Photo by Jem Sahagun on Unsplash
Tulisan ini saya buat terinspirasi dari Podcast Rapot secara khusus yang berjudul TTD, Dee Lestari, saya bukan, mau mengulas isi dari podcast tersebut secara keseluruhan, melainkan hanya ingin mengambil salah satu bagian dari podcast tersebut. Dalam kondisi, entah anggota keluarga atau teman kita yang sedang berduka, tentunya kita ingin menjadi sahabat yang baik atau memiliki keinginan baik untuk turut menguatkan, tapi mungkin dalam kondisi tersebut kita sering bingung untuk melakukan apa, dan mungkin terkadang tercetus kata-kata seperti "Yang tabah" atau "Kamu harus Kuat" dan lain sebagainya, tapi apakah kata-kata saja sebetulnya cukup?
Dalam kondisi berduka atau serba kesulitan, seringkali kita sebetulnya tidak cukup fokus atau memiliki tenaga untuk memikirkan hal lain, tentu kita pun pernah, saat pusing karena banyak urusan, atau sedang sedih, tidak sadar melakukan suatu hal (bahasa kerennya sekip), disaat itulah sebetulnya bukan kata-kata yang sebetulnya dibutuhkan oleh teman atau saudara yang sedang berduka, melainkan uluran tangan yang bisa membantu dia untuk melakukan hal-hal yang harus dilakukan, atau act of service, mungkin sekedar menyiapkan makanan atau minuman atau hal-hal kecil yang mungkin dalam situasi biasa seharusnya bisa dilakukan sendiri, tapi tentunya saat mendadak terjadi suatu peristiwa duka atau apapun yang tiba-tiba, pikiran kita sering terlalu penuh untuk sekedar memikirkan hal-hal kecil tersebut.
Dari Act of Service tersebut pula, saya ingin menarik ke hal yang lebih jauh lagi, mungkin saat ini pandemi sudah di depan mata kita bersama (mudah-mudahan akan segera berakhir betulan), tapi ingatkah kita bagaimana kita berinteraksi atau saling bahu membahu diawal masa pandemi? saat kita bisa membagikan makanan ke orang-orang sekitar kita, atau antar tetangga saling menyapa dan saling memperhatikan, namun beriringan dengan semakin membaiknya kondisi, sepertinya hubungan tersebut pun kembali merenggang.
Menyambut pergantian tahun yang sebentar lagi akan kita alami atau mungkin bagi sebagian dari kita yang sedang merayakan Natal, mungkin kita bisa memulai dari hal sederhana dengan menyapa teman atau sahabat atau keluarga yang mungkin sudah lama tidak kita sapa, siapa tahu sapaan tersebut menjadi penghibur mereka yang sedang bersedih atau berbeban berat, kita tidak pernah tahu kondisi apa yang sedang dialami oleh seseorang, atau kita bisa juga melihat ke sekeliling kita, siapa tahu kita bisa melihat tetangga atau saudara kita yang sedang memerlukan uluran tangan kita, mungkin kita bisa mulai dari sana.