"Penjara Cinta " By: Budi Ashari, Lc Kita ingin belajar dari dialog Yusuf dengan pengagumnya yang mengaguminya karena ilmu dan kesholehannya. Rasa cinta yang begitu luar biasa. Bahkan hatinya belum pernah dirambati cinta sedahsyat cintanya pada Yusuf. "Aku berlindung kepada Allah dari cintamu....." Kalimat Yusuf ini tentu mengejutkan muridnya yang menyatakan cintanya. Kemudian Yusuf pun menjelaskan. Agar semua kita belajar. Kepada siapapun cinta ini kita kirimkan. Dari manapun cinta itu kita dapatkan. Ya, karenanya cinta yang kita terima atau yang kita kirimkan tak boleh menjadi penjara. Karena penjara membatasi ruang gerak kita. Kecintaan orangtua kepada anaknya tidak boleh membuat anak-anak terbang rendah serendah orangtuanya. Mereka mempunyai kehebatan yang melebihi kita. Itu harus kita yakini. Biarkan mereka terbang tinggi ‘meninggalkan’ kita. Kecintaan seseorang pada pasangannya, juga tak boleh memenjarakan. Sehingga tugas-tugas mulia sebelum menikah terhenti karena pernikahan. Ini sangat aneh, karena dalam Islam pernikahan itu melengkapi setengah agama. Itu seharusnya, pernikahan membuat kita hidup semakin produktif. Bukan sebaliknya. Jangan atas nama cinta, dia tak lagi bisa menuntut ilmu. Sibuk dengan rutinitas rumah tangga yang padat. Jangan atas nama cinta, dia kelelahan sehingga tak lagi seproduktif dulu. Sibuk mengurusi kecemburuan. Lelah dengan pertikaian. Penat dengan setumpuk masalah. Tapi cinta tak boleh memenjarakan. Membatasi ruang gerak. Justru dengan cinta seharusnya gerak kita semakin bergelora, bergairah dan lebih menghasilkan. Cinta pernah bercerita kepada kita bahwa ia pernah membuatkan dua penjara bagi manusia mulia. Penjara sumur dan penjara jeruji besi. Bukan cinta ini yang kita mau... #nasehatdiri #nasehat #taushiyah #noteforme #rumahtangga #dakwah