Kasus 1: Orang Tua Mencuri Mangga
"orang tua memarahi anaknya karena mencuri mangga"
Loooh..emang anaknya salah apa??
#perhatikankalimatnya #pelajaranbahasaindonesia
kemarin saya diberi pertanyaan oleh sepupu saya, tentang kalimat diatas. oke mari kita bahas.
jika kita baca sekilas yang mencuri mangga adalah si anak, tapi ini salah. yang benar adalah si orangtua. begini penjelasannya: setiap kalimat yang sempurna punya susunan/ mengikuti aturan SPOK, yaitu Subjek, Predikat, Objek dan Keterangan. kalimat tersebut juga mengikuti aturan tersebut, kita saja yang salah persepsi membaca susunan kalimat tersebut, dengan mengatakan bahwa yang mencuri adalah si anak.
kita sebut saja kalimat di atas adalah kalimat no.1. pada kalimat tersebut, susunan SPOK-nya adalah
Subjek = Orangtua | Predikat = Memarahi | Objek = Anak | Keterangan = Karena mencuri mangga.
dalam keterangan ada susunan SPO juga - bisa disebut sebagai Anak Kalimat, yaitu
predikat = mencuri | objek = mangga.
orang-orang banyak terjebak pada susunan SPO kedua ini. perlu saya tekankan disini, untuk SPO kedua, bahwa subjek dari kalimat ini adalah "ORANGTUA". kenapa? karena rujukan predikat "mencuri" kembali kepada orangtua. mengapa bukan "anak", jawabannya adalah karena tidak ada keterangan lain (mungkin bisa saya sebut referrer-dalam bahasa inggris atau dhomir-dalam bahasa arab) yang menunjukkan bahwa subjek dari "mencuri" adalah "anak", dikarenakan memang subjek dari "mencuri" adalah "orangtua". dalam kalimat no.1 ini, terdapat dua predikat yang keduanya sama-merujuk kepada satu subjek yaitu "orangtua".
berbeda jika kita kalimatnya seperti berikut ini:
"orangtua memarahi anaknya yang mencuri mangga" (2)
"orangtua memarahi anaknya karena anaknya mencuri mangga" (3)
untuk kalimat no.2 dan 3 susunan (hampir) sama, yaitu:
Subjek = Orangtua | Predikat = Memarahi | Objek = Anak | Keterangan = Yang mencuri mangga
dalam Keterangan, terdapat anak kalimat dengan SPO juga yaitu:
Subjek = Anak | Predikat = Mencuri | Objek = Mangga
dari kalimat tersebut cukup jelas susunannya, jadi jika ingin mengatakan bahwa sang anak yang mencuri, yang tepat adalah menggunakan susunan seperti kalimat 2 dan 3, bukannya seperti kalimat 1, karena Predikat "mencuri" pada anak kalimat benar kembali kepada "anak" sebagai subjek.
sekian penjelasan dari saya. mohon kritikan dan masukan jika ada kesalahan. seyogyanya kita mulai berbenah diri dalam berbahasa Indonesia agar tidak muncul salah kaprah dan salah mengartikan. dan terakhir, saya berharap semoga bangsa Indonesia tetap bangga dan melestarikan Bahasa Indonesia. amin. :)