolan istimewa. Oh iya, keluarga kami ga pernah ngadain acara ulang tahun mewah, tidak ada teman-teman yang diundang, cukup sederhana saja hanya keluarga kecil tetapi tetap istimewa.
Mengenai lukisanku, lukisan istimewaku itu akan kuberi nama 'Lautan yang Istimewa'. Isinya adalah tentang kehidupanku selama setahun terakhir, tentu saja yang lucu-lucunya saja. Aku ingin kami tertawa. Akan ada teman-teman sekolahku yang berenang di lukisan itu. Juga guru-guruku, teman mainku, ibuku, dan kurasa akan ada pula buku gambarku di lukisan itu. Kemudian, aku juga akan bercerita juga bahwa orang yang melihat buku gambarku mungkin akan salah paham. Ia akan mengira aku mencintai laut sehingga buku gambarku penuh dengan gambar lautan, padahal tidak begitu. Aku hanya bisa menggambar laut. Kalau bukan mengambar laut, nilaiku selau jelek.
Aku mungkin juga akan menggambar ayam di dalam laut. Ya, ayam adalah makanan yang istimewa karena rasanya sangat lezat. Aku paham, tidak ada ayam di laut. Tapi ini kan laut istimewa. Jika semuanya normal-normal saja, lalu apanya yang istimewa? Kuharap, ibuku akan protes mengenai kehadiran ayam konyol di dalam lautan, kemudian kita tertawa semalaman sambil melihat lukisan lautan yang istimewa.
Hey, Tidak Ada Ayam di Laut!
Dalam bayangmu, tentu sangat indah melihat biru yang terbentang di segala penjuru pandang. Sayangnya tidak, itu hanya bayanganmu. Dalam imajimu, ikan-ikan lucu menari dalam irama lantunan desir ombak di pinggir laut. Tetapi lagi-lagi tidak, sayangnya itu hanya imajinasimu. Ikan tidak pandai menari. Dan jangan kau lanjutkan khayalanmu dengan kejar-kejaran mesra bersama kepiting pantai. Tidak, kepiting malah akan mencabik kulitmu.
Untungnya, kau tidak pernah mengajakku ke laut atau pantai ataupun sejenisnya itu langsung padaku. Setidaknya, sampai saat ini belum. Tapi jika kau nanti melakukannya, akan kumarahi kau. Huh, mengapa kau harus menyukai laut? Kau seperti anak dari ayahmu saja. Padahal, yah memang iya sih. Kau memang anaknya, dan juga anakku.
Lawakan apa ini? Padahal kau belum pernah ke laut. Tetapi kau begitu mencintainya. Hah? Dan lucu, lagi, kau juga tak pernah bertemu dengan ayahmu, kan? Lalu bagaimana kau bisa mengikuti kegemarannya?
Orang-orang yang jauh dari keadilan telah banyak berbohong. Para penyair dan pelantun lagu telah membodohimu. Mereka tidak adil, karena hanya bicara mengenai keindahan laut saja. Mereka berbohong karena laut tidak benar-benar seperti yang mereka katakan. Dan kau bodoh jika percaya. Laut itu aslinya kejam.
Laut tidak selalu biru dan jernih, ia terkadang merah dan gelap. Begitupun ombak pantai, tidak pernah membawa botol berisi peta harta karun. Ombak pantai, malah membawa botol berisi racun.
Aku mencoba menebak keindahan yang ditawarkan laut untukmu. Apakah ikan? Justru ikan hias yang cantik dapat kau temui di akuarium. Ikan laut itu malah banyak yang berbahaya, ikan hiu misalnya. Atau kilauan pasir pantai? Coba kau pikir lagi, pasir itu tidak berkilau. Kecuali kau sengaja memasukkan lampu disko ke dalamnya. Mungkin unggas yang berterbangan? Hey, tidak ada ayam di laut! Kalaupun unggas yang dimaksud adalah burung, sesekali mereka akan membuang kotorannya di atas kepalamu.
Ombak pantai juga biasa saja. Alih-alih menyejukkan, ia malah bisa menyeretpaksakan kamu dan membawamu selamanya. Aku pernah melihat pemandangan itu satu kali. Lalu untuk apa kau masih ingin ke laut? Ingin mencari mayat ayahmu, kah?
Besok kau akan berulang tahun yang ke sepuluh tahun. Jangan minta jalan-jalan ke pantai. Aku akan membelikanmu mainan baru, apapun. Asal jangan minta yang aku tidak bisa. Dan bulan depan aku berulang tahun. Aku meminta kado berupa sisa abu hasil pembakaran dari buku gambarmu yang isinya itu-itu terus.
Bersambung...
Adik yang Datang dari Neraka
Adikku emang suka banget ketawa. Cuma dikelitikin langsung ketawa. Cuma dipegang pipinya tahu-tahu ketawa. Cuma di-cilukba-in pun dia lanjut ketawa. Iya, begitulah adik aku. Anak ini juga gitu, tapi dia bukan adik aku. Dia itu hantu. Beneran! Adikku yang asli sudah mati. Aku yang membunuhnya.
Terus, adikku juga suka nangis. Adik aku kalo jatoh kepeleset sendiri tahu-tahu nangis. Adik aku dijahilin dikit aja mesti nangis. Malah, cuma laper aja adik aku tuh pake nangis segala. Iya, adik aku tuh kaya gitu. Dia pun juga gitu. Tapi dia bukan adik aku loh. Aku kebetulan aja tahu. Dan aku yakin, yakin banget.
"Mah, dia bukan adik aku!"
Kalo aku ngomong gitu, mamah aku biasanya ketawa. Lalu, anak itu? Anak itu sok polos tetap bermain bersama mainannya. Berpura-pura tidak paham padahal dia lah seharusnya yang paling paham.
Jadi begini teman-teman, aku akan ceritain semuanya. Sebulan yang lalu, aku tidur bersama adik aku. Terus, di tengah malam, dia bangunin aku karena mau pipis. Aku bangun. Aku buka pintu kamar dan aku anter dia ke kamar mandi. Tapi aku ga ikut masuk ya. Soalnya aku sama adik aku beda kelamin. Aku cewe, dia cowo. Jadi di dalem kamar mandi dia harus beraniin diri sendiri.
Selesai pipis, dia keluar dan langsung gandeng aku. Terus kita jalan ke kamar tidur. Tiba-tiba, pintu kamar mandi yang tadinya udah ditutup eh kebuka lagi. Adik aku, untuk kedua kalinya, keluar lagi dari kamar mandi. Aku langsung cek orang yang lagi gandengan sama aku, dia adik aku. Lalu aku lihat lagi orang yang baru keluar dari kamar mandi, dia adik aku juga, tapi agak beda. Iya, adik aku yang keluar dari kamar mandi itu kakinya berdarah, lumayan banyak. Dia ketakukan dan terlihat lemas. Dia pasti adikku yang palsu, karena dia menyeramkan. Dia hantu. Aku dan adikku yg kugandeng langsung lari ke kamar tidur. Sedangkan si adik palsu mengejar di belakang dengan lambat.
Ketika aku dan adikku yang kugandeng telah masuk kamar, aku secepat mungkin berusaha menutup pintu. Tapi pintunya gamau ketutup. Loh kok gitu? Gak tahunya adikku yang palsu itu telah menyelipkan kepalanya ke sela-sela pintu kamar bagian bawah. Jadi ketika aku berusaha menutup pintu, lehernya terjepit pintu kamar. Aku takut dan ga tau harus gimana. Disaat itu, adikku yang tadi kugandeng mengajakku mendorong pintu sekuat tenaga. Akupun melakukannya. Si adik palsu kesakitan lalu menangis, kemudian berhenti ketika (mungkin) nafasnya telah habis. Diantara kami bertiga tidak ada yang teriak ataupun menjerit. Kejadian itu tidak ada orang lain yang tahu.
Setelah itu, aku dan adikku naik ke tempat tidur. Ketika aku hampir saja tertidur, aku mendengar adik aku bangun terus duduk. Dia menatap ke depan dengan tatapan kosong, kemudian tertawa. Tertawa tiada henti. Dia benar-benar nampak bahagia tetapi menyeramkan. Disaat itu aku tahu, aku telah memilih adik yang salah. Apa yang harus aku lakukan saat itu? Aku tidak tahu. Aku memilih untuk diam, berpura-pura sudah tidur agar tidak dibunuh oleh adik palsu yang asli.
Paginya, semua nampak normal, seakan-akan yang aku alami tadi malam hanya sebuah mimpi buruk. Tapi aku yakin, makhkuk di dekatku ini bukanlah adikku yang asli. Dia bukan adikku yang lahir dari ibuku. Dia adalah makhluk menyeramkan dari neraka.
Aku pernah menceritakan kejadian malam itu pada kakakku yang sudah kelas 5 SD. Dia ga percaya. Waduh, jangan-jangan kakakku juga palsu! Siapa yang tahu?! Kalian pernah tidak berfikir, jangan-jangan adik kalian juga adik palsu? Kalian saja yang tidak tahu!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming