Final post of the year is the beautiful deconstructed sushi bowls my partner and I made.
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from China

seen from Argentina
seen from United States
seen from Venezuela

seen from New Zealand
seen from Saudi Arabia

seen from Canada

seen from Saudi Arabia
seen from Germany
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Germany

seen from Malaysia
Final post of the year is the beautiful deconstructed sushi bowls my partner and I made.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
2023 notes
Di tahun 2023 w mau lebih fokus ke leading indicators aja instead of the lagging indicators (or simply, the outcomes) - I want to work more on my consistency.
Ini sih hal-hal yang ingin kulakukan di tahun 2023:
Meneruskan Duolingo streak-ku, harus full sampai akhir tahun (sekarang udah day 257 dan streak terpanjangku sebelum ini adalah 456)
Konsisten nge-track pengeluaran pake app dan bikin analisis pengeluaran di tiap akhir bulan. Pas 2022 kemarin sempet nge-track tapi 2 bulan doang terus skip
Tidur maks jam 10 malem (I really need to get rid of my eyebags :<)
Rutin puasa Senin Kamis (I need to shed some weight, better get some pahala with them)
Coba intermittent fasting di antara Senin-Kamis, dan coba untuk mulai makan sekali sehari aja (ini hasil dengerin orang presentasi sih, jadi ya intinya gapapa makan cuma sekali yang penting nutrisi terpenuhi dan juga minum tetep banyak)
Olahraga :”) (tahun ini lumayan lah paling nggak ada 2x Chloe Ting 14 days challenge yang terselesaikan - tapi 2023 pengen bisa lebih konsisten aja gitu setiap hari olahraga min 30 menit)
Nyicil belajar CFA 1 jam sehari (bisa ngga ya..... takut deh. Tapi w sehari bisa nonton drakor 2-4 jam kalau lagi kejar tayang. I really need to be serious)
Baca paling nggak 1 buku per bulan (ini w masukin IDP :) sebenernya lebih ke ingin mengembalikan kemampuan untuk duduk, membaca dengan fokus dan mindful, dan bisa menyelesaikannya dengan baik sih)
Segini dulu deh yang aku tulis, nanti kalau ada lagi yang kepikiran akan aku tambah lagi.
Bismillah :< I’ll try to update my progress over here.
Well 2018 had been quite a handsome year. I have met some friends that I'll never forget, I've taken my #ytt in #bali and #california, so I've also explored these cultures, I've learned so many things, and had so many epiphanies, I've switched to a regular diet, and learned that I should #acceptfear... . But it's been an awful year, speaking of health: I've found that I have #pulmunaryhypertension and have to take so many medicines, I've bled for 3 months straight (that's no joke) and I've been in and out so many hospitals. PH is a heart and lungs disease, its symptoms comprehend but are not limited to: short breath, blue lips, large carotids, palpitations, arrhythmia... It can lead in a blink of an eye to pulmonary embolism, heart attack, stroke, edema, respiratory failure... A bunch of bad stuff you really don't wish to know. . So I'd like to dedicate this first #newyearpost to #prevention: if I hadn't done that first ecohcardiogram I would have kept on believing that I was having panic attacks, so I'd keep going to a psychologist, and seeing no results. Knowing that I have #ph I know it takes time to heal, but it may take just a second to lead to serious consequences. Take a #echocardiogram, it doesn't cost much, and you could save your life. 🙏🏻❤️ . And here we are, bring it on, 2019! I'm so grateful for being here, now! 💖 . Outfit by @vayumudra 🎊 code norayogini15 for a 15% off 🎉 . #vayumudra #dhanurasana #backbend #itiswhatitis #acceptfear #practicenotperfection #igyogafamily #igyogacommunity #flexibility #flexibility #takestime #yogaisforeverybody #trusttheprocess #gowiththeflow #loveandalliscoming #onebreathatatime #youcan #yogalove #yogapost #yogastudent #bebrave #top9of2018 (at Mantua, Italy) https://www.instagram.com/p/BsJrXMUARQo/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1xv9ofivsj098
Happy new year everyone from Kelsie & I #newyear #nye #nye2018 #happynewyear #newyearpost #tonestruckinstories #trucks #trucking https://www.instagram.com/p/BsCtUHnBITI/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=6aisbudfvav3

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Judgements.
New year has just begun, which means that it brings in new beginnings, new resolutions, a set of promises to yourself and to others. From joining the gym, to reading more books, to achieving more goals. The goals vary from person to person, and while some succeed in religiously following them, others don’t. And that’s okay. We can always start over. But one thing I think we all should promise ourselves on doing this year is letting go of judgment of others. Today almost everything we do, is largely influenced by what others do and what others think of us. And as cliché as this sounds, don’t care about what ‘they’ think. It is of course better said than done, its difficult but its worth trying. I know thinking about what others will think is more involuntary than conscious. It’s a basic tendency to first analyse how others will view you when you do something rather than how you feel about it. If you don’t care about what others think of you, great! Really, you are doing amazing. But for those of us who do, its okay, but we have to make a conscious decision to not care about them. Distance ourselves from the negatives. Because believe me when I say, you won’t be able to stop what others say, or what they think of you, neither will you be able to change it. Whatever you do, people will have things to say, they will judge. Instead, you don’t give them importance, because others’ approval is not going to be valid over time. Others’ approval is not as important as you think it is. What matters most is your opinion of yourself, and what you like to do, regardless of others’ opinions. Believe me, when you stop giving importance to what others think or say, everything becomes easier, and positive. Go to that dance class, write that passage/book you always wanted to write and post it or even better publish it, eat pineapples on pizzas (though personally, hate pineapples on pizza, just my opinion), wear makeup, or don’t, your decision. Do what you want. This year, make a resolution, goal, promise, decision, whatever you want to call it, to yourself to not think as much about others opinions, and give importance to yourself. Because in the end, you have you, and that is what really matters.
May be a bit late but still...happy new year, my dear readers!
Ending 2022
Kurang afdol kalau mengakhiri sebuah tahun tanpa sebuah tulisan reflektif untuk merekap apa yang sudah terjadi sepanjang tahun ini. Setelah aku tilik-tilik lagi, mungkin tema besar dari 2022 adalah berpindah dan bertumbuh. Sambil mereka-reka bagaimana cara untuk perlahan-lahan menemukan bentuk dan tempatku. Awal tahun akhirnya aku pindah ke posisi sekarang di kantor -100% lebih sesuai dengan aspirasi dan bikin aku semangat untuk kerja (bumi langit dengan motivasi saat di marketing dulu, maafkan aku kantor n brand).
Di tahun ini juga mulai relokasi ke Jakarta karena udah dapet jatah mess kantor dan WFO 2-3 kali seminggu. Karena ongkos ojol naik terus, ditambah diskon makin minim, dan kepengen aja gitu pergi-pergi naik public transport - jadi aku beli kartu Jaklingko dan mulai naik kombinasi TJ + angkot. Pas pertama kali naik culun banget asli hehe, gatau kan harus nge tap nya gimana, n kapan, dan kalau naik/turun itu apakah harus di bus stop atau gimana. Setelah beberapa kali naik, akhirnya dikonfirm sama penumpang kalau naik itu harus di bus stop tapi kalau turun boleh ‘kiri’ dimana aja.
Mengalami jadi rakyat jelata yang harus berdesak-desakan di dalam bis/angkot, terjebak kemacetan yang tak masuk di akal, bikin aku merasa bahwa Jakarta memang bukan kota yang tepat untuk berkehidupan. Kerasa banget menua di jalan. Kayak... ada terlalu banyak waktu yang habis untuk berpindah lokasi, padahal mungkin waktu itu bisa dialokasikan untuk aktivitas lain - entah untuk beristirahat, berolahraga, bersosialisasi, belajar, dan juga bermacam opsi lainnya. Mau punya mobil pun menurutku nggak akan menjadi solusi yang baik - gak kebayang deh gimana senewennya nyetir berjam-jam setiap hari, kaki pegel dan entah habis berapa juta untuk beli bensin, bayar parkir, bayar pajak, dan juga semua pengeluaran lainnya.
Pokoknya Bandung ftw.
Akhir Agustus kemarin Gio cabs ke Belanda untuk S2, jadi ya ini juga proses adaptasi ber-LDR ya sekalian nyicil nyiapin ini-itu buat nikah tahun depan. Untungnya kami sama-sama sibuk sih jadi ya nggak ada konflik yang gimana juga, komunikasi juga alhamdulillah masih aman.
Tahun ini merasa bersyukur karena masih bisa sering ketemu sama teman-teman - baik teman-teman S1 ataupun S2 (meskipun harus menerjang kemacetan dan kepadatan Jakarta yang nauzubillah). Seneng aja karena masih tahu kabar orang-orang secara real time. Semoga masih bisa kujaga dengan baik sampai kapanpun juga.
Di akhir tahun dapat kabar kurang baik mengenai nenekku, yang belakangan ini memang batuk-batuk terus. Setelah cek ini-itu, kami dikabari bahwa ternyata kankernya balik lagi dan sekarang sudah metastase ke berbagai organ (setelah 7 tahun cancer-free). Waktu itu hari Senin pagi, Mama ngasih tau aku via WA, dan asli sedih banget. Nggak bisa kerja. Akhirnya aku pergi lagi pesen travel untuk kembali lagi ke Bandung jam 2 siang. Di momen-momen buruk seperti ini aku merasa paling bersyukur bahwa aku cuma 3 jam perjalanan darat jauhnya dari orang-orang yang paling berharga untukku. I promise that I will drop everything on my hands to come to them, immediately. Udah gitu kemarin Aki sempet diopname di rumah sakit (kata mama kayanya karena minum Coca Cola :( ), terus Akung juga sama diopname karena sakit kepala dan ternyata tekanan darahnya tinggi sekali. Sekarang sih Aki sama Akung udah keluar rumah sakit, kondisi udah kembali seperti semula, dan Nini juga lagi mulai pengobatan.
Sejak dapet kabar itu, aku jadi sering pulang ke Bandung sih. Nggak cuma Nini aja kan yang harus ditemenin, tapi Mama juga pasti sedih dan khawatir. Sekarang juga om-tante lagi sering nyamperin ke Siliwangi. Yah, aku sih percaya asal tetap optimis dan positif dan menjaga makan dan mengobati diri walaupun tanpa kemo, insyaAllah Nini masih bisa sehat dan masih bisa berumur panjang. Itu aja sih satu hal yang lagi jadi topik utama doaku ke Tuhan.
Hari terakhir 2022 ini isinya gitu aja: bangun jam 9, beres-beres kamar, pergi ke rumah Nini karena mama mau bikin jus dll, terus ke KBP untuk makan Pho dan ke IKEA karena mama mau beli lampu, terus beli jajanan IKEA, abis itu balik lagi ke Siliwangi, terus ke tukang rongsok untuk ngejual 11kg sampah kertas dan kardus packaging yang udah menumpuk di kamarku (dihargain 1500 aja geng per kilo nya), terus balik lagi ke rumah, makan malem bertiga aja sama mama dan bapak. Nge-gofood Hokben dan mesen es merah delima yang legend itu (Dan enak! Padahal w makan 2 kali di Gambir asli gaenak banget tu delimanya rasa tepung).
Segitu aja sih tulisanku tentang 2022 - alhamdulillah bisa menjalani hidup seperti kebanyakan warga ibukota, semakin sadar mengenai apa yang aku mau dan tidak mau (gamau tinggal di Jakarta kecuali jarak rumah-kantor hanya selemparan batu). Banyak pembelajaran: belajar untuk bekerja dan menjadi bagian dari sebuah perusahaan, belajar menjaga hubungan dan komunikasi dengan teman-teman, belajar hidup sendiri, belajar menjaga hubungan jarak jauh, dan juga belajar untuk selalu memprioritaskan keluarga.
Untuk 2023 nggak muluk-muluk sih: aku harap semua rencanaku dilancarkan dan diberikan kemudahan. Dan tentunya semoga selalu bisa menjadi manusia yang lebih baik daripada hari kemarin.