Posesif (2017) Feature Film
Putri Marino as Lala Adipati Dolken as Yudhis
Directed by Edwin
Watch now on Netflix
seen from Japan
seen from United States

seen from New Zealand

seen from United States
seen from New Zealand
seen from China

seen from United States

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from T1
seen from United States
seen from Malaysia
seen from China

seen from Russia
seen from United States
seen from Ireland
seen from China
seen from Philippines
seen from New Zealand

seen from T1
Posesif (2017) Feature Film
Putri Marino as Lala Adipati Dolken as Yudhis
Directed by Edwin
Watch now on Netflix

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
baktos.com - Putri Marino pemilik nama lengkap Ni Luh Dharma Putri Marino, peran Kinan dalam web ser
Orang yang gampang curiga,posesif,cemburuan,berawal dari orang yang percaya tapi dikhianati
posesif berlebihan terhadap pasangan, tidak sehat
perkawinan adalah hubungan seimbang di antara lawan jenis, dan kadang memang harus setara, kisah cinta posesif dan terlalu cinta tidak selalu berakhir baik, jadi hiduplah di dunia nyata.
Kita adalah Individu yang merdeka
Ada satu cerita menarik ketika kemarin sempat bersua dengan dua orang teman lama. Selang beberapa bulan tak jumpa, salah satu dari temanku datang membawa cerita.
“Sekarang aku pengen sigle aja” ujarnya setelah menaruh handphone di atas meja
“Memang kenapa? kamu sudah nggak cinta dia?” jawabku menimpali pernyataannya.
“Ngga juga si, tapi sekarang aku sudah capek, dia terlalu berlebihan menurutku, masa setiap ketemu maunya dia baca seluruh chat ku, aku ga suka aja”.
“Udah kamu obrolin sama dia?” tanyaku lagi
“Udah, kata dia “yaa memang kalau pacaran kan harusnya gini, saling tau biar sama-sama percaya”.
Akhirnya aku bertanya kepada temanku yang lain, dia sedari tadi hanya menyimak percakapan kita berdua.
“Kamu memang sama suamiMU juga harus tuker-tukeran hp? saling baca chat juga?” tanyaku penasaran
“hah? ngga ah aku si nggak sampai baca-baca chat di hp pasangan masing-masing, saling percaya aja, malah kalau kaya gitu jatohnya malah curiga”.
“tuh kaan, yang udah nikah aja nggak kaya gitu. Mereka paham, mana privasi mana yang harus dibagi. coba nanti kamu komunikasiin lagi, kalau kamu ga suka sikap dia yang terlalu mendominasi dan akhirnya bikin kamu merasa terbebani kaya gini”. timpalku sedikit menasehati
Dari percakapanku dengan dua temanku kemarin, akhirnya aku berfikir sepertinya ada yang salah dari cara berkomitmen ataupun berpacaran di masa sekarang ini. Setiap dari kita adalah individu yang merdeka. Merdeka dengan membawa segala hak dan kewajibannya.
Ketika seseorang memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan, baik hanya berkenalan, berpacaran, bahkan hingga membangun sebuah pernikahan pada dasarnya mereka membawa individu masing-masing (yang merdeka) untuk menjadi teman bukan malah mendominasi salah satunya.
Memainkan peran masing-masing dalam porsi yang seimbang, membebaskan pasangan dengan segala bentuk privasinya adalah satu tanda cinta pula. Ketika salah satu dari pasangan tersebut merasa terbenani dan tertekan, ia bukan lagi individu merdeka menurutku, karena telah ada orang lain yang menerobos masuk kedalam daerah privasinya walaupun ia adalah orang yang ia cintai.
Bahkan seorang ibu dan ayah saja memiliki batasan sejauh mana ia menyelami kehidupan anaknya. Mungkin ada beberapa pasangan yang mentolelir bertukar handphone untuk saling mengecek itu wajar, yaa silahkan saja asal, memang sebelumnya sudah saling berkomunikasi dan tidak ada yang terbebani.
jadi, menurutku Inti dari sebuah hubungan adalah percaya dan komunikasi.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Melayangkan harap Adalah hobi wanita yang baru kutekuni Tiap detik, doaku selalu menyertaimu Mungkin tanpa sadar Mungkin juga sudah sadar Namun kau terlampau acuh Hhhhhh Biar, doaku tetap menyertaimu Mau kau tak peduli Atau ingin Aku sakit hati Siapa suruh meletakkan asa di pundakku ? Biar, biar tahu rasa Aku padamu Senantiasa padamu Titik
Hatiku tak nyaman. Maaf karena aku tak menyadari, begitu keji merebut bebasmu. Setelah aku berkontemplasi, benar juga kamu bilang, aku sangat berlebihan. Cemburuku kelewatan, tindakanku melampaui batas, sampai-sampai kamu terkekang oleh egoku yang tak waras.
Hei, aku jadi intropeksi, terima kasih karena sudah mengingatkanku pada naifnya cinta yang melebihi segala. Ternyata benar, cinta dan luka tak bisa kupisahkan, seberapa keraspun aku berjuang. Apa yang kukira bahagia ternyata hanya derita—entah untukmu maupun untukku. Tapi sialnya, disini aku pelakunya.
Maaf, karena aku hanya trauma. Tentang kebebasan yang kamu damba itu pernah menghancurkanku sampai tak mau lagi bernyawa. Hingga kepingan lukaku jadi abu. Nyaris mati rasanya. Maaf aku ungkit lagi, aku tahu kamu tak suka. Tapi dulu, aku begitu percaya, positif berlebih dan meyakini hanya aku yang kamu cinta. Dan seluruh semesta membawa kebaikan, karena aku tak pernah berhenti memandangmu indah, perilakumu benar.
Tapi, maaf, harus aku ingat lagi—jujur aku tak suka, tapi aku tak bisa lupa—kamu menghapus segalanya, bersikap suci di depan, mengasihiku begitu rupa, padahal yang kamu sembunyikan lebih menyakitkan. Bahkan ketika disudutkan pun, kamu tetap menciptakan pembelaan. Tak pernah sebelumnya kubeberkan pengorbanan, terpaksa kumuntahkan semua malam itu. Ah, aku benar-benar trauma.
Kini, baru saja detik ini, nampaknya persepsiku berubah. Kukira kamu baik-baik saja, nyatanya bebasmu terenggut. Aku tak tahu bagaimana jika kubiarkan kamu kembali, akankah terulang lagi—dan salahkah aku yang memberi peluang? Tapi aku juga tak ingin kamu terikat, tak bisa mengepakkan sayapmu untuk bebas terbentang di cakrawala.
Menatapmu langsung membuat refleks baru di batinku. Senyum ini, ujaran kasih ini, tatapan cinta ini—semua palsu. Kamu tak pernah benar-benar leluasa. Kamu terikat, kamu tak kuasa melawan, kamu tak mau pertengkaran. Makanya kamu diam, memendam seluruh ingin yang mustahil terwujud, dan menjalani hidup yang terpaksa harus terikat padaku.
Ah, aku jadi sedih. Sungguh-sungguh menangis. Kenyataan yang sulit kuterima. Ternyata aku hanya penghambat bebasmu, pemutus tali relasimu. Aku tak pernah benar-benar memberikanmu semesta, nyatanya yang kamu terima hanya separuh dunia. Aku terlalu pede karena mengira telah mengasihimu segalanya.
Untuk berikutnya, kalau yang dulu terulang lagi, aku tak tahu apa diriku masih bisa terima, atau kita masih bisa perbaiki. Aku tak yakin, tapi nampaknya sudah waktunya aku hadapi realita—bahwa pernikahan tak melulu cinta, dan selamat datang pudarnya cinta. Aku tak tahu apa aku akan kuat kedepannya, tapi entahlah, aku juga tak tahu harus bagaimana kalau harus memperbaikinya. Bagaimana kalau aku tak sanggup? Aku hanya memilikimu, aku tak tahu lagi nanti harus bagaimana.
Bekasi, 25/08/20
01:19 WIB
Aku minta maaf
posesif
Mengapa tuhan menciptakan manusia dengan perasaan ‘cinta’?
Mungkin bukan cinta, tapi hasrat manusia yang selalu ingin memiliki apa yang dia suka.
Seberapapun kamu mencintai seseorang, percayalah, kamu tak akan pernah bisa memiliki seluruh hidupnya.
Seberapapun orang lain mencintai kamu, hidupnya akan tetap menjadi miliknya.
“Cinta tak harus memiliki” bagiku itu ibarat dongeng, karena tiap aku merasakan cinta pada seeorang, sepenuhnya aku ingin memilikinya. Ingin terus bersamanya, bahkan cinta sering membuatku lupa bahwa orang yang aku cintai juga memiliki dunia.
‘saat jatuh cinta dunia terasa milik berdua’ bagiku kalimat itu tak benar, saat aku jatuh cinta rasanya dunia sepenuhnya ingin aku miliki beserta dia di dalamnya.
Tak peduli ia suka atau tidak.
Bahkan, jika saling mencintai pun aku tetap tak bisa membaca isi hatinya. Cemburu, curiga, pasti selalu ada. Sampai akhirnya yang saling mencinta pun tetap tak bisa berbagi dunia. Dunia yang katanya milik berdua, akhirnya tak ingin kubagi pada siapapun termasuk dengan dia yang aku cinta.