Masih Penasaran
Kemarin, Rabu (01/06) aku baru selesai baca sebuah buku. Buku terjemahan yang judulnya Secrets of Divine Love. Awalnya aku tertarik baca buku ini karena liat beberapa review bagus tentang buku ini. Kebetulan aku juga lagi minat baca seputar filsafat dan tasawuf gitu. Akhirnya buku ini jadi salah satu yang aku pilih. Ada 388 halaman, dengan 12 bab di dalamnya. Aku suka sama diksi yang puitis dan banyak perumpaan atau analogi supaya memahamkan pembaca. Walaupun memang di beberapa bagian aku masih gak paham makna kalimatnya. Entah bahasa aslinya yaitu bahasa Ingris emang sepuitis itu, atau terjemahannya yang kurang pas. Intinya aku berusaha nyelesaiin buku ini meski pelan-pelan. Aku pikir aku harus baca buku ini di waktu yang akunya lagi mood dan bisa fokus. Karena ini tentang spiritual, kebatinan, yang gak bisa meresap ke jiwa kalo bacanya sambil lalu.
Setelah mungkin hampir tiga minggu, bukunya selesai kubaca. Aku kepikiran mau bikin review-nya, karena menurutku ada sedikit banyak hal baik yang bisa diambil dan dipraktekkin dari buku ini. Cuma, karena aku masih awam tentang penulisan resensi buku, jadinya aku browsing lagi komentar orang-orang tentang buku ini, baik berbahasa inggris maupun indonesia. Dan, aku kaget karena ternya banyak yang kasih bintan 1 untuk buku ini.
Aku belum paham alasan detailnya kenapa, tapi yang aku tangkap adalah adanya ketidakseusaian prinsip beragama yang disampaikan penulis dengan apa yang diyakini pembaca.
Terus aku mikir, di awal buku ini, penulisnya udah jelasin latar belakang penulisan karyanya. Ya ini adalah hasil pencarian dan pengalaman batin yang dia jalani bertahun-tahun. Buku ini hasil pemikiran atau jawaban atas pertanyaan penulis selama ia mencari apa yang hilang dari jiwanya, dari caranya bergama, dari caranya memaknai hubungannya dengan Tuhan.
Penulis sendiri bilang, dia banyak terpengaruh dari tokoh spiritual atau mungkin tokoh sufi sejak di Turki, kemudian di Al Aqsa, Palestina. Menurut aku gak ada yang salah dengan itu, karena perjalanan batin seseorang akan berbeda-beda. Tergantung niat dan ikhtiarnya. Dan memang buku ini, walaupun di dalamnya membahas rukun Islam, tapi buku ini bukan mau ngajarin tentang fiqih atau syariat agama secara detail. Penulis emang mau membagikan pengalaman spiritual dia, yang pasti memang sulit dipahami kalau belum kira sendiri yang merasakan.
Well, aku juga masih banyak kurangnya, masih sangat sedikit ilmunya, jadi, mungkin abis ini aku masih mau cari lagi alasan mereka yang kurang suka sama isi buku ini.
Cheers!














