INTIDARRUSSHOLAH  BA’DA SHOLAH [Tulisan 1]
Pada hari jumat yang lalu, saya pergi bersama teman-teman saya ke rumah salah seorang Syarifah di Banyumanik – Semarang. Ya, saya kesana untuk mengikuti kajian rutin yang sudah biasa dilakukan di rumah beliau.  Saya tertarik dengan materi yang beliau sampaikan kepada jamaah. Itulah salah satu sebab saya menulis ini. Ternyata, tidak sia-sia juga saya masuk prodi Sastra Indonesia hehe. Kembali ke topik. Saya tertarik dengan salah satu materi yang di sampaikan, yaitu Intidarrussolah ba’da sholah (orang yang menunggu waktu sholat berikutnya setelah ia melaksanakan sholat).
 Beliau (Syarifah Niina) bercerita bahwa orang yang menunggu waktu sholat setelah ia melaksanakan sholat adalah orang yang akan dihapus kesalahan-kesalahannya. Mereka adalah orang yang memiliki kemuliaan, keistimewaan, dan merupakan orang-orang pilihan.
 Beliau juga bercerita bahwa ketika seseorang menunggu-nunggu waktu sholat. Menunggu-nunggu bertemu dengan Allah (sholat). Ingin segera sholat, ketahuilah bahwa Allah lebih ingin bertemu dengan dia. Ketika datang waktu sholat ia ingin segera sholat. Ketahuilah Allah lebih ingin segera bertemu dia. Namun, ketika ada orang yang suka menunda-nunda sholat. Tidak sholat di awal waktu. Tidak lekas ingin menemui Allah (sholat). Ketahuilah, bahwa Allah lebih malas lagi untuk bertemu dengan dia. Subhannallah, tamparan keras untuk kita semua agar kita tidak suka menunda-nunda sholat.
 Beliau juga menyontohkan bahwa ketika ada orang yang sedang makan pagi (sarapan), lalu dia sudah memikirkan kira-kira apa ya yang akan dia makan di siang hari? Hal ini menunjukkan bahwa hal-hal yang dia sukai, yang dia tunggu adalah makan.
 Tidak hanya sholat. Menunggu sesuatu yang baik juga bisa dilakukan untuk hal-hal yang lain seperti intidarruss majlis ba’da majlis (menunggu majelis berikutnya setelah majlis), intidarruss kheir ba’da kheir (menunggu melakukan kebaikan lagi setelah ia melakukan kebaikan).
 Semoga kita termasuk penunggu segala sesuatu yang baik. Aamiin. Jazakumullahu Khoiron Katsiron
Allah itu pecinta, maka saya ingin mencintai kalian semua sebagai saudaraku sesama muslim. Mari tepis jauh-jauh perbedaan dan melangkah bersama persamaan yang ada. (ariyani)
Ngaji : Banyumanik, 17/01/2019
Ditulis : Patemon, 19/01/2019












