"Melukiskanmu saat senja. Memanggil namamu ke ujung dunia. Tiada yang lebih pilu. Tiada yang menjawabku. Selain hatiku dan ombak berderu."
~ Dee Lestari, Rectoverso
seen from Yemen
seen from United States
seen from Russia
seen from Brazil
seen from Austria
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States

seen from Puerto Rico

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from France

seen from China

seen from Israel
seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands
"Melukiskanmu saat senja. Memanggil namamu ke ujung dunia. Tiada yang lebih pilu. Tiada yang menjawabku. Selain hatiku dan ombak berderu."
~ Dee Lestari, Rectoverso

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Deux planches de posing pour RectoVerso
Pembacaan cerita pendek Hanya Isyarat - Dee Lestari
****
Entah hijau, entah coklat muda. Belum pernah kulihat bola mata berwarna hijau, jadi tak bisa terlalu yakin. Dan tempat ini didesain dengan penerangan buruk. Remang yang malah tidak romantis. Remang yang membuat segalanya tidak jelas. Namun hanya tempat ini yang masih buka. Hiburan yang tersedia adalah tayangan pertandingan sepak bola dini hari dari televisi 14inci dan kumandang lagu disko era satu dekade silam serta kelap-kelip bohlam warna-warni yang sebaiknya jangan dilihat lebih dari satu menit karena membuat mata sakit.
Tinggal empat manusia yang tersisa dan dia satu diantaranya. Karenanya aku bertahan. Satu-satu betina menguapkan feromon di sekumpulan mahluk jantan. Secara alamiah tak mungkin aku dilewatkan. Namun mereka malas menggubris karena tidak pernah ada pembicaraan menarik keluar dari mulutku sejak hari pertama kami semua berkenalan. Sementara aku tetap menyandang status ‘kenalan’, mereka sudah menjadi tiga serangkai—sahabat tomporer yang dikondisikan waktu dan tempat. Aku tidak merasa rugi. Yang menaik dari mereka hanyalah dia. Dan dia bukanlah pembicaraan. Dia adalah tujuan. Tujuanku bertahan.
Satu diantara mereka menghampiri meja bar, meminta lampu warna-warni itu dimatikan. Rupanya mereka tidak lagi tahan. Cuma aku yang tidak terganggu. Kelap-kelip itu menjadikanku semacam latar yang kadang menyerupai manusia kadang bukan. Dan dalam keraguan orang akan merasa lebih baik diam. Kehadiranku jadi tidak perlu dikonfirmasi. Aku butuh lampu-lampu itu.
Satu diantara mereka sampai berteriak senang begitu sekelar dipadamkan. Yang tersisa tinggallah sinar rembulan dan lampu berkekuatan kecil yang menyerupai penerangan lilin. Malam mendadak manis. Tempat itu mendadak romantis. Aku tidak suka.
Tanpa sengaja dia menoleh ke arahku. Mereka tidak bisa lagi menghindar. Aku pun tidak bisa lagi menyamar menjadi latar. Sebuah kursi didekatkan ke meja mereka dan dia mempersilahkan aku duduk. Dia yang paling kucari. Tapi tidak dalam jarak seperti ini.
Kursi kami yang berdempetan membuat tempurung lutut kami bersinggungan. Andai ada pintu masuk di situ, akan kuselundupkan setengah bahkan tiga seperempat jiwaku untuk merasukinya, untuk membaca pikirannya, mematai-matai perasaannya. Cukup seperempat saja jiwaku berjaga di meja itu, untuk tersenyum sopan, tertawa kecil dan merespon ‘oh’ atau ‘oooh’ atas percakapan apapun.
“Kami sedang melakukan satu permainan,” dia menjelaskan. “Bertukar cerita paling sedih,” temannya menambahkan, “yang terpilih jadi juara akan mendapat… ini.” Sebuah botol bir yang masih utuh digeser ke pusat meja.
Cepat kujelaskan bahwa aku tidak minum bir sehingga tidak perlu ikut berlomba. Cepat pula mereka melontarkan ide baru, bahwa bagi yang tidak minum bir akan disediakan hadiah lain, yakni kesempatan untuk memilih siapa pun untuk melakukan apapun dan tidak boleh ditolak. Ide itu disambut baik. Bahkan ide bir sebagai hadiah utama dilengserkan.
Satu demi satu bercerita. Kisah putus cinta, kisah kehilangan teman dan kisah bencana alam. Tiba gilirannya. Dia berkisah tentang cahaya. Dia pernah mati suri dan dalam tidurnya ia melihat padang hijau, lalu cahaya besar. Namun di saat cahaya itu hendak merengkuhnya, ia justru terbangun. Semua orang yang saat itu menungguinya terbaring koma tentu saja bergembira. Tapi ia tidak. Hatinya bahkan patah. Ia menemukan cinta sejati dalam sebuah cahaya entah apa, yang cuma bisa ditemui saat mati suri atau mati betulan. Pertemuan yang teramat mahal. Akhirnya dia memutuskan untuk jadi pertapa di abad modern, menjadi manusia yang mengatasi cinta insani dan berjuang untuk menghikmati cinta ilahi. Demi kembali menemukan cahaya itu, tanpa perlu tunggu koma atau koit.
Ketiga termannya termenung. Sulit berempati pada kisahnya. Aku juga termenung.
“Giliran kamu,” suaranya memecah kesunyian. Kepalanya menoleh ke arahku, matanya menatap mataku. Cepat aku menatap bulan yang lebih mudah dihadapi.
Sejenak aku teringat botol bir yang berembun tadi, aku teringat trotoar tempat kami berjalan dan kakinya yang kubiarkan melangkah beberapa meter di depan, aku teringat siluet punggunya yang menghadap punggung di bar yang kami kunjungi sebelum bertemu dengannya, aku teringat ke mana aku harus kembali setelah malam ini dan ke mana ia pergi nanti.
Mereka semua berpandangan-pandangan, mencari sang juara. Aku menunduk dan memilih tidak ikut serta. Tahunan tidak mengecap alkohol, bir ini menjadi lebih dahsyat dari semua kisah sedih tadi.
Tiba-tiba kudengar mereka bertepuk tangan. Dia bahkan menyalamiku. Kisahku dinobatkan jadi juara dan kini saatnya menentukan hadiah yang kumau. Siapa dan melakukan apa. Mereka begitu bersemangat menunggu titah dari mulutku yang ternyata penuh kejutan. Untuk pertama kalinya aku menjadi bagian dari mereka, sekelompok sahabat temporer yang bertemu di satu tempat asing dan kelak hanya akan berkirim surat elektronik. Namun bukan itu yang kucari. Aku hanya ingin kembali ke tempatku, di belakang sana. Menikmati apa yang kusanggup. Bukan di meja ini, bukan di sebelahnya, bukan bersentuhan dengan kakinya.
Malam itu, sebagai hadiah kisah sedihku tentang cinta sebatas punggung dan punggung ayam di negeri orang, aku memilih dia. Aku menyuruhnya pergi ke bar dan menyalakan sakelar lampu warna-warni tadi. Kemudian aku permisi pergi ke tempat dudukku semula, supaya sekembalinya ia nanti, diriku sudah berubah menjadi latar tak jelas yang tak perlu diajak bicara. Tempat ini kembali remang tidak romantis. Ia kembali menjadi sebentuk punggung yang sanggup kuhayati, yang kuisyarati halus melalui udara, langit, sinar bulan, atau gelembung bir.
Matanya cokelat muda.
Itu sudah lebih dari cukup.
*Dari buku rectoverso
@janisianid • Saya merasa sangat beruntung sekali karena mengetahui bahwa di tanah kelahiran yg saya cintai ada sebuah komunitas luar bisa seperti (@janisianid) • Begitu banyak rasa syukur karna saya bisa ikut menjadi Daily Volunteer dlm kegiatan di Desa Wisata, Kunjir. Walaupun kemarin saya merasa gagal menjadi seorang Volunteer karena saya merasa saya tidak berkonstribusi dlm acara tersebut & sebenarnya saya juga merasa malu memposting foto ini karena alasan tadi. Tetapi rasa malu itu terkalahkan dg rasa cinta saya terhadap Desa Kunjir, Komunitas Janis, juga terhadap orang2 yg Tuhan perkenalkan kpd saya, melalui kegiatan yg di adakan @janisianid di Kunjir • Dari sekian banyak komunitas, organisasi, dan juga kegiatan sosial yg pernah saya ikuti, @janisianid menjadi salah satu juara di hati saya • Janis, juga orang-orang di dalam komunitas ini telah berhasil mengajarkan saya makna hidup yg lebih, makna kebersamaan, keberagaman & perbedaan yg begitu indah, makna bahagia, dan juga makna rasa syukur terhadap apa yg telah الله berikan dlm hidup • Mungkin tulisan saya ini terkesan berlebihan. Tapi saya tidak perduli kesan orang terhadap tulisan saya ini. Karena kesan yg di berikan dalam acara #BeguwayPart.II yg diselenggarankan komunitas @janisianid memang sangat luar biasa. Kesan yg jauh lebih luar biasa dari tulisan ini • Walaupun cara saya menemukan @janisianid ini sangat-sangat sederhana tapi tetap saja saya percaya, bahwa pertemuan singkat kemarin adalah takdir baik yg الله tulis di hidup saya & merupakan konspirasi semesta u/ mengingatkan saya akan rasa syukur karena telah terlahir ke dunia yg indah ini • Saya ingin mengutip kata2 dari salah satu #PenulisHebatIndonesia bahwa: "Alam semesta itu semuanya terkait. Seperti satu lingkaran yg gada putusnya. Semesta ini bukan seperti garis lurus, tapi dia satu lingkaran yg semua didalamnya saling berhubungan. Jadi ga mungkin ada yg namanya sebuah kebetulan". #RectoVerso #DeeLestari • Finally, Terimakasih sekali Tuhan karna telah mengenalkan saya pd @janisianid & #DesaWisataKunjir. Juga Terimakasih sekali @janisianid telah membuat saya #KembaliJatuhCinta kpd tanah kelahiran yg indah ini • PS : jan tanya gue yg mana (di Pantai Pesisir Desa Kunjir, Rajabasa Lampung Selatan)
My ★★★ review of Rectoverso on Letterboxd https://boxd.it/69YQS9
I may be biased, because I love the book so much. But this is such a comfort movie. I don't think we have that many representation of a pure
Watched this before I resume my Rewind the Tape IWTV rewatch. I fell in love with the book back then and still listen to the music album. This is such a comfort movie. Any representation of simple pure love is always precious and needs to be protected to me.
Recommending this to anyone who wants to feel what love is. But beware, this is about unsaid love, so yeah it's heartbreaking.
It's on Netflix

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
@pingo_speed #blackandwhitephotography #rectoverso https://www.instagram.com/p/Cn4A0mKt0UV/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Em RECTO-VERSO, você trabalha parcialmente em equipes para construir o que as cartas de desafio mostram, usando todos os blocos de forma inteligente e rápida, nesta reimplementação de La Boca, de @inkaundmarkusbrand pela @super.meeple e @meeplebr durante o @boardgamessp #inkabrand #markusbrand #supermeeple #meeplebr #rectoverso #laboca #semicoop #abstract #puzzle #speed #jogosdetabuleiro #boardgames #brettspiel #jeuxdesociete #abstrato #quebracabeça #velocidade #semicooperativo #boardgamesaopaulo #bgsp https://www.instagram.com/p/CeNFBnGLWWL/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Seratus sempurna Satu kamu lebih sempurna. -Abang- Yang mencintai kamu bukan hanya dengan hatinya, tapi juga jiwanya.