Mengawali paruh kedua 2026 dengan langkah pertama ke Suaraga, sebuah panggung yang memadukan suara dan raga. Kota Solo dipilih sebagai saksi bisu pertunjukan perdananya. Undangan untuk hadir berawal dari colekan dari @visbilika, lalu disambut juga oleh @interlacedinbetween. Begitu daftar pemain diumumkan, kami mantap memilih hari pertama. Bukan tanpa sebab: ada Vincent & Sholeh Solehun, Silampukau, Sore, dan Barasuara—tiga di antaranya belum pernah kami saksikan secara langsung sebelumnya.
Kami datang sejak pagi untuk mengikuti sesi yoga bersama Anjasmara. Namun nasib berkata lain: ponselku harus segera diperbaiki. Jika tidak, maka banyak momen akan lenyap tanpa terekam. Maka pagi itu pun kami tak berlama-lama di area venue. Menjelang senja, kami kembali, menyambut deretan penampil yang dibuka oleh Nadhif Basalamah, dilanjutkan Traffic Jam yang berkolaborasi dengan Mas Osman, lalu Silampukau, disusul Sore, dan ditutup dengan Barasuara.
Set list yang masih melekat di kepala, kurang lebih begini: Silampukau: Rantau (Sambat Omah), Balada Harian, Si Pelanggan, Bola Raya, Lantun Mustahil, Sang Juragan, Malam Jatuh di Surabaya, Puan Kelana, Doa 1. Sore: Vrijeman, Apatis Ria, Merintih Perih, Lihat, Surya Jelang Menepi, Pergi Tanpa Pesan, Karolina, Ssst, Setengah Lima. Barasuara: Hagia, Manusia, Pikiran dan Perjalanan, Merayakan Fana, Hitam dan Biru, Api dan Lentera, Pancarona, Etalase, Terbuang dalam Waktu.
Acara berlarut hingga larut malam. Beruntung, kami berdiri di barisan terdepan, nyaris menyatu dengan panggung. Sayang, beberapa rekaman dari ponsel penuh noise, barangkali karena terlalu dekat dengan gema. Tapi untuk pertama kalinya, kami menikmati konser dari posisi paling depan tanpa desak-desakan, tanpa penantian panjang yang melelahkan. Sebuah pengalaman yang kami nikmati sepenuh hati.
Solo, 4-5 Juli 2026















