Tidak ada yang tulus di dunia ini. Semuanya mengharapkan timbal balik kembali. Meski itu hanya sebuah ucapan terimakasih.
seen from Germany
seen from United States

seen from Sweden
seen from France

seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Germany
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Japan
seen from India
seen from Netherlands
seen from United States
seen from Egypt

seen from United States
Tidak ada yang tulus di dunia ini. Semuanya mengharapkan timbal balik kembali. Meski itu hanya sebuah ucapan terimakasih.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Yang gw tw dalam kehidupan itu berlaku hukum timbal balik dan "karma".
Karena sore ini dengan mata kepala gw sendiri jelas gw lihat wanita tua itu mengabaikan anak gw yang sedang menangis, maka ingatlah kelak jika akan ada moment dimana anakmu bersimpuh memohon dan gw akan berlalu begitu saja.
Sepertinya untukmu bahkan semua ini adalah hal yang membebanimu. Bahkan untuk anak - anak kecil dalam masa pertumbuhannya dan seharusnya kau panggil sebagai "cucu".
Belajar pake logika, Biar kami semua memaknai hidupmu masing-masing, karena Hukum Timbal Balik adalah Hukum Paling Logika dalam hidup. #detektifperselingkuhan #logika #timbalbalik (di Detektif Perselingkuhan) https://www.instagram.com/p/B1oHn1TB8KY/?igshid=1k178032okxkq
Timbal Balik
Timbal balik.
Di usia belum genap dua puluh tiga ini, cukup banyak hal-hal di kehidupan sehari-hari yang berurusan dengan timbal balik. Di saat usiamu masih kanak-kanak, masih harus mengaji tiap sore, masih sangat sering dituturi oleh orang tua tentang tidak boleh ini tidak boleh itu, masih sangat dini untuk mengetahui apakah timbal balik itu dan justru disitu lah pemahaman tentang timbal balik sedang gencar-gencarnya ditanamkan orangtua mu.
“Mbak, kalo punya uang lebih, sering-sering sedekah”
“Dek, kalo lagi bisa nolong temen, ya ditolong temennya. Ntar balik ke kamu kok dek”
dulu, saya mengira hal itu terkesan pamrih. Dalam hati, ujung-ujungnya juga pasti minta balasan. Biar kapan hari pas butuh kita ditolong. Atau berpikir, iya kalo dapet balesan, kalo nggak.
Wajar.
Seiring bertambahnya usia, saya semakin sadar. Bahkan saya tidak perlu memikirkan apakah saya akan dapat balasan dari orang tersebut atau tidak.
Pernah tidak ketika kamu sedang dalam kondisi ideal, dalam arti tanpa ada kesulitan yang berarti, yang membuatmu pasti bisa membantu orang lain dengan tenaga dan jasa atau bahkan waktu. Lalu teman dekatmu meminta bantuan. Dilogika pun, kamu pasti membantu. Entah hanya menemani mengerjakan buku tugas akhir nya, atau membantu lebih. Tanpa berpikir panjang pun, kamu pasti membantu. Tanpa berpikir, apakah kamu akan dapat balasan dari bantuan yang kuberikan. Apakah kamu hanya mendapatkan ‘terima kasih’ atau mungkin kamu bisa ditraktir teman dekatmu.
Seiring bertambahnya usia pun, kamu akan sadar, balasan yang diberikan kepada orang yang sudah membantu tidak harus berupa bantuan yang sudah kita berikan padanya. Dulu kamu simpel saja, ketika kamu membantu teman mengerjakan sesuatu ketika dia kesulitan, nanti kamu akan mendapat bantuan juga ketika kamu kesulitan.
Lalu kamu akan menemukan dua keadaan. Keadaan pertama, ketika kamu kesulitan, ternyata kamu dibantu teman yang dulu kamu bantu juga ketika dia kesulitan. Maka harapanmu terpenuhi. Timbal balik itu terjadi. Keadaan kedua adalah, ternyata teman kamu tidak mau membantu. Dengan berbagai alasan. Padahal posisimu jauh lebih sulit dibanding posisinya dulu. Dan hanya temanmu tersebut yang kamu kira akan dan pasti membantumu. Ternyata berjalannya waktu, masalahmu selesai dengan tenang dan sendirinya. See? kamu sudah mendapatkan timbal balik. Memang bukan dari teman yang kamu harapkan akan membantumu. Masalah berat yang kamu tangisi setiap hari, perlahan selesai. Dengan tenang. Dengan indah. Kamu hanya tidak menyadari campur tangan Allah di dalamnya karena yang kamu harapkan hanya dari manusia. Selama mengurus masalahmu, kesehatanmu terjamin, sehingga memudahkanmu mengurus segalanya ‘sendiri’. Rejekimu mengalir, sehingga tidak perlu menambah masalah baru. Dan kemudahan-kemudahan lainnya.
Maka, saya sering sekali geram ketika melihat masih adanya yang berucap ‘aku sudah sering bantuin dia, giliran aku yang kena masalah, dia kemana?’. Padahal saya tahu sendiri, dia mendapatkan banyak kemudahan untuk menyelesaikan masalahnya. I know that’s normal.
Maka, timbal balik bukan hanya sebatas kamu akan kembali dibantu oleh yang pernah membantumu, tapi timbal balik bisa berupa kesehatan, rejeki, dan segala kemudahan yang diberikan kepadamu hingga membuat kamu bisa kembali berada di posisi tidak membutuhkan bantuan.
Begitu.