Judul: Born a Crime | Penulis: Trevor Noah | ISBN: 978–0–525–50902–8
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
styofa doing anything
Mike Driver
Lint Roller? I Barely Know Her
will byers stan first human second
🪼
Monterey Bay Aquarium
$LAYYYTER

if i look back, i am lost
ojovivo

Kaledo Art

★

JBB: An Artblog!
Alisa U Zemlji Chuda
Show & Tell

izzy's playlists!

tannertan36
tumblr dot com

titsay

❣ Chile in a Photography ❣
seen from Malaysia

seen from T1
seen from United States

seen from Saudi Arabia

seen from South Korea

seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Saudi Arabia

seen from United Kingdom

seen from Mexico
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from T1
seen from New Zealand
seen from United States
@belabelle
Judul: Born a Crime | Penulis: Trevor Noah | ISBN: 978–0–525–50902–8

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Cahaya
Sudah 2 bulan lebih sepertinya terhitung sejak PPKM diberlakukan aku jadi tinggal di rumah, kerja dari rumah judulnya, menghabiskan banyak waktu di kamar yang sama. Hmm.
Tapi aku happy, bersyukur bisa di rumah! Bener-bener nikmat, nyaman di rumah sendiri:')
Tapi (lagi) akhir-akhir ini juga aku ngerasa.. Ngga tau perasaan apa tapi aneh banget. Beban kerjaan dan beban kuliah tiba-tiba numpuk bikin sesak. Kajian-kajian yang aku ikutin banyak tapi effectnya datang-berlalu gitu. Sehabis semua kesibukan itu selesai, tujuanku satu yaitu.. senang-senang. Aku gak sadar sih, ya aku kira bener dong aku harus senang-senang setelah bersusah-susah. Aku pikir senangnya adalah aku bisa baca buku lagi, bisa nonton drama lagi. IYA. Habis selesai beban aku lampiaskan baca buku seharian, nonton seharian yang ngga relate sama kerjaan atau kuliah. Apa yaa aku bukan ngerasa semua yang aku lakukan harus selalu serius dan produktif sih, tapi ternyata kesenangan ini emang berlebihan. Aku terlena.
Selama sibuk, ibadah-ibadahku jadi disingkat huhu ngga kayak biasanya dan setelah kesibukan beres LAHHH kok gak balik lagi?:'(
Inilah yang aku rasain sekarang.. Kok kenapa jadi berkurang? Kenapa jadi hambar? Kok kenapa rasanya penuh tapi kosong?
Satu hal yang benar-benar aku sadari, ketika berdo'a, aku berdo'a. IYA. Mulutnya berdo'a tapi ngga ada rasanya:((
Padahal waktu mengangkat tangan untuk berdo'a jauh lebih sebentar kalau dibandingkan dengan waktu pegang buku stand-up comedian itu, atau ngga se-lama pegang hp buat nonton drama korea itu. Padahal waktu berdo'a, mulut itu mengucap ngga lebih banyak dari saat menceritakan isi cerita buku atau drama itu ke orang lain.
Kenapa? :'(
Lalu saat kemarin subuh, saat aku membaca QS. Taha, aku menangis saat membaca satu persatu lagi Firman-Nya.
QS. 20:81
Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh, binasalah dia.
QS. 20:124-126
(124) Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.
(125) Dia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?"
(126) Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan."
Lalu malam tadi aku membaca QS. Al Kahfi, aku menangis lagi saat membaca marker pada ayat-ayat favoritku.
QS. 18:10
(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."
QS. 18:23-24
(23) Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, "Aku pasti melakukan itu besok pagi,"
(24) kecuali (dengan mengatakan), "Insyā Allah." Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberi petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini."
QS. 18:48
Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. (Allah berfirman), "Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada pertama kali; bahkan kamu menganggap bahwa Kami tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (berbangkit untuk memenuhi) perjanjian."
QS. 18:103-104
(103) Katakanlah (Muhammad), "Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?"
(104) (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.
Subuh tadi, aku membaca surat QS. Al Anbiya dan lagiii, aku menangis.
QS. 21:9-10
(9) Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki, dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.
(10) Sungguh, telah Kami turunkan kepadamu satu Kitab (Alquran) yang di dalamnya terdapat peringatan bagimu. Maka apakah kamu tidak mengerti?
QS. 21:19
Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih.
Jujur satu waktu aku merasa aku telah dimarahi, sehingga aku merasa malu, sangat malu. Tapi aku sadar ini lebih dari itu, ini kasih sayang Allah. Ini lah Cahaya-Nya, yang ternyata ada saat aku mencoba lebih MAU, lebih SABAR dan PELAN-PELAN. Cahaya-Nya selalu ada disana.. Di kitab yang kau tinggalkan sampai berdebu itu:'(
Sakit rasanya jauh dari Allah. Hampa karena ulah sendiri itu.. Aneh, ngga enak.
Sibukanlah hari2 kita dengan kebaikan. Karena kalau nggak, hampir bisa dipastikan kita akan terjebak melakukan maksiat. Atau minimal jatuh ke hal yang sia-sia. - hanamaulida
Aku juga baru ingat lagi nasihatnya Ust. Oemar Mita untuk crew Syameela, kurang lebih seperti ini "Sesungguhnya saat kita lelah karena melakukan kebaikan di jalan Allah yang tersisa adalah nikmat, dan ketika kita merasa lelah karena bermaksiat, sesungguhnya yang tersisa hanyalah azab yang pedih"
Nangis dah :'(
Aku kira urusan akhirat ngga bisa lebih sedikit dari urusan dunia, harus seimbang atau lebih huhu dan tentu sangat manusiawi saat kita merasa futur kemudian larut dalam sia-sia, tapi cahaya-Nya ada dimana-mana, tetap sama, tetap disana.. Kita selalu punya kesempatan buat berubah-ubah, maka berubahlah setiap futur itu datang! Maka, kembalilah kepada-Nya. Kembali, kembali lagi.
Walaupun aku suka merasa malu, buruk, berdosa dan gitu lagi-gitu lagi. Tapi apa yang bisa aku lakukan lagi selain kembali?
Rabbana innaka roufurrahim.. Rabbana innaka roufurrahim.. "Our Lord! Indeed, You are Ever Gracious, Most Merciful." (QS. 59:10)
Tulisan : Tolonglah Dirimu Sendiri
Kadang kita berusaha untuk selalu menolak apa yang sedang kita rasakan. Alih-alih mengakuinya jika kita memang sedang bermasalah, sedang perlu bantuan, sedang merasa lemah. Kita terus menerus berpikir bahwa semuanya baik-baik saja, bahwa semuanya tidak apa-apa.
Sementara di saat yang sama, tanpa kita sadari, kita tengah memupuk rasa bersalah, rasa penyesalan, rasa lelah, semua perasaan yang membuat hati kita terpuruk tapi dibungkus seolah tidak terjadi apa-apa karena kita tidak ingin membuat sedih dan kecewa orang-orang yang kita sayangi, tapi mereka tak bersedia menerima keluh kesah kita.
Dan disaat yang sama, kita menyakiti orang-orang di sekitar kita tanpa kita sadari. Tanpa kita sadar, perasaan itu telah muncul melalui perkataan kita, sikap kita, dan semua hal yang yang terjadi sehari-hari.
Mungkin banyak orang yang sebenarnya ingin menolong, tapi kita sendiri tak mau ditolong. Tak mau mendengar nasihat. Tak mau menerima kenyataan bahwa keadaan kita memang tidak baik-baik saja, dan kita harus membuat keputusan yang konsekuensinya begitu besar.
Sering kali, kita tak mau membagi beban. Seolah-olah kuat menanggungnya sendirian. Beban itu mungkin tak seberapa bagi kita saat ini, tapi kalau kita menggenggamnya seumur hidup. Apa kita sanggup? Ibarat memegang sebuah gelas, semenit dua menit mungkin kita bisa. Tapi sehari, sebulan, setahun, atau seumur hidup? Tangan kita mungkin takkan sanggup. Suatu saat gelas itu akan jatuh, pecah, berserakan. Karena kita tak lagi kuat menahannya.
Ini bukan tentang seberapa besar beban yang sedang kita hadapi, melainkan seberapa lama kita telah membawanya dalam kehidupan kita. Dan tak pernah kita selesaikan, tapi justru bertambah setiap waktu. ©kurniawangunadi
Kalau kita was2 ketika mau melakukan sebuah kebaikan, dilawan! Yang dihentikan itu was2nya, pikiran negatifnya, bukan aksi baiknya.
Dari aku, untuk aku, yang sering overthink ketika mau ngepost sebuah tulisan. Takut dikira sok pinter, sok bijak, takut riya, takut takut takut macem2.
Audzubillahiminasyaitanirrajim...
WAAA INI BANGET NIH:')) pernah denger dari seseorang, ketika ada bisikan untuk berbuat baik lebih baik langsung lakukan, jangan sempatkan waktu untuk berpikir kalo ujung2nya malah engga jadi melakukan hal baik ituu.
Diam
Kalau ada satu hal yang ingin hal itu jadi keahlianku, aku ingin Diam. Konflik bukan hal yang cocok buatku, sekalipun ngga ada niat untuk punya konflik sama orang lain. Ngga pernah ada niat, tapi mulut dan perkataannya, mata dan pandangannya, telinga dan pendengarannya, tidak selalu memiliki arti yang sama setelah sampai ke orang lain. Sekalipun sahabat, bahkan keluarga sendiri. Baiknya, aku diam.
Aku ingin menjadi buta agar pandanganku tidak melihat aib orang lain. Aku ingin menjadi bisu agar perkataanku tidak membicarakan aib orang lain. Aku ingin menjadi tuli agar pendengaranku terbebas dari pembicaraan mengenai aib orang lain. Aku ingin menjadi diam agar semua hal yang banyak mudharatnya tidak terjadi, agar semua hal sia-sia yang membuatku tidak tenang itu tidak terjadi.
Dalam konflik kupelajari beberapa hal:
(1) Kita ngga bisa mengendalikan apa yang memang ngga bisa kita kendalikan.
Infografis diatas membantu banget buat aku mengetahui apa yang harus aku lakukan.
"Pahami bahwa ga semuanya bisa kamu kontrol. Ga semua masalah di sekitar kamu bisa kamu selesaikan, and that's fine, you are not a jar of nutella. Pisahkan mana yang hal yang berada dalam kendali kamu, dan tidak." - Faiz Ghifari (https://t.co/Ljg1pp8od1)
Untuk semua hal yang bisa aku kendalikan, aku berusaha, terus berusaha untuk menjaganya baik dan benar di jalan Allah. Tapi aku manusia, terlepas dari usahaku, aku tetap melakukan kesalahan. (Tapi aku ngga menyerah kok, aku masih terus berusaha! :)) Selalu ingat untuk berprasangka baik lah dengan keinginan-keinginan yang baik)
Untuk semua hal yang ngga bisa aku kendalikan, disana ada kuasa Allah yang mengendalikan semuanya.
Aku sempat berpikir "Kok aku naif banget?", "Ngga usah so baik lu", "Make ingetin orang buat baik, emang iya itu beneran baik buatnya?" Banyak, apa yaa.. Kayak pernyataan-pernyataan yang meragukan gitu. Tapi, ada benernya juga ngga sih? Wkwkwk "Ngga usah sok baik lu" :')
Allah Maha Membolak-balikan hati manusia, serahkan semuanya pada Allah. Bukan tanggung jawabmu menilai mana yang baik untuk orang lain. Sekalipun dunia dan manusia lain mendukungmu, you know itu hanya dunia yang fana, hanya manusia yang tempatnya salah, yang bisa jadi sama mengecewakannya dengan dia yang ngga dianggap baik itu.
(2) It's my responsibility to get my own peace
Seperti yang tertera di infografis di atas juga, banyak loh hal-hal yang lebih bisa aku kontrol. So untuk merasa tenang dan damai, itu kendaliku, itu tanggung jawabku.
Meski aku kecewa, meski aku merasa bersalah, pilihan lainnya adalah aku bisa kembali bahagia dan ceria, aku bisa memaafkan diri sendiri dan orang lain. Aku bisa memilih.
(3) Maafkan orang lain (dan dirimu sendiri!)
(Secrets of Divine Love by sister A. Helwa)
Subhanallah, astagfirullah😭
Oh Allah, jangan buat aku menjadi beban orang lain dan juga sebaliknya. Aku ingin memaafkan orang lain.. Juga diriku sendiri.
But it's okay, La. Let's move on. It's your responsibility to live in peace. Dalam beberapa hal kamu memang harus Diam, tapi dalam melanjutkan hidup untuk lebih tenang dan damai, NO kamu ngga bisa Diam aja:p
P.s
Sorry aku ngerasa tulisannya ngga tertata rapih wkwkw tapi ya gitu deh pokoknya😅

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
This story is my fav part of Secrets of Divine Love by sister A. Helwa.
Aku terus membayangkan excitednya Kakek Tua itu. Rasa semangat dan percaya setiap kali melakukan sesuatu karena Allah itu masyaAllah pasti luar biasa banget. Alangkah bahagia dan tenangnya hati ini kalau bisa seperti itu terus:’)
Segala kebaikan atas nama Allah pasti Allah akan balas dengan kebaikan yang bahkan bisa lebih baik, yang sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan di waktu yang paling baik juga.
Allah gives exactly what we need, even we don't know it ourselves. And He also gives us at a time that is most perfect: never too early nor too late. - Aida Azlin
Kita hanya perlu semangat dan optimis dengan kebaikan. Be excited about doing good. Be excited about what Allah will give to us. Because when He gives, He gives BIG.
Be excited about that.
In the name of Allah, the Lord of Mercy, the Bestower of Mercy. May Allah bless us immensely!
Sibukanlah hari2 kita dengan kebaikan.
Karena kalau nggak, hampir bisa dipastikan kita akan terjebak melakukan maksiat. Atau minimal jatuh ke hal yang sia-sia.
Jawaban dari do'a atau biasnya kamu saja?
Berdo'a terus menerus akan sesuatu (umm aku akan bilang secara spesifik ini tentang pasangan), lalu tiba-tiba waktu dan keadaan seakan menunjukkan jawaban atas do'a-do'a tersebut. Tapi bener gak sih itu adalah jawaban do'a?
Hanya Allah yang tahu, tapi tentu Allah sebagaimana prasangka hamba-Nya. Lalu bagaimana hati kecilmu bicara?
Akan diuji dari kita dengan kesenangan-kesenangan yang ternyata hanya angan-angan dan seperti yang disampaikan Ust. Agus, Allah akan memberikan solusinya, agar bagaimana keinginan kita dengan lawan jenis difasilitasi oleh Allah.
We are biased toward the meaning our mind has made, and we don't want to let go of it. - Mark Manson
Kita seringkali bias terhadap sesuatu karena pikiran kita menciptakan hal-hal yang kita inginkan, dan terkadang kita jadi gak mau melepaskannya karena itu menyenangkan.
Iya menyenangkan, tapi bener gak sih?
Aku percaya jalan Allah selalu baik. Perasaan yang ada mungkin bisa jadi karena bias dan harapan yang muncul atas keinginan sendiri, atas penciptaan sendiri.
Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan pada waktu yang paling tepat. Allah akan selalu menyenangkan hamba-Nya dengan kebaikan yang panjang, bukan kesenangan yang sesaat.
Bijak. Orang cuman datang untuk bersapa, anda malah menciptakan rasa. Beuh💔😆👌
Ribet banget punya perasaan, dah lah HAHAHAH coba galau tuh yang ringan-ringan aja macem galau "mau masak indomie goreng apa indomie rebus yak?"😆
#notetomyself
Friday🌹
Q.S Al-Kahf (103-104).
Rapihkan lagi caramu menyimpan rasa, tenangkan lagi setiap gemuruh yang selalu ingin mendapatkan dan memiliki, dan simpanlah dengan baik apa yang seharusnya kamu jaga. Sebab tidak baik menuruti nafsu dengan apa yang dunia tawarkan, lebih baik diam dan menjernihkan rasa daripada salah langkah dan kecewa.
Untuk semua hal yang sedang kamu hadapi, jernihkan pikiran dan jangan asal melangkah. Pertimbangkan lagi soal resiko dan bagaimana langkah kedepan, jangan kamu hanya melibatkan nafsu tanpa bertanya pada hati, sebab banyak yang akhirnya kecewa dan menyalahkan keadaan.
Dewasalah dalam memilih dan menentukan, pandailah dalam mengelola hati dan rasa yang sedang tidak tertahan. Semoga Allah berikan ketenangan dan kejernihan untuk semuanya.
@jndmsyhd
:')

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
What did you expect from people?
"A relationship has to be tended to like a fire; if someone comes to close, tell her to step back"
Love for imperfect things by Haemin Sunim
I’m back from vacation! ☀ I hope you all have been well while I’ve been gone.
Have you ever gotten in an endless loop of scrolling down your phone, watching endless videos, and rotating between the same apps? This penguin is here to remind us all that we have other options for restful breaks to take! ✨
Chibird store | Positive Pin Club | Instagram
This is so true.
Stress dengan aktivitas digital itu bener adanya. Kerja sehari-hari laptopan, HP juga dikit-dikit dilihat, bahkan bangun tidur harus aja lihat HP.
Buat aku pribadi bahkan ketika baik-baik aja mandang langit itu rasanya damai banget. Apalagi sekarang, ketika rasanya mata ini lelah butuh kelapangan. Setelah hari-hari sibuk, ada satu hari dimana aku selalu menyempatkan keluar buat lihat langit dan daun goyang-goyang wkwkkw enak banget! Bahkan seharian aku pernah habiskan untuk itu, terus baca, mewarnai, main sama ponakan, pokoknya lepas dari gadget deh.
Benar bahwa gak ada yang salah dengan scrolling social media, bahkan ini gangguan positif bahahha kalau lagi ngerjain tugas. Tapi gak bisa dipungkiri juga kalau ada saatnya liat social media malah jadi tambah stress kan? Jadi aku berusahan bijak aja (wedeee) karena yang rasain nyaman atau engganya beraktivitas digital kan kita sendiri juga.
Be thoughtful.
Dikit-dikit Tersinggung
Hidup ini begitu rumit dengan orang-orang yang mudah tersinggung. Kepekaannya salah tempat. Dia yang salah paham, dia yang marah.
Tak peduli usia, tingkat pendidikan, strata sosial, pekerjaan, atau kesalehan yang ditampilkan, hari-hari ini siapa saja bisa tersinggung.
Itu kenapa, adalah penting untuk mencurigai kebodohan diri sendiri. Supaya kita tidak buta dari kemungkinan bahwa ada kebenaran pada orang lain yang tak kita mengerti dan ada kesalahan pada diri sendiri yang tak mampu kita deteksi.
Hati-hati, mudah tersinggung bisa jadi tanda kerasnya hati. Dan hati yang mengeras biasanya mudah sekali panas.
Maka serahkanlah hatimu pada Allah. Mintalah pada-Nya agar hati ini dibeningkan sebening mata air agar jelas memandang; agar tak samar-samar oleh prasangka dan gagal paham pada akhirnya.
Bukankah hati yang bersih selalu memancarkan ketenangan? Bukan malah mudah tersulut oleh bara api yang sebenarnya bukanlah bara api.
@taufikaulia
"Penting untuk mencurigai kebodohan diri sendiri. Supaya kita tidak buta dari kemungkinan bahwa ada kebenaran pada orang lain yang tak kita mengerti dan ada kesalahan pada diri sendiri yang tak mampu kita deteksi."
Kenapa petunjuk sedemikian berharga? Karena kegelisahan itu, sangat menyengsarakan.
Orang arif berkata, “Kita bisa buta terhadap hal-hal yang sangat jelas. Bahkan, kita bisa buta terhadap kebutaan kita”.
-
Tersesat itu menggelisahkan, juga melelahkan. Maka jangan heran kalau di satu waktu, nilai dari sebuah petunjuk lebih berharga dari apapun dengan kemanfaatannya tersendiri.
Yang lebih memilukan adalah kalau di satu waktu kita mendapati seseorang (dan mungkin itu kita) yang sedang tidak menyadari bahwa ia tengah berada dalam kegelisahan bersebab kesesatan.
Tersasar jauh dari jalur yang seharusnya, dalam waktu yang cukup lama. Di sana, hadir hikmah dari keterbatasan diri kita untuk menyadari tentang blind spot masing-masing.
Tak semua sudut dari diri ini bisa kita jangkau lewat pandangan. Tanpa alat bantu, bahkan kita tak mampu melihat wajah kita sendiri.
Rendahkan hati, lapangkan dada, jernihkan pikiran dan buka telinga beserta mata untuk mengetahui hal-hal yang orang lain sampaikan sebagai bentuk karunia hidup.
Nilai sebuah petunjuk itu mahal. Bahkan tak bisa ditebus oleh besaran nilai yang sanggup dibayar seseorang di satu waktu, kecuali atas ketentuan Ilahi.
Bersyukurlah ketika kita masih ditunjukkan jalur terbaik dan dibimbing oleh orang-orang terpilih sehingga kita bisa teguh bergerak di atas jalan perbaikan.
Tuhanmu Tak Sedang Bercanda
Kita gak tahu masa depan akan jadi seliar apa karena kita gak pernah tahu secara pasti waktu akan membawa kita ke mana.
Bisa jadi hari ini kita mengusahakan sesuatu. Besoknya gagal.
Lusa kita coba lagi. Gagal lagi.
Bulan depannya kita putar otak, ganti tujuan, ubah strategi, dan kerja lebih keras. Gagal lagi.
Hampir sebulan lamanya kita terjerembab dalam keputusasaan dan menangisi keadaan, bertanya-tanya, mengapa harus kita yang mengalami hidup sesial ini?
Tak lama setelah itu kita mulai menerima keadaan dan memasang ekspektasi yang terasa lebih realistis dari sebelumnya. Kemarin kita sempat putus asa, namun kini kita memutuskan setidaknya untuk tidak berhenti melanjutkan hidup yang berharga ini.
Pelan tapi pasti, keberhasilan-keberhasilan kecil kita capai satu demi satu. Mungkin bagi orang lain ini bukanlah apa-apa, tapi bagi kita pencapaian ini sungguh luar biasa sebab kita sangat paham apa itu kegagalan dan bagaimana rasanya berada di titik terendah.
Selang dua atau tiga tahun kemudian, datang kesempatan yang tak disangka-sangka. Cita-cita kita yang dulu sempat padam kini bergelora kembali dan menjadi kenyataan. Alhamdulillah, terbayar sudah semua keringat, luka, dan perih yang selama ini kita rasakan.
Sepintas lalu, hidup terasa seperti bercanda. Sekali waktu dihempaskannya kita ke titik terendah, dan di lain waktu dilambungkannya kita ke titik tertinggi justru ketika kita tak berani berharap banyak pada diri sendiri.
Tapi ternyata, Tuhan tak pernah bercanda dalam menguji dan mentarbiyah hamba-Nya. Kita diperjalankan dari satu titik ekstrim ke titik ekstrim yang lain dalam hidup ini agar kita benar-benar mengerti hakikat sabar dan syukur serta bagaimana menghambakan diri seutuhnya bukan kepada dunia, melainkan kepada Dia, Tuhan semesta alam.
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?
Taufik Aulia (@taufikaulia)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bukan bahagianya yang sulit. Tapi syarat dan tuntutan kita ke diri sendiri yang makin hari makin banyak.
Mungkin kita hanya perlu lebih banyak melihat, cara bahagia dari sisi yang lebih sederhana.
Tanpa harus punya ini itu dulu, tanpa harus mencapai seperti ini dan seperti itu dulu.
Bahagia ya bahagia saja. Apa adanya sekarang.
—ibnufir
"I was nice to them. So I could feel better. I shouldn't be hurt. I'm not hurt at all. Not one bit." - Kim Min-Cheol, Prison Playbook (2017)