di ruang waktu
lirik: TH Pohan
lagu: Abdi-Azmi
Vocal: Abdi-Azmi
diambil dari Puisi "di ruang waktu" dari buku Puisi dan Cerpen "Pada Batas Waktu" karya TH Pohan, Gong Publishing, 2014
RMH

ellievsbear

Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
almost home

oozey mess
🪼
One Nice Bug Per Day

#extradirty
wallacepolsom
Misplaced Lens Cap
Xuebing Du

taylor price
todays bird
h
$LAYYYTER

Product Placement
seen from United States
seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Belgium

seen from Malaysia
seen from India

seen from United Kingdom
seen from Belgium

seen from Finland
seen from Türkiye

seen from Netherlands

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Netherlands

seen from Belgium

seen from Malaysia
seen from Romania
@thpohan
di ruang waktu
lirik: TH Pohan
lagu: Abdi-Azmi
Vocal: Abdi-Azmi
diambil dari Puisi "di ruang waktu" dari buku Puisi dan Cerpen "Pada Batas Waktu" karya TH Pohan, Gong Publishing, 2014

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
LISTINGS: Volunteering Opportunities
FOUNDATION FOR MOTHER AND CHILD HEALTH: Looking for volunteers who have experience in health or nutrition, communications, administration and fundraising. Jl. H. Naim II No. 10 Jakarta Selatan (021) 7232119 http://www.fmch-indonesia.org
HABITAT FOR HUMANITY INDONESIA: Looking for volunteers to work on a Habitat site as well as non-build volunteers. Jl. Letjend Soepeno No. 34 Arteri Permata Hijau Jakarta Selatan (021) 29916074 http://www.habitatindonesia.org
HIDUNG MERAH: Looking for volunteers to support the foundation in its various activities. http://www.rednosefoundation.org
HIGH DESERT INTERNATIONAL FOUNDATION: Looking for volunteers to help and share their skills in various activities such as birthday celebrations, sports, arts & crafts, dance, computer and music sessions. Jl. Pecenongan Raya No. 72 Jakarta Pusat (021) 3500128 http://www.hdifoundation.org/
INTERNATIONAL HUMANITY FOUNDATION: Looking for volunteers to assist the organization either from home or at an IHF center. Kompleks Cipinang Elok 1 Blok 1 No. 9 Jakarta Timur (021) 8195328 http://www.ihfonline.org/
JAKARTA ANIMAL AID NETWORK: Looking volunteers for fund-raising, soliciting and coordinating donations of cat and dog food, media contact, web tech support, organizing and assisting at specific events, doing educational outreach and finding foster homes. http://www.jakartaanimalaid.com
KOPERASI KASIH INDONESIA: Looking for volunteers to help with a video profile project, a picture book project, financial auditing or management information system development. http://www.kasihindonesia.com/
PROFAUNA INDONESIA: Looking for volunteers to support the foundation in its various activities. http://www.profauna.net/id
RACHEL HOUSE: Looking for volunteers to contribute their skills and share their love with the children and their caregivers at Rachel House. Jl. Aipda KS Tubun Raya No. 77 Jakarta Barat (021) 53652197 http://www.rachel-house.org
SAHABAT ANAK: Looking for volunteers to be teachers, mentors, counsellors, event organizers, etc. Jl. Tambak II RT 06/05 No. 23 Kel. Pegangsaan Jakarta Pusat (021) 3918505 http://www.sahabatanak.org
TAMAN BACAAN PELANGI: Looking for volunteers to support the foundation in its various activities. http://www.tamanbacaanpelangi.com
WISMA CHESHIRE: Looking for volunteers to support the foundation in its various activities. Jl. Wijaya Kusuma No. 15A Cilandak Barat Jakarta Selatan (021) 7692059 http://www.wismacheshire.com
YAYASAN GOODWILL INTERNATIONAL: Looking for volunteers to promote the organization and organize media coverage. Jl. Pisang No. 27 Pasar Minggu Jakarta Selatan (021) 7807141 http://www.yayasan.info
YAYASAN PRIMA UNGGUL: Looking for volunteers to teach, share and participate in their events. Jl. Bangunan Timur No. 31 Kel. Kayu Putih Jakarta Timur (021) 4752227 http://www.primaunggul.org/
YAYASAN USAHA MULIA: Looking for volunteers to assist YUM in every area from fundraising for the organization to help children in communities with their reading. Jl. Fatmawati No. 52 Jakarta Selatan (021) 7698505 http://www.yumindonesia.org
Membuat Film Pendek
Kelas Akber ke-8 adalah “Movie Maker”, yaitu kelas yang mengajarkan bagaimana membuat film. Film yang dibahas pada hari minggu tanggal 20 Mei 2014 di Perpustakaan Umum Rantauprapat adalah film pendek.
Reki Candra yang menjadi guru adalah Ketua Komite Film Dewan Kesenian Labuhanbatu. Beberapa film pendek pernah diproduksinya secara sendiri maupun bersama. Reki menjelaskan secara umum tentang film pendek.
Film pendek ialah salah satu bentuk film paling simple dan paling kompleks. Secara teknis film pendek merupakan film yang memiliki durasi dibawah 50 menit.
Dalam sejarah dunia, istilah film pendek mulai popular sejak tahun 50-an. Sedangkan alur perkembangan film pendek dimulai dari Jerman dan Perancis.
Di Indonesia, Film Pendek diperkenalkan tahun 1971 oleh mahasiswa Sinematografi LPKJ (Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta) yang sekarang dikenal dengan sebutan IKJ (Institut Kesenian Jakarta).
Tiga tahap membuat film pendek yaitu: Pertama, Pra Produksi yang meliputi pembuatan cerita, penentuan pemeran, penentuan lokasi dan persiapan property. Kedua, Produksi yang meliputi shooting, pengambilan gambar dan pengambilan suara. Ketiga, Pasca Produksi meliputi capture/transfer, editing video dan audio, serta render.
Wira Naskah Prasetya yang juga menjadi guru hari itu menambah tentang pentingnya cerita dan casting. Wira adalah Ketua Teater Topeng Labuhanbatu yang beberapa kali melakukan pementasan bersama binaannya di Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan.
Cerita adalah unsur terpenting dari sebuah film karena film adalah cerita yang ditampilkan secara audio visual. Cerita dalam film pendek dibuat dalam naskah dan storyboard.
Dalam melakukan casting pemilihan pemeran harus disesuaikan dengan cerita yang akan ditampilkan. Postur pemain harus sesuai, casting, dan bisa menyampaikan pesan dari film yang akan dibuat.
Tidak hanya teori, kedua guru juga memutar karya-karya yang pernah mereka produksi dan dilanjutkan tanya jawab yang berlangsung seru. Diakhir kelas ditutup dengan sesi foto bersama . Red
Membangun Peradaban
Masih dari Local Leaders Day 2014 yang diselenggarakan di Salatiga 7– 9 Maret 2014. Dr. Roby Muhammad (@robymuhammad) seorang Sosiolog dari Univeristas Indonesia mengajak kami mengelana ke peradaban-peradaban yang pernah ada di dunia: Byzantium, Islam, The Crusades hingga Indonesia.
Mas Roby tidak sedang mengajak kita untuk romantisme tetapi menarik sebuah kesimpulan penting yang mungkin dilupakan banyak orang yaitu para pelaku utama peradaban tersebut ternyata orang muda.
Jika dahulu kala pemuda berhasil membangun peradaban dunia maka seharusnya sekarang orang muda bisa membangun peradaban baru. Mas Roby mengajak dan menantang relawan Akber untuk membuat peradaban baru.
Bicara peradaban sebetulnya juga bicara tentang kebudayaan karena keduanya saling berkaitan bahkan ada yang menyamakannya. Peradaban menurut Bierens De Hann adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan teknik. Oswald Spengl mengatakan peradaban adalah kebudayaan yang sudah tidak tumbuh lagi, sudah mati.
Koentjaraningrat mengatakan peradaban adalah bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, dan sebagainya.
Bagaimana membuat peradaban? Doktor tamatan AS yang fasih bercerita ini mengisahkan perjalanan dua orang professor Jerman yang menghimpun cerita-cerita rakyat dan dongeng di seluruh dunia untuk didokumentasikan. Kisah-kisah ini ternyata akan dijadikan media untuk menanamkan nilai-nilai bagi pembentukan peradaban baru di Jerman. Dongeng yang kini ditinggalkan ternyata sangat bermanfaat.
Ada beberapa cara membentuk peradaban antara lain pertama dimulai dengan rasa kegelisahan. Rumuskan apa yang menjadi kegelisahan di sebuah masyarakat atau bangsa. Kedua, bergeraklah secara bersama. Peradaban tidak dapat dibangun satu orang sehingga kita membutuhkan orang lain untuk mendukung dan menggerakkannya. Kita harus dapat memberikan kapasitas lebih bagi pengikut agar mereka dapat mencari pengikut lain yang mendukung peradaban yang kita bangun. Ketiga, Ciptakan Mitos Firaun. Musuh bersama inilah yang akan menyatukan kekuatan pendukung untuk selanjutnya menumbangkan sang Firaun. Keempat, Ciptakan Ritual. Ritual adalah bentuk pengulangan yang dibutuhkan untuk menghimpun pengikut dalam jangka waktu tertentu. Dengan ritual anggota akan terus mengingat, terhubung dan ter-upgrade.
Pertanyaan selanjutnya adalah dari mana kita lakukan. Jawabnya adalah mulai dari lingkungan yang terdekat. Tujuannya adalah untuk mempermudah, juga efektifitas serta efisiensi gerakan.
Kemudian ciptakan narasi-narasi yang dikoneksikan dari masa lalu. Hal ini penting untuk meyakinkan para pengikut bahwa peradaban yang dibangun adalah peradaban yang tidak muncul begitu saja tetapi memiliki keterhubungan dengan masa lalu.
Kenapa peradaban dan sebuah gerakan membutuhkan tokoh? Tokoh dibutuhkan karena manusia butuh aktor untuk berempati. Penokohan terkadang dibangun setelah revolusi atau perubahan terjadi.
Bagaimana dengan Akademi Berbagi? Dapatkah kita membangun sebuah peradaban baru? Ini adalah pertanyaan dan PR kita bersama. Tantangan terbesar kita adalah gerakan ini tidak dibangun berdasarkan teks-teks dan basis masyarakat pada umumnya. Akber bermula dari twitter, kegiatan ini digerakkan dan disebarluaskan secara viral.
Mengenai Tokoh, mbak Ainun Chomsun (@pasarsapi) sebagai pendiri dan juga coordinator nasional adalah tokoh Akber. Beliau menginginkan munculnya tokoh-tokoh Akber di masing-masing kota. Mereka inilah yang akan menyebarkan dan menguatkan gerakan perubahan Indonesia dimulai dari kota masing-masing (saat ini 38 kota). LLD adalah bentuk ritual dua tahunan yang dimulai dari tahun 2012.
Sebagai penutup mari kita lihat kembali Visi Akber yaitu Memberikan rasa keadilan atas pendidikan dengan membuka akses belajar bagi setiap warga Indonesia. Juga Misi Membangun akses belajar seluas-luasnya dengan mudah dan merata ke berbagai wilayah di Indonesia dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan jejaring sosial di internet. Menjadi jembatan penghubung antara ilmu dan pembelajar dengan membuang sekat yang ada karena semua orang adalah setara.
Sedangkan Mimpi Akber adalah dimana Setiap kota kabupaten/kotamadya ada kegiatan Akademi Berbagi yang diselenggarakan dengan rutin dan digunakan untuk memajukan wilayah dan masyakatnya. Tatang Hidayat
I Volunteer
Budi Sahputra adalah seorang coordinator relawan di Forum Masyarakat Madani (FMM) GEN EMAS En Pabolo Labuhanbatu di Kec. Panai Tengah Kab. Labuhanbatu. Lahir dan besar di Godean Yogyakarta 56 tahun yang lalu tidak membuatnya abai pada kondisi masyakat di sekitarnya. Bersama relawan lainnya beliau bertanggung jawab mengurangi tingkat kematian ibu saat melahirkan dan kematian anak baru lahir.
Meskipun usia organisasi ini baru tetapi beliau telah berhasil membantu proses melahirkan 12 orang ibu. Bahkan 4 diantaranya harus ia antarkan sendiri ke ke Rumah Sakit Rantauprapat yang membutuhkan waktu 2 jam perjalanan. Dikarenakan tidak ada supir Ambulans Puskesmas maka beliau merelakan diri sebagai supir.
Beliau merasa terpanggil menjadi relawan karena kurangnya antusiasme masyarakat terhadap kemanusiaan serta rendahnya kualitas SDM masyarakat di Kecamatan Panai Hulu tempat ia tinggal.
Orang muda harus perduli terhadap kemanusiaan dan membantu masyarakat begitu pesannya. Beliau berharap masyarakat di Kecamatannya dapat membantu proses penyelamatan ibu yang akan melahirkan karena masih tingginya angka kematian.
Ia memang tak muda lagi tapi rasa kesukarelawanannya masih menggelora. Kami dapat merasakannya saat ia diwawancarai. Berbagi memang membuat kita bahagia.
(Sumber:Newsletter Akber Labuhanbatu, Share Edisi 003 Apr 2014)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
KELAS STORY TELLING
Minggu, 13 April 2014 bertempat di Perpustakaan Umum Labuhanbatu diadakan Kelas Akber dengan tema “Story Telling: Membentuk Karakter melalui Cerita yang disampaikan oleh Bunda Dewi, Ketua Kampung Dongeng Labuhanbatu.
Dongeng adalah tradisi lisan bangsa ini yang mulai ditinggalkan. Bagi sebagian besar masyarakat dongeng dianggap sebagai hal yang tidak bermanfaat dan banyak memberikan mitos dan kebohongan.
Dr. Roby Muhammad dalam Local Leaders Day 2014 di Salatiga mengatakan bahwa dongeng sangat bermanfaat dan strategis dalam menanamkan nilai dan doktrin. Bahkan dijelaskan bahwa Jerman menerapkan tradisi dongeng dalam membentuk peradaban.
Usia dini adalah teachable moment dimana karakter akan dengan mudah dibentuk pada diri seorang anak atau disebut juga sebagai golden age.
Bunda Dewi menjelaskan bahwa dongeng dapat memikat dan mendatangkan manfaat bagi anak seperti mempererat ikatan dan komunikasi antara orang tua dan anak. Beberapa manfaat luar biasa dari dongeng adalah:
Mengasah daya berpikir dan imajinasi.
Menanamkan nilai/etika, member pengetahuan dasar.
Menumbuhkan rasa empati.
Langkah awal menumbuhkan minat baca.
Membantu mengembangkan kosa kata.
Meningkatkan keterampilan berbahasa.
Bunda Dewi mengisahkan penuturan seorang Guru di Australia yang mengatakan “Kami tidak terlalu khawatir jika anak-anak kami tidak pandai matematika. Kami jauh lebih khawatir jika anak-anak kami tidak pandai mengantri.” Mengantri menjadi penting karena membutuhkan waktu 12 tahun untuk melatih seorang anak agar bisa mengantri dengan baik dan benar dan hanya butuh waktu 3 bulan secara intensif untuk melatih anak bisa matematika.
Kelas Akber kali ini cukup istimewa karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar Coffee Rakyat Ranto, tempat mangkalnya Akberians. Pesertanya juga sangat beragam yaitu mahasiswa, ibu rumah tangga, pegawai, guru/dosen, dokter dan juga anak-anak.
Tidak hanya teori mendongeng, Bunda Dewi juga memberikan praktek mendongeng kepada peserta. Peserta serasa jatuh ke masa kecil ketika mendengar kisah burung Nuri yang jatuh dari pohon.
Salah seorang peserta yang juga guru ikut berbagi pengalaman tentang Puppet Show yang dapat membuat dongeng mejadi lebih menarik bagi anak-anak.
Peserta yang lain menyatakan kegembiraannya dapat menjadi peserta dan mendaftarkan diri untuk menjadi Relawan Akber.
Sebagaimana tradisi, Kelas Akber ditutup dengan sesi foto bersama. Relawan, guru dan peserta membagi gaya termanis untuk dokumentasi.
Setelah kelas ditutup Kepala Sekolah melakukan penjelasan singkat tentang Akademi Berbagi kepada calon relawan yang telah mendaftar. Calon relawan akan mengikuti orientasi guna menyatukan visi dan misi.
Semangat berbagi dan melakukan perubahan akan terus ditebar di bumi Nusantara dan Ika Bina En Pabolo khususnya.
Dua Puluh Enam Menuju Pasar Sapi (Bag. 2)
Perjalanan dari Yogyakarta ke Salatiga akan segera dimulai. Rafli berpikir keras untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi tetamu LLD 2014 kloter terakhir embarkasi Adi Sucipto. Dimulai dari opsi KA Pramex (Prambanan Express) di stasiun bandara, namun tiket habis.
Jarak bandara ke pertigaan jalan Solo sebetulnya dekat dan disana banyak bus tujuan Solo dan Salatiga namun Rafli mempertimbangkan banyaknya tas yang kami bawa. Akhirnya pilihan jatuh pada Bus AC dari Terminal Giwangan yang jaraknya cukup jauh dari Adi Sucipto.
Terminal ini cukup besar dan sepi karena saat itu matahari telah kembali ke peraduannya. Ada beberapa bus yang sedang menunggu penumpang namun kami harus menunggu. Cukup lama kami menunggu dan sempat mengundang tanya. Entah mengapa kami tak terlalu mempertanyakannya. Mungkin karena kami merasa bahagia berbagi cerita khususnya dengan Pandawa Lima berseragam hitam dari Pekanbaru.
Akberians dari Pekanbaru ini adalah bintang pada malam itu, bintang bersegi lima. Penuh canda dan keramahan khas tanah bertuah. Perjuangan mereka menuju Adi Sucipto penuh perjuangan karena harus tertunda enam jam di Bandara Sultan Kasim II disebabkan kabut asap. Ketidakpastian kapan berangkat tak mematahkan semangat mereka menuju LLD 2014. Semua mengapresiasi semangat dan pengorbanan mereka yang sejak subuh mempersiapkan diri.
Bus yang kami tumpangi cukup nyaman dan kami menguasai barisan belakang. Perjalanan harus terhenti di terminal Solo karena bus yang kami tumpangi adalah jurusan Surabaya. Untuk kesekian kali harus menunggu. Setelah makan malam dan menunggu cukup lama akhirnya bus AC tujuan Semarang tiba. Kami bergegas naik dan sekali lagi menguasai barisan belakang. Disamping Pandawa Lima, Rafli adalah bintang malam itu karena kepeduliannya yang level 10. Hanya saja jangan pernah bertanya jarak dengan beliau karena jawabannya selalu “Deket, bentar lagi juga sampai.” Tapi entah kenapa terasa jauh dan tak sampai-sampai.
Akhirnya jam 00.30 kami tiba di Salatiga, tepatnya Pasar Sapi. Nama yang sangat popular di kalangan Akberians yaitu username twitter Founder dan Koordinator Nasional Akber mbak Ainun Chomsun (@pasarsapi). Teka-teki yang akhirnya terjawab malam itu.
Sekitar jam 01.00 Sabtu, 8 Maret 2014 saya menjejakkan kaki di Pondok Remaja Salib Putih Salatiga tempat LLD 2014 diselenggarakan. Genaplah 26 jam perjalanan saya dari Rantauprapat menuju Salatiga.
Keesokan paginya kami harus berkumpul tepat jam 7 pagi untuk sesi pemotretan bersama. Pagi itu saya saksikan wajah-wajah penuh semangat dari 30 kota di Indonesia. Kegembiraan semakin lengkap ketika mbak Ainun hadir dan berfoto bersama seluruh peserta.
@HidayatPohan
Satu setengah tahun mengawal Akber Jogja sebagai volunteer dengan ditambah emblem khusus sebagai Kepsek (Kepala Sekolah, koordinator untuk Akber di tiap kota), menjadi suatu cerita tersendiri. Berasa seru ketika kepsek sebelum saya hanya meninggalkan jejak kelas tanpa ada tambahan amunisi ...
Dua Puluh Enam Jam Menuju Pasar Sapi
Kamis, 7 Maret 2014 jam 13.00 WIB adalah waktu check in bagi seluruh peserta LLD 2014 (Local Leders Day) di Pondok Remaja Salib Putih Salatiga. Pada saat yang bersamaan 983 miles (1582 km) dari sebelah barat laut Salatiga, tepatnya di Kota Rantauprapat, Ibukota Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara aku masih menghadiri sebuah showcase yang diselenggarakan USAID Prioritas.
Ada keraguan di hati akan kehadiran diri di Salatiga. Hastag LLD2014 semakin menjadi trending di timeline Twitter Akberians di seluruh nusantara. Showcase masih berlangsung hingga pukul 16.00 tetapi pikiran melayang menyeberang lautan.
Selepas zuhur sebuah panggilan dari seorang teman di Labuhanbatu Selatan mengusik siang. Ada pengelana bersepeda dari Kendal akan memasuki Rantauprapat dan memohon untuk dipandu serta disambut. Kendal, sebuah kota yang tak jauh dari Salatiga. Nurfaridin nama anak muda yang mencoba melihat Indonesia dari sepeda. Pemuda ini membawa cahaya yang istimewa sesuai dengan namanya. Aku harus melihat Indonesia sebagaimana dirinya ucapku dalam hati.
Menjelang maghrib tiket pesawat menuju Yogya telah didapat. Alhamdulillah acara packing tak butuh waktu lama karena istri bergerak cepat dan tak banyak juga yang harus dibawa. Tiket kereta api menuju Medan belum didapat karena terlambat memesan secara online. Mau tidak mau, suka tidak suka, aku harus antri. Untunglah hari itu bukan hari Jumat dimana banyak anggota PJKA (Pergi Jumat Kembali Ahad) sehingga tak perlu lama berdiri mendapatkan tiket.
Tepat jam 23.15 Kereta Api Sri Bilah jurusan Medan bergerak dari stasiun Rantauprapat di bumi Ika Bina En Pabolo, semboyan Kabupaten Labuhaabatu yang berarti “Ini dibina dan diperbaiki”. Kepergian yang membina silaturahmi dan memperbaiki wawasan serta jejaring. Tak banyak yang bisa diceritakan dalam perjalanan kereta ini selain tidur, bangun dan tidur lagi.
Pukul 04.30 kereta tiba di Medan. Lebih cepat dari jadwal atau mungkin malam yang hangat mengantarkannya lebih cepat melaju di atas rel peninggalan Belanda. Segera saja kaki melangkah ke loket Railink yang menghubungkan Stasiun Besar Medan ke Bandara Kualanamu. Kereta pertama telah berangkat pukul 04.00 dan jadwal berikutnya jam 06.15. Saatnya rehat dan menghadapkan diri padaNya sembari menunggu kereta. Sebetulnya banyak yang dapat diceritakan dari mewah dan bersihnya kereta api kebanggaan Sumatera Utara dan Indonesia ini tapi mungkin lain waktu.
Sangatlah tidak sopan bagi penumpang kereta api mewah dan pesawat terbang ini bepergian tanpa mandi. Apa boleh buat keadaanlah yang memaksanya, tapi aku tetap melangkah menuju toilet stasiun KA bandara yang bersih untuk merapikan diri agar tak tampak bila belum mandi. Bandara Kualanamu ini mengingatkan saya pada Suvarnabhumi Airport di Bangkok yang megah, modern dan bersih. Kebanggaan Thailand yang kini menjadi kebanggaan kami warga Sumatera Utara dan Warganegara Indonesia.
Setelah check in dan menggenggam boarding pass, aku menghampiri Resto bernuansa Jawa yang terletak tepat di kanan portal elektronik menuju ruang tunggu. Nama dan interiornya menghubungkanku pada bumi Jawa yang penuh filosofi dan kearifan. Mungkin harganya saja yang kurang bersahabat. Makan juga bisa menjadi sebuah kegiatan rekreasi. Jadi aku anggap saja ini sebuah rekreasi sembari menatap deretan pesawat yang datang dan pergi silih berganti.
Yang membedakan perjalanan pesawat ini dengan kereta api hanyalah sepotong roti dan segelas air kemasan. Selebihnya aku menikmati nyamannya tidur diketinggian 30.000 kaki. Tidak ada perbedaan waktu antara Medan, Jakarta dan Yogya selain berjalannya waktu seiring perjalananku. Soekarno Hatta hanyalah tempatku menjejak kemudian mengangkasa kembali.
Jam 13.30 Sriwijaya Air menghantarkanku pada persinggahan terakhir, Yogyakarta. Tak ada papan yang menuliskan namaku tak jua simbol warna-warni menyambutku. Ya, aku memang terlambat ketika rombongan peserta LLD telah terlebih dahulu berangkat menuju Solo dan akhirnya Salatiga. Berbekal Twitter dan WA aku melangkah menuju lapangan parkir Bandara Adisucipto.
Perut mulai lapar dan sudah waktunya menunaikan shalat. Pujasera adalah tempat yang dituju setelah memberi kabar pada Dadan dan Raplee akan kedatanganku. Masih ada beberapa jam ke depan menuju pukul 16.00 untuk keberangkatan selanjutnya ke Salatiga. Setelah menyantap menu Bebek Goreng dan segelas teh panas, kehadiran Ecky, Kepsek Akber Padang melengkapkan siang itu. Raplee yang memenuhi janjinya menambah indah hari itu.
Kehadiran Mbak Yulia mantan Kepsek Akber Makassar mulai menambah keragaman hari. Menyusul kemudian sahabat-sahabat Akber Yogyakarta yang mulai berdatangan. Kebahagian hari itu akhirnya sempurna dengan kehadiran Lima Pandawa dari Akber Pekanbaru. Setelah memperkenalkan diri satu persatu suasana hangat langsung menyelimuti. Tak hanya hangat bahkan nyaris memecah ruangan.
Bersambung
Quran 1:5 – The Opening
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
You alone do we worship; and unto You alone do we turn for aid.
From the collection: IslamicArtDB » Quran Calligraphy and Typography (558 items)
Originally found on: sbalubaid

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Buku Puisi dan Cerpen Pada Batas Waktu