Tiba-tiba ingatan pada hari raya Idul Fitri beberapa tahun yang lalu terlintas dikepalaku,
Aku jadi ingat, subuh dini hari Bapak membangunkanku, kakak dan ibuku agar segera bersiap-siap sholat subuh dan berangkat kemesjid untuk melaksanakan sholat Ied.
Aku yang sibuk mandi, kakak juga dan Ibuku yang sangat sigap mengurus dirinya dan bapak. Juga menyiapkan tentengan untuk sejadah kami ber empat.
Setelah kami semua siap, kami langsung ke mesjid raya di kota kami. Sesampainya di sekitar mesjid, Bapak memarkirkan kendaraannya, kami harus jalan agak jauh karena disekitar masjid sudah dipenuhi mobil-mobil di sepanjang jalan.
Kami hanya bisa menggelar tikar, tak jarang juga koran lalu sajadah kami, saya, kakak dan Ibu. Kalau bapak di shaf depan bersama bapak-bapak lainnya.
Kami duduk mendengarkan ceramah lalu sholat ied, kadang kami kepanasan karena matahari sudah begitu terik. Kadang aku ditengah antara ibu dan kakakku namun kadang ibu yang ditengah. Hehe
Rasanya masih hangat, lengan ibu menempel dilenganku. Rasanya masih hangat genggaman tangan ibu pada saat aku minta salim.
Setelah sholat kami pulang kerumah, ibu dan bapak bersiap menjamu tamu. Kadang yang datang teman kerja bapak dan tetangga-tetangga.
Kalau saya sama kakak jangan dicari ya, kami tidur dulu sebentar. Hehehe
Pas bangun, saya keluar kamar dan hanya ada gelas bekas minum sirup abc jeruk di ruang tamu dan toples kue kering yang setengah tertutup.
Rasanya waktu berlalu begitu cepat jika kita berada dimasa sekarang. Seandainya aku tahu kalau setiap momen itu bermakna, akan kujalani setiap hariku dengan bermakna juga bukan malah sibuk memikirkan dan menginginkan yang belum ada sehingga aku ga menikmati keadaan yang sedang kujalani itu. Dan korbannya adalah orang-orang disekitarku.
Sebenarnya bukan momen lebaran yang aku rindukan, tapi momen bersama kedua orang tuaku dan kakakku. Momenku bersama keluargaku yang tidak akan pernah bisa ku ulang karena Ibu dan Bapak sudah tidak di dunia.
Kamu kangen juga sama keluargamu?
Voting ended onMar 3, 2025