FOLLOW THE LIGHT, Gelaran Lighting Designer yang Membuat Plot Dramatikal dari Sebuah Konser Musikal
Gelaran konser sebuah band Post-rock asal kota Bandung, UNDER THE BIG BRIGHT YELLOW SUN atau yang lebih dikenal sebagai UTBBYS yang dilangsungkan Jumat malam bertempat di 372 kopi, Setiabudhi. Gelaran konser ini bertajuk FOLLOW THE LIGHT, dan kali ini sangat spesial, karena konser ini mengangkat seorang lighting designer, Zamzam Mubarok. Voice over berkata sebelum konser dimulai, bahwa konser dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diawali dengan sangat manis oleh lagu "Prolog", dilanjutkan oleh "Follow The Light" seperti judul konser malam ini. "When The Light Arrived" dan lagu "Circus Travelling Show" refleks membuat kepala bergoyang. Saya yakin tidak semua yang menyaksikan konser ini punya interpretasi yang sama terhadap lagu-lagu UTBBYS, karena saya meyakini bicara soal Post-rock adalah bicara soal 'rasa'. Konser dilanjutkan dengan "Robotic", "Fur elizabeth", "Endless", "Epilogue", dan ditutup dengan "Prahara". Rasanya seperti emosi dan amarah yang membuncah mengeluarkan seluruh isi kepala. Semua mata dibuat terpukau dengan api yang seketika membakar sebuah bingkai di belakang panggung, dan efek gitar yang dimainkan. Sekali lagi... merinding!!!! Sakral... Sesi dua, dibuka dengan ceria oleh "Goodmorning Sunshine", cocok lah sembari menikmati kentang goreng ala 372 kopi. "Brightlight", "In Hope I Die", "Ironic", dan ditutup dengan sempurna oleh lagu pamungkas "Threshold" yang emosional. Secara keseluruhan saya menyimpulkan jika konser ini dibuat alurnya, seperti hidup berpetualang dari kelam lewat lagu yang dibawakan pada sesi pertama, kelam terbakar, dan muncullah sebuah harapan seperti pada lagu-lagu yang dimainkan di sesi kedua. Hanya tinggal maukah kita mengikuti cahaya. Namun, yang lebih penting dan patut menjadi sorotan adalah mata dimanja dengan penampilan lighting yang memukau, semesta yang mendukung dengan cuaca malam yang cerah walaupun tanpa bintang... Menurut Didi, bassist UTBBYS, musik mereka yang merupakan musik instrumental non verbal, lighting merupakan aspek yang sangat menunjang plot dramatikal dari sebuah konser musikal. Zamzam... LULUS!!! Mungkin kalau saya jadi dosen pembimbing dia, pasti akan berteriak seperti itu. KEREN!!!
















