49
Ibu maafkan aku, bila aku belum bisa menjadi pangeran untuk melindungimu. Ibu maafkan aku, bila aku belum bisa menjadi cahaya yang kau titipkan dalam gelapku. Aku hanya anakmu, yang masih berjalan di badai dunia, menata luka, serta menyulam harapan. Namun setiap langkahku, aku menyebut namamu dalam diam dan doaku, selalu. Ibu, hatimu selalu menanggung segalanya— kau sembunyikan lelah di balik senyummu, kau membohongi rasa dahagamu hanya— untuk melihat buah hatimu bahagia. Maafkan aku, bila langkahku belum setegar doa-doamu. Aku hanya serpihan kecil dari lautan kasihmu. Aku hanyalah kelingking dari jari manismu. Tapi... izinkan aku terus mencoba untuk menjadi pangeranmu kecilmu, walau dengan luka, walau dengan waktu. Rancaekek, 20:08














