saya punya kebiasaan baru sekarang: jalan-jalan sore keliling komplek. kata bidan dan dokter, sebaiknya saya berjalan satu jam per hari–supaya bersalinnya mudah dan lancar kelak.
hampir setiap sore, saya bertemu atau berpapasan dengan para tetangga. karena Ibu dan Ayah saya punya hobi mengundang tetangga ke rumah juga mengikuti kegiatan-kegiatan RT RW, saya ikut-ikutan kenal dan dikenal hampir semua tetangga kami. kalau bertemu tetangga, nggak cukup hanya senyum saja. pasti ada ngobrolnya.
ada komentar yang selalu sama dari para ibu itu. “mbak udah berapa bulan sih? kok langsing? kok perutnya kecil? oh kirain Tante masih 6 bulanan,” dan lain-lain. menurut mereka, sejak bertemu saya pada pengajian 4 bulanan hamil, saya hamilnya “cantik”.
“mbak uti hamil-hamil malah jadi cerah ya wajahnya, terus seger. Tante dulu mah waktu hamil jerawatan, jadi kusem banget.”
“ini nih kalau kata orang sunda, hamil cantik.”
“mbak uti mah pipinya nggak ikut gendut, hanya perutnya aja yang maju. naiknya berapa kilo mbak? pasti nggak sampai 10 kilo ya? Tante dulu naik sampai 22 kilo tapi bayinya keciiil banget. 2,5 kilo juga kurang.”
kenyataan: saya naik 14 kilo. menurut perhitungan dokter, bayi saya sudah hampir 3 kilo beratnya.
di dalam hati, saya sejujurnya semacam bahagia sekali disebut-sebut hamil cantik. setiap kali disebut cantik, saya mengamini sambil berdoa semoga jika bayi saya perempuan, dia pun berparas cantik, berakhlak cantik. Ibu saya bilang, saya memang mendapat banyak sekali kemudahan soal kehamilan. kemudahan-kemudahan itu yang harus saya syukuri.
dan benar sekali kata Ibu. walaupun saat trimester pertama saya mengalami morning sickness yang dahsyat, walaupun bayi saya sempat terlalu besar, walaupun beberapa kali saya jatuh sakit–demam, darah rendah, anemia, dan lain-lain–walaupun banyak walaupun lain, ada jauh lebih banyak kemudahan yang datang kepada saya, daripada kesusahannya.
Kakak selalu sehat di perut. kata dokter, gerakannya aktif sekali. sejak usia kandungan 7 bulan, Kakak sudah berada pada posisi akan lahir. tidak sungsang, tidak terlilit tali pusar. saat ini Kakak sudah masuk panggul dan siap lahir.
waktu saya pindahan ke Bogor karena mas yunus akan tugas luar negeri, saya sempat khawatir sebab saya akan sendirian. ternyata, saya malah dapat dokter kandungan yang adalah senior mas yunus di FK UI–yang akhirnya mengurusi saya seperti keluarga sendiri.
masih banyak lagi kemudahan lain yang tak akan habis jika disebut. awal kehamilan saya pun adalah kemudahan, sampai-sampai usia janin saya lebih tua 2 minggu daripada usia pernikahan.
saya bertanya pada Ibu apakah dulu saat hamil, Ibu juga selalu mudah seperti saya. kata Ibu, pertama kemudahan akan datang pada orang yang suka memudahkan orang lain. kedua, kemudahan datang pada orang yang pasrah–yang menyerahkan segala urusan pada Allah.
tulisan ini saya buat bukan dalam rangka menunjukkan bahwa saya suka memudahkan orang lain atau bahwa saya sudah cukup pasrah. tulisan ini adalah penyemangat untuk diri sendiri agar saya pasrah, sepasrah-pasrahnya. mulai minggu ini, usia kandungan saya sudah cukup untuk lahir. insyaAllah mulai minggu depan, saya sudah masuk waktu-waktunya melahirkan.
saya berdoa dan memohon doa dari teman-teman semua. semoga Allah memberikan kemudahan sekali lagi kepada saya. semoga Kakak bisa lahir dengan normal, dengan lancar dan sehat. semoga walaupun ada kemungkinan (besar kemungkinan) saya melahirkan tanpa ada mas yunus di samping saya, saya tetap punya kekuatan. semoga saya bersabar.
saya selalu menganggap bahwa momen melahirkan adalah momen paling indah yang bisa dialami seorang perempuan. lebih indah daripada momen menikah atau dilamar. itulah mengapa ending Teman Imaji saya tulis dengan adegan kica akan melahirkan. bagaimana tidak? momen melahirkan adalah momen yang nilai ibadahnya–jika meninggal–sama dengan syahid. meskipun, sakitnya setara dengan 22 tulang patah.
tentang kepasrahan: ternyata, segala jenis perasaan tak nyaman akan semakin tak nyaman hanya jika kita melawan. jangan dilawan, niscaya menjadi lebih ringan. jangan dilawan, niscaya Allah memberikan kemudahan.