Pituwen (bahasa Jawa) atau lebih dikenal dengan perkunjungan. Pituwen ini kerap dilakukan untuk lebih mempererat tali silaturahmi dan juga sebagai bentuk perhatian, terutama bagi adiyuswa (bahasa Jawa, = lansia) yang sudah lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah saja. Pada pituwen kali ini, kami berkesempatan mengunjungi Bapak dan Ibu Supardi, yang usianya sudah hampir menginjak 80 tahun. Di tengah hujan lebat yang mengguyur ibukota kecamatan Ngadirejo, Temanggung tidak membuat perbincangan kami menjadi dingin, bahkan semakin hangat apalagi Ibu Supardi menyuguhkan teh hangat bagi kami. Sungguh luar biasa perjalanan hidup beliau. Dan ketika kami hendak pamit undur diri, istri saya bertanya kepada Pak Pardi apa resepnya hingga saat ini beliau tetap sehat dan senantiasa mesra dengan sang ibu. Wajah beliau pun penuh dengan senyum dan berkata bahwa resepnya adalah "jangan mudah marah" (yang sabar) dan "syukuri apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita." Mak nyes rasanya saat kami mendengar wejangan dari beliau tersebut, dan ini akan kami ingat senantiasa sepanjang perjalanan kami. Kami pun undur diri dari kediaman beliau yang sederhana namun hangat, walaupun kami harus membuka payung lebar-lebar karena hujan masih lebat. Semoga beliau berdua senantiasa diberi kesehatan dan umur yang panjang. Aamiin. --- Sedulurs, Akankah kita mengikuti teladan Bapak dan Ibu Supardi tersebut? Menahan amarah a.k.a sabar, dan senantiasa bersyukur atas setiap berkat Tuhan. Monggo.... ~ sebuah catatan perjalanan ke kaki Gunung Sindoro di penghujung Maret 2022 #pituwen #perkunjungan #silaturahmi #perhatian #adiyuswa #lansia #ngadirejo #temanggung #jawatengah #sindoro #gunungsindoro #perjalanan #journey #sabar #patient #syukur #bersyukur #gratitude (at Ngadirejo, Jawa Tengah, Indonesia) https://www.instagram.com/p/Cbzy2qYpPyp/?utm_medium=tumblr













