Filosofi Menanam & Mendidik
Sebagai pendidik, tidak adil jika kita mengharapkan peserta didik kita menguasai hal-hal yang tidak pernah kita ajarkan. Diibaratkan dengan sebuah komputer, kalau kita tidak pernah memasang software ketelitian, jangan mengharapkan peserta didik yang teliti. Kalau kita tidak pernah memasang software kejujuran dalam diri kita dan pada diri peserta didik, jangan mengharap mereka terbentuk menjadi pribadi yang jujur.
Berbicara soal pendidik, tidak sama dengan hanya berbicara soal guru. Semua orang adalah pendidik bagi yang lain. Perbuatan dan perkataan kita adalah referensi dalam bertindak dan berkata untuk orang lain. Itulah mengapa, sejak 14 abad yang lalu, nabi sudah mengingatkan soal pergaulan, sebab dengan siapa kita bergaul dengan merekalah kita terdidik.
Oleh karena itu, menjadi sangat lucu apabila teman satu pergaulan saling menyalahkan karakter teman sepergaulannya. Sebah, apa yang ada di dalam diri temannya tersebut adalah apa yang ada di dalam dirinya. Mereka saling mentransfer karakter, didik-mendidik soal tindakan dan perkataan. Karenanya, kalau kita merasa ada yang salah dengan teman kita, yang pertama harus dilakukan adalah mengoreksi diri sendiri, adakah yang salah dengan diri kita?
Amatullah A. Nuha
Surakarta, 21 Oktober 2019















