Seminggu Tanpa Ibu
Ibu, lagi apa di sana?
Sudah makan enak dan kenyang, Bu?
Ingat kemarin Ibu bilang ingin roti enak untuk sarapan? Kami sudah beli, bahkan teman-temanku juga membawa banyak roti enak dan Bapak juga beli susu kesukaan Ibu.
Sekarang Ibu sudah nggak sakit lagi kan, Bu? Rasa nyerinya sudah benar-benar hilang ya?
Ternyata seminggu tanpa Ibu itu sunyi sekali.
Banyak rencana kita yang belum sempat terlaksana, maaf ya Bu. Aku masih ingin ajak Ibu ke banyak tempat, mencoba makanan-makanan baru, dan berbagi cerita-cerita kecil. Tapi waktu kita ternyata terbatas ya, Buβ¦ Allah begitu sayang sama Ibu π€
Kami rindu senyum Ibu, tawa Ibu, aroma Ibu, masakan Ibu, genggaman Ibu, balasan chat Ibu yang selalu jenaka. Kami juga kangen suara Ibu saat memanggil nama kami dan menyuruh kami segera makan. Ibu, apa Ibu juga rindu mendengar cerita-cerita kami di sini?
Sekarang Ibu istirahat dulu ya, Bu.
Nanti kita akan bertemu lagi, di tempat yang abadi. Tempat yang Ibu bilang, baru menyebut βangβ¦β saja, anggurnya sudah ada di depan mata.
Kalau bisa, sesekali mampir ya, Bu⦠datang sebentar saja di mimpi kami. Kami ingin mendengar cerita Ibu di sana dan melihat senyum ibu yang sumringah.
Kami sayang Ibu, selamanya π€
102025, untuk ibu.
















