Sistem Pengelolaan Sampah w/ Taiki Miyazaki
Hai Akberians! Apa kabar?
Jika kita berbicara mengenai sistem pengelolaan sampah, apa sih yang ada di benak kalian? Apakah di Indonesia itu pengelolaannya sudah baik? Apakah sampah yang ada diolah atau hanya ditimbun?Â
Di kelas 4 November lalu, Akber Jogja berkolaborasi dengan komunitas KOPHI Yogya dan Gomi-Shori Project untuk mengadakan kelas âSistem Pengelolaan Sampahâ bersama Taiki Miyazaki. Taiki merupakan seorang aktivis lingkungan dari Jepang sekaligus pendiri Gomi-Shori Project, sebuah gerakan mandiri yang aktif mengedukasi tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar di Indonesia. Project ini dibentuk pada 5 Agustus 2016 dengan tujuan mengurangi jumlah sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir dan mengkampanyekan kebiasaan memilah sampah.Â
Taiki memulai kelas dengan menjelaskan beberapa sistem pengelolaan sampah yang ada di Jepang, mulai dari ditimbang, dihancurkan dengan mesin, dibakar dengan suhu lebih dari 800° C, hingga di daur ulang menjadi abu atau energi panas. Di Jepang sendiri, hampir 74% sampah dikelola dengan cara dibakar loh, Akberians. Sempat berpikir gak sih, bukannya kalau dibakar bisa bikin polusi ya? Nah, ternyata dengan membakar sampah, ada beberapa keuntungannya loh, di antaranya adalah:
1. bisa mengurangi volume (jumlah sampah) yang dibawa ke tempat pembuangan akhir 2. bisa digunakan sebagai sumber daya 3. bisa membuat listrik dengan cara RDF (Refuse Drived Fuel)
Sampah di dalam insinerator (alat pembakar sampah) dibakar pada suhu tinggi antara 850-950° C. Insinerasi yang bersuhu tinggi akan memberantas semua bau dan mengurangi emisi dioksin (polusi). Namun, ada beberapa jenis sampah yang tidak bisa dibakar nih, Akberians. Misalnya bise, panci, payung, kaca,, cangkir, mangkok, gunting, pisau, korek, alumunium, lampu, dan baterai.
Untuk menjalankan sistem TPS dengan cara dibakar, hal yang harus dilakukan pertama kali adalah dengan memilah sampah rumah tangga. Lalu, lakukan sistem pengumpulan sampah yang baik dan benar dengan cara mengatur jadwal pengambilan dan pemilihan sampah. Seperti yang dilakukan di Kota Numazu, Jepang, warga melakukan pengambilan dan pemilahan sampah sendiri-sendiri. Sampah yang tidak terpilah, tidak akan diambil.Â
Akberians, setuju gak sih kalau sistem pengelolaan seperti di atas bisa diterapkan di Indonesia? Pasti setuju dong, ya. Tapi gimana caranya, ya? Jawabannya adalah dengan memulai disiplin pada diri sendiri, Akberians. Pilah dan pilih sampah yang akan kita buang. Waste is not wasteful jika kita bisa memilih sampah dengan baik :)
Sekian review kelas âSistem Pengelolaan Sampahâ bersama Taiki, Akberians. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi di kelas kali ini. Sampai bertemu di kelas selanjutnya, Akberians. Berbagi Bikin Happy -Ramanda Putra
PIC: Rama // Rizki // Wira // Furqan
















