๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐
(๐๐๐ซ๐ข๐จ๐๐: 732 - 1016 ๐)
๐๐ข๐ฅ๐๐ง๐๐ช๐ข ๐๐๐ง๐๐๐๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ฃ๐ yg bermula hadir di ๐ฝ๐๐ช๐ข๐ ๐๐๐ฉ๐๐ง๐๐ข, daratan tanah Kedu (Jawa Tengah) diperkirakan berlangsung selama hampir ๐ฉ๐๐๐ ๐๐๐๐ dari masa pemerintahan ๐๐๐ฃ๐ ๐๐๐ฉ๐ช ๐๐ผ๐๐
๐ผ๐๐ผ (732 M) sampai gugurnya Raja ๐ฟ๐๐ผ๐๐๐ผ๐๐ผ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐๐ di ๐
๐๐ฌ๐ ๐๐๐ข๐ช๐ง (1016 M).
Dari bbrp bukti data primer (Prasasti maupun situs purbakala) ternyata luas wilayah kekuasaan Kerajaan Medang mencakup Jawa Tengah, Jawa Timur, Kamboja (Campa, Chenla), Filipina, bahkan Bali.
Beberapa sejarawan memiliki pandangan yg berbeda, sehingga menjadi sebuah ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐
๐ผ๐๐ผ๐ dan ๐๐ผ๐ฝ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ yg tak mudah utk dipecahkan, baik itu polemik ttg: ๐๐ผ๐๐๐๐ผ ๐๐ผ๐๐๐๐๐ฟ๐๐ผ (Tokoh Raja, Keluarga/Dinasti/Wangsa, Asal usul), ๐๐ผ๐
๐ผ-๐๐ผ๐
๐ผ ๐๐ฟ๐ผ๐๐ beserta ๐๐๐๐๐ผ๐๐ผ๐ผ๐ / ๐๐๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐๐ผ๐๐ผ๐ผ๐, dan ๐๐๐๐๐๐๐ฟ๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐๐ผ๐๐ผ๐ผ๐ (Periode Jawa Tengah = 732 - 928 M ke Periode Jawa Timur = 929 - 1016 M), sampai ๐๐ผ๐๐ผ ๐ผ๐๐๐๐ runtuhnya Kerajaan Mdang.
Menurut ๐๐ผ๐ ๐ฝ๐ผ๐๐๐๐๐๐ ; istana Kerajaan Medang dipindahkan bbrp kali sampai ke Wilayah Jawa Timur, dikarenakan hancur sebagai akibat letusan Gunung Merapi yg disertai gempa bumi dahsyat dan hujan material vulkanik.
Menurut ๐ฝ๐๐๐พ๐๐ผ๐๐; bahwa bencana alam tsb terjadi sebagai akibat kutukan hukum Tuhan oleh terjadinya perebutan tahta kekuasaan diantara keluargamaupun Raja2 Kerajaan Mdang sejak jaman pemerintahan ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐ ๐๐ฉ๐๐ฃ.
Dengan demikian adanya faktor ๐๐๐๐๐๐๐ผ๐ (di dlm) dan faktor ๐๐๐๐๐๐๐๐ผ๐ (dr luar) yg menyebabkan adanya ๐๐๐จ๐ ๐๐ง๐๐ฃ๐จ๐๐จ๐ dlm Pemerintahan Kerajaan Medang.
Dari isi ๐๐ง๐๐จ๐๐จ๐ฉ๐ ๐๐๐ฃ๐ฉ๐๐ฎ๐๐จ๐๐ 907 M diketahui bahwa ๐๐๐๐ ๐๐๐ง๐ฉ๐๐ข๐ yg memerintah Kerajaan Mdang adalah ๐๐ผ๐๐ ๐๐ผ๐๐ ๐๐ผ๐๐
๐ผ๐๐ผ ("..๐ง๐๐๐ฎ๐๐ฃ๐๐ฉ๐ ๐ง๐ช๐ข๐ช๐๐ช๐ฃ ๐ง๐ ๐ข๐๐๐ฃ๐ ๐ง๐ ๐ฅ๐ค๐ ๐ฅ๐๐ฉ๐ช ๐ง๐๐ ๐๐ ๐ข๐๐ฉ๐๐ง๐๐ข ๐จ๐๐ฃ๐ ๐ง๐๐ฉ๐ช ๐๐๐ฃ๐๐๐ฎ๐...").
Dari isi ๐๐ง๐๐จ๐๐จ๐ฉ๐ ๐๐๐ฃ๐ช๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ ๐๐๐ 908 M disebut dg sebuah penjelasan: "...rahyangta ๐ง๐ mdang..." yg maksudnya ๐๐ผ๐๐
๐ผ๐๐ผ telah mendiang/mangkat/wafat, menjadi cikal bakal leluhur para Raja yg pernah memerintah di Kerajaan Mdang (belum tentu dipastikan secara genealogi/turun temurun sedarah).
DAFTAR RAJA2 YG PERNAH MEMERINTAH KERAJAAN MDANG
๐๐๐ผ๐๐ผ๐๐๐ ๐๐ผ๐๐๐๐๐ผ๐๐๐ 907 M:
1. Rakai Mataram Sang RatuSanjaya.
2. Sri Maharaja Rakai Panangkaran.
3. Sri Maharaja Rakai Panunggalan.
4. Sri Mahajaraja Rakai Warak.
5. Sri Maharaja Rakai Garung.
6. Sri Maharaja Rakai Pikatan.
7. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi.
8. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang.
9. Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Dharmmo
Sebagai data pembanding akan disertakan pula daftar Raja-raja yg pernah memerintah di Kerajaan Mdang menurut versi:
๐๐๐ผ๐๐ผ๐๐๐ ๐๐ผ๐๐๐ผ ๐๐๐๐๐ผ๐ ๐๐๐ 908 M :
1. Rakai Panangkaran (anak Rahyangta di Hara/adik
Rahyangta di Medang. Naik tahta = wura angdiri
( naik tahta = 6 Maret 784 M).
3. Rakai Warak Dyah Manara
("...sirang lumah i kelasa.." Naik tahta = 3 Maret 803).
4. Dyah Gula (naik tahta = 5 Agustus 827 M).
5. Sri Maharaja Rakai Garung
("..anak sang lumah i Tuk. Memerintah = 24 Januari 828 M - 5 Agustus 847 M = kurun: 19 thn)๐ค
6. Rakai Pikatan Dyah Saladu
27 Mei 855 M - 5 Pebruari
885 M, kurun: 30 thn).๐ค
8. Dyah Tagwas (memerintah
5 Pebruari 885 M - 27 Sep
10. Rake Gurun Wangi Dyah
kurun : 1 bulan โ).๐ค
11. Rake Wungkal Humalang
12. Sri Maharaja Rake Watu
Dari penyajian data kedua prasasti yg sama2 dikeluarkan oleh seorang raja
Sebagai hegemoni/ pengakuan atas kebesaran sang raja ๐๐๐ ๐ ๐๐๐ฉ๐ช๐ ๐ช๐ง๐ ๐ฟ๐ฎ๐๐ ๐ฝ๐๐ก๐๐ฉ๐ช๐ฃ๐ selama 200 tahun berjalan utk kekuasaan Raja-Raja Mdang yg memerintah sebelum Sri Maharaja Dyah Balitung (898 - 913 M), maka untuk pemerintahan Kerajaan Medang selanjutnya trdpt bbrp orang raja yg memerintah di masa berikutnya, yaitu antara lain :
1. ๐๐๐ ๐ฟ๐ผ๐๐๐ผ (913 - 919 M)
Bergelar SRI MAHARAJA DAKSOTTAMA BAHUBAJRA
PRATIPAKSASAYA UTTUNGGAWIJAYA.
Di dlm isi Prasasti Palepangan/Borobudur 906 M ; pada masa pemerintahan Dyah Balitung, Mpu Daksa menjabat sbg Rakryan Mapatih i Hino. Sebuah jabatan penting kerajaan, yg biasa dijabat oleh putra mahkota.
Di dlm isi Prasasti Talahap 899 M; Mpu Daksa adalah cucu dari Rakryan Watak Mpu Tamer, yg merupakan seorang istri raja yg didharmakan di Pastika ( raja yg dimaksud adalah Rakai Pikatan). Dengan demikian Mpu DAKSA masih cucu dari Rakai Pikatan.
Berita Cina Jaman Dinasti Tang II (705 - 907 M) disebut kan " Tat-so-kan-hiung " yg berarti : " DAKSA, saudara raja yg gagah berani !".
2. ๐ฟ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐๐ฟ๐๐๐ (919 -
Di dalam isi Prasasti Lintakan 919 M disebutkan nama gelarnya: SRI MAHARAJA RAKAI LAYANG DYAH TULODONG SRI SAJJANA SANMATANURAGA UTTUNGGADEWA.
Dyah Tulodong adalah seorang Sri Ratu disebutkan
sebagai putri dari seorang yg didharmakan di Turu Mangambil.
Yang menjabat sbg Rakryan Mapatih i Gini adalah Mpu Ketuwijaya bergelar SRI KETUDHARA MANIMANTAPRABHU PRABHUSAKTI.
Yang menjabat sebagai Rakryan i Halu yaitu : MPU SINDOK.
Di dalam isi Prasasti HARINJING 19 September 921 M disebutkan bhw yg menjabat sbg Sang Pamgat
Mamohumah adalah Rakai Sumba Dyah Wawa.
3. ๐ฟ๐๐ผ๐ ๐๐ผ๐๐ผ (924-929 M).
Prasasti Culanggi (7 Maret 927 M) nama gelar kebesarannya disebutkan :
SRI MAHARAJA RAKAI SUMBA DYAH WAWA SRI WIJAYALOKANAMOTUNGGA. Penemuan Prasasti Senggurah (2 Agustus 928 M) di daerah Kediri, Jawa Timur menyatakan bahwa wilayah kekuasaan Kerajaan
Medang sdh mencapai Jawa Timur (masa transisi).
4. ๐๐๐ ๐๐๐๐ฟ๐๐ (929-947 M)
adalah SRI MAHARAJA RAKAI HINO SRI ISANA WIKRAMA DHARMOTTUNGGADEWA.
Dari isi Prasasti Turyan 929 M dikatakan bahwa Mpu Sindok membangun ibukota baru bernama TAMWLANG.
Prasasti Anjukladang 937 M,
Mpu Sindok memindahkan ibukota kerajaannya ke WATUGALUH ("...kita prasiddha
mangaksa kadatwan rahyangta i bhumi mataram i
watugaluh...")๐๐ฎ๐ฉ
Kedua tempat tsb baik itu TAMWLANG maupun WATUGALUH , oleh para sejarawan disebutkan berada di sekitar Jombang, Jawa Timur sekarang.
Walau masa pemerintahan nya sangat singkat rupa 2 nya perjalanan politik pemerintahan dilalui MPU SINDOK dg sangat terjal.
Dari isi beberapa prasasti yg dikeluarkannya mengesankan adanya peperangan yg pernah dilaluinya a.l.
Prasasti Waharu 931 M, Prasasti Sumbut 931 M,
Prasasti Anjuk Ladang 937 M.
dimana sang raja menanugerahi sima swatantra (desa bebas pajak) kepada penduduknya yg pernah berjasa berjuang
membela negara menghalau serangan musuh.
Prasasti Anjuk Ladang 937 M dijelaskan bahwa sang raja pernah mengalahkan MELAYU (SRIWIJAYA ?)๐ค๐ฎ๐ฉ
"...parnnaha nikanang lmah
ungwana sang hyang prasada atehera JAYA (sta)mbha duwit matewek
kurang lahakan satru (nira)
[haj] ja [n] ri [ma] layu..."
(Di tempat ini {yg telah terpilih} agar menjadi tempat
didirikannya bangunan suci,
sebagai pengganti tugu kemenangan {di sanalah} pertama kali menandai saat
itu {raja} mengalahkan musuhnya dari MELAYU).๐ค๐ฎ๐ฉ
Prasasti Kebon Kopi II 932 M (Aksara Jawa Kuna/Kawi dg Bahasa Melayu Kuna)
kemungkinan sebuah indikasi adanya perseteruan
Yg pernah terjadi antara Kerajaan SUNDA dg MDANG .
"... ini sabdakalandu rakryan
juru pangambat i kawihaji panyaca pasagi marsandesa~ba (ร) pulihkan
{"...Batu Peringatan ini adalah ucapan Rakryan Juru
Pangambat pada tahun 854 Saka (=932 M) bahwa tata pemerintahan dikembalikan kepada kekuasaan RAJA SUNDA..."}๐ค๐ฎ๐ฉ
Prasasti Horen (tanpa tarikh ๐ค) mungkin terkait dg kejadian sebelumnya dg SUNDA yg pernah terjadi saling permusuhan ("...satru sunda... ") ๐ค๐ฎ๐ฉ
Sementara itu di Sumatra pd masa ini terjadi kekosongan kekuasaan selama satu abad (Prasasti Nalanda 860 M periode BALAPUTRADEWA sampai
960 -988 masa pemerintahan SRI MAHARAJA UDAYADITYA WARMADEWA (Berita Cina Dinasti Song dikenal dg sebutan She-li-hou-ta-hsia dari San-fo-qi yg mengirim duta ke Cina pd thn 960 M).
Dari isi Prasasti Pucangan 1040 M diketahui bahwa Mpu Sindok wafat pd thn 947 M dan dicandikan di ISANABAJRA / ISANABHAWANA.๐ญ๐ฎ๐ฉ
Pengganti selanjutnya yg memerintah Kerajaan Mdang
adalah putrinya SRI ISANA TUNGGAWIJAYA yg memerintah bersama suaminya SRI LOKAPALA.
5. ๐๐๐ ๐๐๐๐ผ๐๐ผ ๐๐๐๐๐๐ผ๐๐๐
๐ผ๐๐ผ & ๐๐๐ ๐๐๐๐ผ๐๐ผ๐๐ผ (947 M - .....โ)๐ค
Raja Putri Sri Isanattunggawijaya adalah puteri Raja Sindok yg memerintah Kerajaan Medang mewarisi tahta ayahnya Mpu Sindok bersama-sama suaminya;
Masa pemerintahan kedua pasangan raja suami
istri ini tidak banyak diketahui.๐ค๐ฎ๐ฉ
Menurut berita isi Prasasti
Pucangan 1041 M yg menjadi raja selanjutnya sbg penerus tahta pemerintahan adalah putranya bernama SRI ๐๐ผ๐๐๐๐ผ๐๐ผ๐๐๐๐ผ ๐๐ผ๐๐ฟ๐๐ผ๐๐ผ.
6. ๐๐๐ ๐๐ผ๐๐๐๐ผ๐๐ผ๐๐๐๐ผ
๐๐ผ๐๐ฟ๐๐ผ๐๐ผ (.... - 991 M).
Masa pemerintahan Makutawangsa Wardhana tidak banyak diketahui scr
Dari pemberitaan isi Prasasti Pucangan (1041 M)
diketahui bahwa sang raja
memiliki dua orang anak, yaitu DHARMMAWANGSA dan MAHENDRADHATTA.
Putri mahkota raja; Mahendradhatta dipersunting oleh ๐๐ฟ๐ผ๐๐ผ๐๐ผ
putra ๐๐๐๐ Bali dari ๐ฟ๐๐ฃ๐๐จ๐ฉ๐ ๐๐ผ๐๐๐ผ๐ฟ๐๐๐ผ yg memerintah bersama permaisurinya yg bergelar
SRI GUNAPRIYA DHARMMAPATNI pada tahun 989 - 1011 Masehi.
Dari pemberitaan isi Prasasti Sirah Keting dijelaskan bahwa DHARMAWANGSA TEGUH
sebagai anggota keluarga WANGSA ISANA yg dipelopori oleh Mpu Sindok yg memiliki nama asli ๐ฟ๐๐ผ๐๐๐ผ๐๐ผ๐๐๐๐ผ ๐๐๐
๐ผ๐๐ผ๐๐๐๐๐ผ๐๐ผ๐๐ฟ๐๐ผ๐๐ผ.
Selain itu nama DHARMAWANGSA juga dijumpai di dalam Naskah Sastra Jawa kuna berjudul
Wirataparwa yg ditulis pd tgl
๐ฝ๐๐๐๐๐ผ ๐พ๐๐๐ผ๐จ๐ณ ๐ฟ๐๐๐ผ๐๐๐ ๐๐๐๐
๐ฝ๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐พ๐๐ฃ๐๐จ๐ณ dari Dinasti Song II (960-1279 M) diberitakan tentang adanya
persaingan dalam pengiriman utusan/duta ke Kaisar Cina antara Kerajaan
Sriwijaya (San-fo-tsi) dg Kerajaan Jawa (Cho-po).
Utusan San-fo-tsi yg berangkat pd thn 988 M tertahan di Pelabuhan Kanton (Guang zhou) ketika hendak kembali pulang disebabkan negerinya diserang oleh tentara Cho-po.
Raja Sriwijaya yg dimaksud adalah SRI MAHARAJA CUDAMANI WARMADEWA (988-1008 M) = Se-li-chu-la-wu-ni-fu-ma-tian-hwa.
Sedangkan Raja Jawa yg dimaksud tidak lain adalah ๐ฟ๐๐ผ๐๐๐ผ๐๐ผ๐๐๐๐ผ ๐๐๐๐๐ (991 - 1007/1013 M) dari ๐๐๐ง๐๐๐๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ฃ๐ ๐
๐๐ฌ๐ ๐๐๐ข๐ช๐ง.