terhenti;
"𝘒𝘢𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘵𝘶𝘱 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘵𝘶𝘱 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘶 𝘳𝘢𝘴𝘢"
Ada yang seharusnya punah sebelum hati menjadi patah, mungkin namanya asa. Ada yang seharusnya diberikan, tapi masih disimpan Tuhan, mungkin namanya kesempatan. Ada yang seharusnya dihentikan, sebelum luka jadi lintasan perjalanan, mungkin namanya perasaan.
Barangkali hati terlalu cepat jatuh pada waktu yang tak tepat. Bukan objeknya yang salah, tapi seolah semesta menutup pintunya pada ketukan pertama. Harapan yang tadinya terlihat begitu jelas, kini hilang semudah melayangnya kertas.
Bukan salahmu yang mungkin seperti tak memahami keadaan. Tapi salahku, yang berharap hanya pada kebetulan.
Bukan salahmu yang tak juga sadari keberadaan. Tapi salahku, terlalu lama berjalan dalam kesendirian.
Hingga pada akhirnya semua kata kunci membawaku pada sebuah kenyataan yang harus dijalani, bahwa meski belum dimiliki namun harus terhenti disini, demi baiknya dua hati di masa nanti.
Penuh; mungkin menurutmu berarti utuh. Sedangkan aku, teraih separuh dan sisanya lumpuh.
Jika benar putaran kesempatan pernah terlewatkan, mungkin itulah definisi dari sebuah kesalahan yang mendewasakan.
Barangkali akan ada kesempatan, namun tak tahu harus menunggu sampai entah kapan.
Barangkali akan ada sepenggal cerita yang sedikit diubah, namun kepastiannya masih tak tergugah.
Barangkali aku memang akan hidup di antara rangkaian kemungkinan, bukan karena tak ada jalan, tetapi karena hatiku kembali tertegun di hadapan kenyataan.
Entah kebetulan memang sebenarnya ada, atau hanya aku yang sepertinya mengada-ada. Entah kisah tentang kita memang sedang dituliskan Tuhan, ataukah semuanya semata-mata hanyalah harapan yang kurawat diam-diam.
Mungkin memang harus memberi waktu lebih bagi hati, dengan rencana-Nya yang selalu mengejutkan. Walau entah kejutannya akan membahagiakan, atau justru berupa tamparan pelan yang menyadarkan.
Mari tutup segala mungkin atau tidaknya. Sebab masih ada beberapa hal sederhana yang perlu disyukuri keberadaannya; masih bisa tegak berdiri melanjutkan hari, misalnya.
Tidak apa, baiknya persiapkan diri untuk menjadi lebih baik lagi, bagi seseorang yang nanti berpatenkan namanya sebagai penghuni hati.
Saat ini, biarkan aku sendiri, lagi...
#DuetKolaborasiRasa bersama @estipilami @lovepathie ~ @kolaborasirasa ~ @jelagaku




















